Jahil 


Cast : Johnny & Jineul (OC)

Sore hari ini cuaca sangat bersahabat. Perasaan hangat menyusupi jiwa di setiap orang yang datang ke taman ini.

Termasuk aku dan juga pria ini. Sebutlah dia sebagai adik angkatku, Johnny. Well, aku diajak paksa olehnya untuk menemaninya di akhir minggu ini. Jangankan sekedar bertemu seperti datang langsung ke rumah. Tapi dia lebih memilih ‘menculik’ku ke taman dekat rumah.

Untung ibu memperbolehkan Johnny. Karena memang beliau sangat tahu Johnny senang bertemu denganku. Sungguh, kami hanya berteman dekat. Jangan salah sangka dengan kedekatan ini. Karena Johnny pun pasti sudah fokus dengan karirnya yang dia harapkan bisa menjadi Entertainer sejati.

Toh, belum ada yang menarik hatinya. Kecuali ibu dan aku yang dia rasa membuatnya nyaman.

Nuna, kau tahu. Sebentar lagi aku akan pergi ke Chiang Mai.”

“Apa? Chi, Chiang Mia?” Johnny menggelengkan kepalanya.

“Bukan tapi, Chi-Ang, Mai,” jawabnya seolah mengguruiku. Aku mempercepat laju sepedaku.

Ya! Nuna ! Merajuk nih ceritanya.” Sekarang justru dia yang memdahuluiku.

Aku mengejarnya, menyusul sampai kami adu balap sampai di bangku taman yang tak jauh dari danau kecil. Banyak orang yang suka datang ke tempat ini. Termasuk kami berdua.

Di kala Johnny sedang ada waktu kosong dia suka mengajakku kesini. Kalau boleh ditanya Yesung sangat memperbolehkan aku berdua bersama bocah ini. Memang Johnny yang meminta ijin pada pria itu. Agar aku mau diajak jalan kemanapun.

Ya, Yesung tahu kami berdua sangat dekat sejak ibu dan Ibu Johnny ternyata memang dulu teman satu kampus. Mau percaya atau tidak Johnny begitu senang dan mau terus selalu mengajakku pergi.

Nuna, keluarkan ponselmu.”

“Buat apa?”

Aku meliriknya curiga. Tentu saja, bocah ini tak lepas dari sifat jahilnya. Seringkali aku gemas dibuatnya karena sifat kekanakan yang ia miliki.

“Sudah sini. Berikan padaku,” rajuk Johnny. Dia setengah merajuk. Aku menggelengkan kepala, setelah itu menyerahkan ponselku.

Lelaki disampingku membuka aplikasi ponselku. Lantas tanpa ijin sama sekali, Johnny memotret dirinya sendiri.

Lihat ! Betapa kurang ajarnya dia?

“Kau membajak ponselku,” ujar ku penuh penekanan. Sayangnya, dia hanya ‘cengengesan’ dengan muka tanpa rasa bersalah. Aku coba raih ponselku tapi tangannya yang tengah memegang ponselku sengaja dibuat jauh. Agar aku tak bisa meraihnya.

Anak kurang ajar.

“Sini ponselku.”

Aku menarik telinganya, mengundang suara rintihan darinya. Justru aku sekarang yang tertawa jahat. Biar saja, dia sudah tak sopan dengan kakaknya sendiri.

“Sakit, sakit,” rintih Johnny. Dia sengaja minta ampun.

“Makanya berikan ponselku.” Aku coba raih lagi. Tapi tetap dia menjauhi ponselku dari jangkauan tanganku sendiri.

“Tunggu, aku akan berikan ponselmu. Asal mau foto berdua denganku. Kapan lagi kan foto bersama artis rookie macam aku?”

Sekarang dia memuji dirinya sendiri. Dasar narsis !

“Oke, aku turuti perkataanku. Cepat kita foto bersama lalu berikan ponselnya,” titahku diiringi tawa khas darinya.

Johnny merapatkan diri ke arahku. Lalu membuat fokus kamera depan ponselku padanya dan kami pun foto berdua ‘saja’. Kuharap Yesung memang tidak akan marah melihat fotoku dengannya.

Firasatku benar saat aku memikirkan hal ini, Johnny mencoba kirimkan foto tadi akun Line Yesung.

“Ya !! Seo Youngho. Mati kau.”

Sekarang aku tidak sedang menarik telinganya, tapi mencubit pipi Johnny. Dia mengaduh sakit, tapi masih bisa tertawa senang.

Oke, sekarang kau menang, Tuan Seo.

Tiba-tiba bunyi ponselnya terdengar nyaring. Johnny masih menginvasi ponselku setengah kulirik layar chat Line dari Yesung.

AISH! Kuharap kau tidak sedang diam-diam berpacaran dengan anak itu. Besok kita harus bertemu, dirumahmu, sayang.’

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s