Perpisahan Sementara 


Cast : Yesung & Jineul (OC)

Beberapa menit dibuang percuma hanya salin mencuri tatapan yang membuang waktu. Dia mungkin agak marah dengan foto yang dikirim Johnny kemarin. 

Yesung menjemputku dan menawariku untuk datang sejenak di Mouse&Rabit. Pria itu masih terpaku menatapku tanpa berminat bergerak sedikitpun, aku pun hanya terdiam. Aku ingin memulai pembicaraan tapi mulut ini terasa bungkam beribu bahasa terendap di otak begitu saja.

“Kau masih marah soal kemarin?” tanyaku pelan. Dia menggeleng dengan ekspresi datarnya. Nyaliku menciut tatkala dia bergerak menegakkan punggungnya.

Rambut jatuhnya kini terlihat begitu segar dimataku. Hah, dia memang selalu tampan dimanapun, kapanpun.

“Aku cemburu tak bisa punya waktu sebanyak Johnny. Padahal dia sedang sibuk-sibuknya syuting.”

“Maksudnya? Oppa, cemburu aku pergi dengan Johnny. Ah-” Yesung menggeleng pelan.

“Bukan itu saja. Kalian senang saat bersama. Aku terlalu banyak bekerja hingga meninggalkan waktu banyak dengan Kekasihku sendiri.”

Aku tersenyum penuh arti tapi setelah itu aku bangkit dan berjalan menghampiri tempat Yesung duduk di depanku.

Sekarang giliranku yang memeluknya. Dia butuh pemahaman kalau aku tidak pernah mempermasalah seberapa banyak waktu untuk kami bisa bertemu. Bisa bertemu langsungpun sudah cukup buatku tenang.

Oppa, tenang saja. Aku dan dia sekedar jalan-jalan naik sepeda saja. Lagipula dia memaksaku untuk ikut.”

Tubuh Yesung tegap melihatku sangat dekat. Dia melepas pelukanku. Penolakan secara halus cukup membuat fokusku buyar sesaat. Aku jadi gugup ditatap seperti itu. Sontak aku menundukkan kepala.

“Duduklah kembali,” perintahnya. Tanpa diulang, aku berpindah ke tempat dudukku.

“Aku tahu, tapi apa boleh aku minta permintaan?”tanyanya.

“Permintaan apa?”

“Sementara kita tidak perlu bertemu dulu. Mungkin dua minggu cukup. Kebetulan sebentar lagi mau ada projek besar. Jadi aku harus fokus.”

Aku hanya memalingkan wajah kembali. Seketika aku jadi tidak mau melihat wajahnya lagi. Kalau perlu aku mau langsung pulang ke rumah.

“Ya, silakan. Aku juga masih fokus sama deadline-ku. Tak berpengaruh kita tidak bertemu dua minggu, bahkan satu bulan,” ucapku lantang. Yesung kaget dan langsung berubah ekspresinya, berkata, “Baiklah, itu kesepakatan antara kita berdua.”

Jam tangan sudah menunjukkan angka lima.Petang sudah menjemput. Suara dering ponsel terdengar. Pesan masuk dari Jisoo,

Nuna, aku jemput,yah. Hari ini aku pulang cepat.”

Aku tersenyum penuh arti. Waktunya aku harus pulang. Yesung menungguku bicara. Pria ini tidak banyak bicara hari ini. Mood -nya sedang buruk, mungkin.

Oppa, aku pulang dulu. Jisoo sudah menjemputku. Kabari lagi kalau kau sudah merindukanku.”

Rasanya sakit berkata seperti itu. Ucapan yang tak seharusnya kulontarkan. Yesung terdiam, setelah aku beranjak dan keluar dari Caffe. 

Yeah, waktu yang tepat untuk kita saling instropeksi diri. Dia dan aku pun butuh sendiri merenungi kelanjutan hubungan kita seperti apa. Mau berlanjut untuk lebih serius atau putus di tengah perjalanan cinta kita.

Anggap saja ini hanya perpisahan sementata, Choi Jineul.

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s