Our Love


kim kai copy

Title : Our Love | Author : @ferrinamd | Genre : Sweet | Rating : General | Length : 1.209 words | Main Cast : Kim Jong In, Park Sun Young

“Lihat ! Katanya dia pacarnya Kai.”

“Kai? Kai ketua dance sekolah ini?”

“Iya, itu dia.”

“Jauh sekali dari selera Kai.”

Sun Young terus berjalan tanpa memedulikan omongan gadis-gadis di sekolah ini. Dia tidak menyalahkan siapapun tentang hubungannya dengan Kai. Wajar saja orang-orang tidak percaya bahkan mencibir ia bisa berpacaran dengan seorang ketua klub dance yang sangat digandrungi para gadis di sekolah ini. jelas itu terjadi diluar perkiraan Sun Young. Tidak menyangka Kai akan menyatakan perasaan di tengah lapangan, dilihat oleh orang-orang. Menjadi pusat perhatian itu sungguh memalukan.

Awalnya Sun Young sempat tidak percaya apa yang dilakukan Kai serius dengannya atau hanya main-main, semacam sebagai bahan taruhan. Nyatanya banyak yang meyakinkan dirinya, bahwa Kai tulus menyatakan perasaan padanya. Pria itu bilang, mulai tertarik pada Sun Young sejak mereka duduk di bangku kelas satu di sekolah menengah atas. Tidak menyangka bukan? Apalagi seorang Park Sun Young yang hanya seorang anggota klub vocal.

“Kau sudah datang?” Sun Young membawa beberapa buku perpustakaan yang harus ia kembalikan hari ini. Setelah melewati beberapa orang yang menatapnya heran dan tak percaya. Sun Young mengangguk seraya tersenyum –dipaksakan. Soo Jung melihatnya sedih. Pasti teman sebangkunya masih mendengar ocehan tak menyenangkan dari penghuni sekolah ini. padahal sudah lewat hampir setengah bulan. Masih saja ada yang memandang sebelah mata hubungan Kai dengan Sun Young.

“Mereka masih –mengoceh tidak jelas?” tanya Soo Jung hati-hati. Ia takut menyakiti perasaan Sun Young. Sedangkan temannya ini bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Walaupun ekspresi wajahnya tidak menggambarkan bahwa dirinya baik-baik saja.

“Biasa, mereka masih berbicara tidak jelas.” Sun Young menghela napasnya berat. Menghempaskan tubuhnya di atas bangku kelas.

“Jangan pikirkan. Anggap saja setan yang sedang menggodamu,” ujar Soo Jung dengan nada bercanda. Meskipun terdengar aneh dan terkesan dibuat-buat. Sun Young menepuk-nepuk bahu Soo Jung.

“Aku tidak apa-apa. Itu sudah menjadi hal biasa untukku.” Sun Young merapikan buku-bukunya, diletakkan di kolong meja. Soo Jung memandang sahabatnya sendu. Bersamaan dengan suara bel sekolah terdengar, tanda jam pelajaran pertama sudah dimulai.

****

“Lihat gadis itu? Bagaimana kalau kita kerjain?”

“Ide bagus. Ayo ! kita ikuti dia.” Tiga orang gadis mengikuti Sun Young dari belakang. Sun Young tengah membawa buku yang sudah ia bawa hari ini. Jam istirahat ia sempatkan untuk mengembalikannya ke perpustakaan.

“Sun Young-ah,” Sun Young menengok ke arah sumber suara yang memanggilnya. Seorang gadis berambut panjang menghampirinya bersama kedua temannya.

“Il Song, ada apa kalian kemari?” Gadis bernama Il Song itu melirik kedua temannya yang berdiri di kiri dan kanannya. Dia anggota grup dance. Jika dari pria ada Kai yang lihai menarik, sedangkan Il Song seorang yang jago menari sama seperti Kai. mereka selalu dipasangkan untuk menari bersama jika ada acara yang mengharuskan klub dance untuk tampil. Kedua tangan Sun Young mencengkram buku-bukunya erat. Ada rasa cemburu mengingat Il Song juga dekat dengan Kai. Sedangkan dirinya, hanya gadis biasa yang beruntung dapat pria terkenal di sekolah ini.

“Kamu bisa bantu aku. Tadi guru kesenian menyuruh kami untuk mengambil radio yang ada di gudang. Katanya untuk perangkat tambahan untuk latihan pentas sekolah. Kau mau membantuku?” Ya, Sun Young langsung mengangguk. Gadis itu memang tahu dimana letak gudang itu tak jauh dari ruang perpustakaan. Tepat di sebelah ruang perpustakaan.

“Baik, aku bisa membantu.” Sun Young berjalan mendahului ketiga gadis itu. Mereka tertawa jahil melihat reaksi Sun Young yang mudah dibohongi. Beberapa langkah dan akhirnya mereka berempat sampai di depan ruang gudang. Sepi, karena tidak pernah ada siswa yang lewat. Letaknya berada di ujung koridor, setelah ruang perpustakaan –pastinya.

“Kamu bisa masuk mengambilnya? Aku alergi debu, jadi aku tidak mungkin bisa masuk ke dalam sana.” Sun Young tengah berpikir, apa ia harus membantunya? Tentu saja, kenapa tidak? Toh, tidak ada salahnya membantu orang lain. Sun Young melihat kedua teman Il Song. Mereka saling bertatapan satu sama lain. Tak butuh waktu lama. Sun Young membuka gembok yang memang tidak terkunci. Daun pintu coklat yang sudah rapuh terbuka. Sun Young melihat ke dalam, sekeliling gudang mulai berdebu. Tidak terlalu parah. Tapi cukup membuat dirinya terbatuk saat menghirupnya. Sun Young masuk kedalam. Mencoba mencari radio kecil yang sengaja diletakkan di dalam gudang. Mungkin radio ini akan dipakai sebagai radio tambahan untuk latihan nanti.

Sepasang mata Sun Young mencari-cari dimana letak radio itu berada. “Ketemu !” Benda berwarna silver berukuran sedang tergeletak malas di atas meja siswa yang tidak terpakai. Sun Young berjalan cepat mengeluarkan radio tersebut dari tumpukan kertas bekas yang sudah tidak terpakai. Menyingkirkan debu yang menutupi permukaan radio itu. Lalu Sun Young berdiri dan melangkah menuju pintu gudang.

“Il Song ! aku menemukan radionya,” seru Sun Young setengah terbatuk. Debu di dalam gudang ini menusuk hidung. Hingga Sun Young harus pelan-pelan dalam berbicara agar tak terhirup debu yang bertebaran.Sun Young menggapai gagang pintu untuk membuka daun pintu tersebut. Ternyata pintu tersebut tak terbuka. Sun Young mencoba menariknya, tapi tetap tak bisa dibuka. Jangan-jangan ia terkunci dari luar. Sun Young meletakan radio tersebut di sampingnya. Menggedor-gedor pintu tapi tidak ada jawaban. Sun Young coba lagi, percuma tidak ada yang mendekati gudang. Siapa yang ingin ke gudang yang terkesan menyeramkan ini.

“Tolong ! Tolong bukakan pintunya. Ada yang terjebak di dalam.” Sun Young masih mencoba menggedor-gedorkan pintu gudang. Makin lama, tenaganya habis. Suaranya mulai parau, tertutupi isak tangis mulai keluar. Air matanya turun begitu saja.

“Tolong keluarkan aku.” Suara Sun Young sangat kecil. Namun terdengar jelas setelah seorang laki-laki mendekati gudang tersebut.

“Ada orang di dalam?” pekiknya lantang. Sun Young mendengar suara itu. Suara Kai.

“Kai, ini aku. Keluarkan aku dari sini.”

“Sun Young ! Kenapa kau didalam?”

“Keluarkan aku dari sini.” Suara Sun Young melemah tanpa menjawab pertanyaan Kai sedikitpun. Laki-laki itu panik setelah mendengar suara yang sangat ia kenal, kekasihnya.

“Kai, kamu masih diluar?” Tidak ada jawaban sama sekali. Kemana dia?

“Aku disini.” Suara itu terdengar sangat dekat. Sun Young menoleh ke hadapannya. Melihat Kai berdiri tepat di depannya. Tangan Kai meraih bahu Sun Young. Mendekap tubuh kecil kekasihnya.

“Aku disini,” ucap Kai sekali lagi. “Aku akan mengeluarkanmu.”

Kedua tangan Sun Young terentang memeluk pinggang Kai. Sangat erat. Sun Young takut, Sun Young takut tidak bisa keluar. Beruntung Kai datang dan ia tidak perlu merasa takut lagi. Sun Young yakin Kai pasti datang. Dan akhirnya sudah terjawab. Kai ada dalam pelukannya. Sun Young mulai mencintai Kai seutuhnya.

“Tetap peluk aku seperti ini. Pejamkan matamu rapat-rapat.” Sun Young menatap lekat wajah Kai sangat dekat dengannya.

“Untuk apa?”

“Ikuti saja kata-kataku.” Sun Young menutup matanya rapat, tetap memeluk pinggang Kai. Lalu dunia seakan berputar cepat.

“Buka matamu,” titah Kai. Sun Young membuka matanya lebar-lebar. Kini mereka sudah berada di luar ruangan. Seakan tidak percaya, Sun Young melongo. Wajahnya sangat lucu, sampai-sampai Kai mencubit pipinya gemas.

“Kenapa mencubitku?” Sun Young mengusap pipinya. Gelak tawa Kai terdengar setelah melihat kepolosan Sun Young.

“Kamu sangat lucu, sayang.” Sun Young cemberut tak senang. Ia bergerak meninggalkan Kai.

“Tunggu, bukumu tidak mau diambil?” Kai mengambil tumpukan buku tersebut di lantai. Sun Young bergegas mengambilnya dari tangan Kai.

“Kai, bagaimana kamu melakukannya?”

“Melakukan apa?”

“Melakukan hal tadi.” Kai sadar apa yang dibicarakan Sun Young. Dia tertawa –lagi. Mengundang rasa penasaran Sun Young.

“Aku melakukannya karena cinta kita berdua.” Kai mengambil lagi buku-buku dari tangan Sun Young. Meninggalkan Sun Young dengan rasa penasarannya sendiri. Kai tersenyum manis dan penuh makna. Tidak ada yang perlu ia ceritakan soalnya kekuatannya. Hanya dia yang tahu.

“Kim Jong In !”

 Selesai

p.s: ini agak absurd tapi biarkanlah huehehehe XD

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s