Alasanku


sama halnya dengan saya. saya pun mengalami hal yang sama. dulu saat masa bodohnya menulis tanpa peduli apa kata orang. sekarang terlalu banyak pertimbangan ketika mulai menulis. entah dimulai awalnya bagaimana atau dengan akhirnya harus seperti apa. terlebih isi cerita harus semenarik apa :”)

Iruza Izate

Aku baru menyadari, alasan terbesar writing block bukanlah karena kehabisan ide, cerita sumbang, atau malas. Tetapi, bagaimana cara menulis tanpa peduli hasil tulisannya nanti seperti apa, tanpa peduli kritikan yang muncul nanti seperti apa, dan tanpa peduli ekspektasi tinggi dari pembaca. Aku merindukan cara menulis yang masa bodoh seperti itu. Dan, yah. Itulah kenapa serial ber-chapter ku selalu stuck di tengah jalan bahkan sebagian besar aku tarik kembali.

Mari tertawa hambar bersamaku.

Hahahaha

Adakah saran? Adakah orang lain yang mengalami hal sama seperti diriku?

Lihat pos aslinya

Iklan
Dikirimkan di Info

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s