Heart Guardian


Chen - Heart Guardian copy

Title : Heart Guardian | Author : @ferrinamd | Genre : Sweet, | Rating : Teen | Length : 738 words | Main Cast : Kim Jong Dae (Chen EXO-M) , Lee Hyun Mi

Sudah hampir satu jam, Hyun Mi harus menunggu Jong Dae yang belum juga kelihatan batang hidungnya. Kemana pria itu? Dia sudah mengirim pesan, sudah menelpon tapi jawabannya sedang ada di jalan. Sebenarnya sudah berangkat atau belum. Atau masih rapat? Entahlah, Hyun Mi merutukki dirinya sudah membuat janji dengan Jong Dae di hari biasa seperti ini. Langit mulai mendung, menimbulkan angin kecil yang berhembus kencang. Melihat dari balik kaca Café saja sudah membuat Hyun Mi pesimis jika Jong Dae akan datang kemari.

“Hhhh.” Helaan napas Hyun Mi terdengar berat. Gadis itu mulai suntuk. Dua cangkir coklat hangat ia habiskan demi menunggu Jong Dae. Sampai Jong Jin –pemilik Café ini menyuruhnya untuk memesan makanan –sebelum gadis itu kelaparan. Tapi Hyun Mi menolak dengan halus, masih setia menunggu Jong Dae. Sayangnya, kesabaran Hyun Mi hampir mencapai puncaknya. Ia sudah tak tahan lagi untuk pergi dari sini. Hyun Mi tidak enak dengan Jong Jin. Terlebih langit mulai gelap, sebentar lagi pasti akan turun hujan.

Gadis itu beranjak dari tempatnya. Ia harus segera pergi. Setelah ia yakin Jong Daei tidak akan datang kemari. Sudah biasa Jong Dae terlambat seperti ini. Hyun Mi sangat memakluminya, sampai ia berulang kali mengalah dan pulang dengan perasaan kosong.

Hyun Mi melangkah keluar, setelah berpamitan pada Jong Jin. Karena sudah berkunjung lama hari ini. Mendorong pintu Café bersamaan dengan bunyi bel kecil mengiri kepergiannya. Orang-orang berlari kecil mengejar waktu agar tidak terkena guyuran hujan yang mungkin akan turun selang beberapa menit. Awan Comullus abu-abu berkumpul membentuk awan mendung, menjadikan langit gelap. Serta menghalangi sinar matahari yang menyinari bumi. Hyun Mi merapatkan mantelnya demi menghindari angin dingi merasuki tubuhnya lewat celah bajunya.

Tiba-tiba langkahnya tertahan. Pergelangan tangannya tergenggam oleh seorang pria yang mencegat kepergiannya dari tempat telah dijanjikan mereka berdua.

“Jangan pergi.” Suara berat pria itu terdengar. Hyun Mi memasang wajah datar tanpa berminat berbicara pada orang yang udah mengingkari janjinya.

“Maaf aku terlambat. Tadi ayah memintaku menghadiri rapat. Aku kira akan selesai sebelum jam tiga. Ternyata aku telat satu jam. Maaf kan aku,” jelas Jong Dae tetap mencengkram pergelangan tangan Hyun Mi. Tautan tangan Jong Dae mulai goyah, Hyun Mi berniat melepasnya. Dia tidak ingin berlama-lama disini. Lebih baik dia tiba dirumah dan tidur nyenyak dibalik selimut tebal.

“ Lepaskan.”

“Tidak mau. Jangan pergi. Langit sudah gelap. Lebih baik kita berteduh di dalam Café.

“Aku mau pulang,” elak Hyun Mi menghentakkan genggaman tangan Jong Dae. Langkah besar yang dibuatnya menjauhi dirinya dengan Jong Dae.

“Kau tidak takut guntur? Bukankah kamu bilang sendiri. Jika hujan kamu lebih memilih untuk berdiam diri di dalam ruangan daripada harus bersusah payah menghalau hujan di luar.” Hyun Mi terhenti mendengar ucapan Jong Dae. Pria itu meragukan keberaniannya. Hyun Mi tidak pantas menyerah, dia harus pergi.

“Apa pedulimu?”

“Aku peduli. Aku mencintaimu. Apa kau masih meragukannya?” ucap Jong Dae pelan tapi mampu terdengar oleh telinga Hyun Mi. Jong Dae bersalah, ia tahu perbuatannya kali ini tidak bisa ditolerir. Gadis itu sudah lelah harus menjadi seorang penunggu kehadiran Jong Dae.

‘Maafkan aku,’

Hyun Mi mendengarnya. Dia memejamkan mata, menghalau air mata yang hampir turun. Dicegah pun air matanya tetap mengalir turun. Hyun Mi lelah, ia tidak mau menunggu-nunggu lagi. Langkah Hyun Mi kembali berlanjut dan mantap untuk pergi meninggalkan Jong Dae.

Sedangkan pria itu menahan emosinya yang tiba-tiba muncul. Ia kesal dengan dirinya sendiri tidak bisa membuat kekasihnya nyaman dalam dekapannya. Selalu ada halangan dalam hubungan mereka. Jong Dae menyesal, Jong Dae merasakan sesak dalam dadanya karena telah membuat Hyun Mi kecewa. Seiring dengan suara gemuruh yang menggelegar di langit luas. Kilatan cahaya petir muncul menghiasi awan mendung gelap. Hyun Mi berhenti melangkah –lagi.

Terdengar suara petir. Jong Dae masih terdiam sambil terus memejamkan matanya. Mengaliri rasa sesalnya lewat gemuruh petir yang datang bersambut. Petir masih bersahutan, nyali Hyun Mi ciut. Ia melangkah mundur dan berbalik mendekati Jong Dae. Memeluk tubuh tegap pria itu erat.

Sebuah pelukan menghampiri Jong Dae. Matanya terbuka lebar merasakan harum vanilla menguar dari rambut pendek Hyun Mi. kedua tangan Jong Dae merentangkan tangan, membalas pelukan Hyun Mi.

“Aku takut, oppa. Aku takut. Jangan tinggalkan aku, oppa. Maafkan aku.” Tangan Hyun Mi bertautan melingkari pinggang kokoh Jong Dae. Berlindung dibawah dekapan kekasihnya. Jong Dae mengusap-usap rambut belakang Hyun Mi lembut. Mencoba membuat Hyun Mi senyaman mungkin dalam lindungannya.

“Aku tidak akan pergi. Aku pasti melindungimu,” ucap Jong Dae pelan. Hyun Mi mengangguk, merasakan usapan tangan Jong Dae di punggungnya penuh sayang.

‘Jangan pernah coba meninggalkanku.

Aku akan menjadi penjaga hatimu selamanya.’

 

Selesai

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s