Manusia, Tuhan, Cinta dan Meja Makan yang Dibagi Dua


A Border that Breaks

Selçuk – Turkey, 24 December 2014[07:12pm]

“Can I sit here? tanya dia.

Sesaat saya memandang pria itu sebelum menjawabnya dengan anggukan kepala.

“Have you ordered?” Tanyanya lagi.

“Not yet, it seems there’s only  one waiter and he’s pretty busy” jawab saya sekadarnya.

Beberapa saat kami berdua kembali sibuk dengan layar kecil ponsel kami sebelum pelayan bertubuh tambun dengan serpihan uban keperakan menyapa. Disodorkannya sebuah menu bergambar ke tengah-tengah meja, kemudian perhatiannya kembali terarah pada layar televisi yang tergantung di tengah-tengah ruangan.

Lihat pos aslinya 1.420 kata lagi

Iklan

Ikhlas dan Sabar


Perbanyak sabar dan ikhlas 🙂

Rohingya: Disaat Kita Tengah Bersama-sama menjadi Penonton Tragedi Kemanusiaan


A Border that Breaks

Processed with VSCO with a2 preset“Rohingya Migrants From Myanmar, Shunned by Malaysia, Are Spotted Adrift in Andaman Sea” ~ The New York Times

Di tahun 2015, beberapa ratus pengungsi Rohingya terkatung-katung di selat Melaka, hingga terhanyut di perairan Indonesia. Terpanggil oleh rasa kemanusiaan, sekelompok nelayan Indonesia kemudian membawa mereka mendarat di Aceh. Etnis minoritas dari Myanmar ini menjadi tajuk berita yang terdengar hingga pelosok-pelosok Indonesia. Di kala itu, saya baru saja menuntaskan penugasan saya di Pakistan, Doctors Without Borders kemudian meminta saya ke Aceh untuk melakukan assessment dan mendisain program kesehatan yang dibutuhkan oleh pengungsi. Itu adalah persinggungan pertama saya dengan salah satu krisis kemanusiaan yang paling terpinggirkan dalam sejarah kita.

Cerita para pengungsi Rohingya menarik perhatian saya, epilog hidup mereka tergambarkan penuh dengan duka, nilai mereka sebagai manusia seakan tidak ada harganya. Dari semua krisis kemanusiaan yang pernah saya temui di berbagai belahan dunia, krisis Rohingya layaknya catatan kaki di kamus besar kemanusiaan, tertulis…

Lihat pos aslinya 1.289 kata lagi

Lelah


©pinterest

Yesung – Jineul (OC)

Satu teguk aku tenggak habis. Setetes terakhir dari dua cup kopi yang aku minum. Yesung masih belum datang.

Lanjutkan membaca “Lelah”

Lamaran


Yesung – Jongjin – Jineul (OC)

Beberapa kali pria itu melirik ke kaca jendela caffe miliknya. Merapikan baju yang kini digunakan. Sesekali menghirup parfum yang sudah digunakannya sekarang.

Ini pemberian Jineul. Wajar Yesung sekarang menggunakannya. Setelah menerima hadiah dari Jineul, pria itu langsung menemui kekasihnya, keesokan hari. Lanjutkan membaca “Lamaran”

Aku Janji


Aku berjalan tergesa melewati beberapa orang di lorong tempatku bekerja hingga. Aku hampir menabrak Ayoung yang jelas melihatku terburu-buru.

Lanjutkan membaca “Aku Janji”

Kado Terindah


Yesung – Jongjin – Jineul  – Jisoo 

Satu minggu ini, perasaan pria tersebut tengah dilanda kekhawatitan. Pasalnya ini karena efek tak bertemu akhir-akhir ini dengan Jineul

Lanjutkan membaca “Kado Terindah”