Don’t Cry, Gege


wupan - gege copy

Title : Don’t Cry, Gege | Author : @ferrinamd | Genre : Sad | Rating : Teen | Length: 527 words | Main Cast : Kris, Mei Lin

Aku masih terus berselancar di dunia maya. Padahal hatiku sudah gondok melihat komentar kosong dari netizen Korea pada Kris, ah bukan tapi Wu Yi Fan. Ya, Wu Yi Fan. Aku geram melihat beberapa dari mereka yang rela mengeluarkan argumen sok penting mereka pada pria China itu.

Apa hak mereka memojokkan Wu Yi Fan sebenci itu?

Tahu apa mereka tentang masalahnya?

Tidak usah merasa paling benar, kalau ujungnya mereka menghina satu manusia. Apa mereka merasa sempurna dengan menghina? menyindir? Kurasa hanya orang bodoh yang seringkali mengumpat tak jelas tentang masalah yang beredar sekarang ini. Tanpa bisa mengurus dirinya dengan baik.

“Mei Lin !” Sahutan dari luar memanggil namaku. Itu Ayah.

“Iya, pa.” Aku bergegas beranjak meninggalkan kamarku. Melihat sosok ayah berdiri tepat di depan pintu. Aku menatapnya keheranan. Raut wajah ayah berbeda. Dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku

“Papa kenapa senyum-senyum seperti itu?” Beliau menggeleng pelan mendengar pertanyaanku. Lalu ia menarik pergelangan tanganku, mengikuti langkahnya yang besar. Aku berusaha menyesuaikan langkah ayah menuruni tangga. Lantas menuju ruang tamu.

“Kamu.” Aku bergumam tak jelas menatap sosok pria tinggi yang sejak tadi mengisi pikiranku, menguras perasaanku dan airmataku. Kumohon jangan menyebutku berlebihan? Wajar saja aku terkena perasaan tak menentu.

Siapa yang tidak suka melihat kekasihnya disebut orang-orang sebagai pembohong? Pengkhianat? Penjilat?

Tahu apa mereka tentang sosok Wu Yi Fan-ku? Justru aku yang lebih tahu siapa dia? Aku tahu alasan terbesarnya melakukan itu. Tidak, aku tidak mau mengingat hal itu terlalu dalam.

Sekarang dia sudah berdiri di depanku. Memasang senyum terpaksa. Oh, kumohon jangan berekspresi seperti itu. Dadaku semakin sesak menatap wajah kuyunya. Dia tampak lelah.

“Hampiri dia. Papa tinggalkan kalian berdua.” Ayah meninggalkanku berdua dengannya. Perlahan aku membuat langkah untuk mendekati sosok tinggi itu. Dia masih memasang wajah tersenyum. Sampai aku berdiri tepat di hadapannya. Ukuran tubuhnya yang melebihiku. Aku merasa pendek dengan menyamakan tinggiku yang hanya sebahunya.

Gege,” bisikku memanggil namanya. Aku tidak tahan lagi. Sepasang mataku mulai berair, sedikit lagi akan menetes. Sudah keberapa kali aku menangisinya. Aku sendiri heran, air mata ini tidak pernah habis sama sekali.

Wu Yi Fan memelukku erat, sangat erat. Mendekapku, mengelilingiku dengan kasih sayangnya. Aku tahu dia menyayangiku. Sungguh aku tahu.

“Kumohon jangan menangis lagi.” Suara beratnya terdengar pelan. Aku merindukan suaranya, benar-benar candu yang menusuk relung hatiku terdalam.

Gege.” Aku hanya bisa memanggil sahutan untuknya. Entah perkataan apa yang harus aku lontarkan padanya. Aku terlalu kalut. Wu Yi Fan mengusap lembut punggungku. Membawaku ke dalam lindungannya. Sangat nyaman.

“Tetaplah di sisiku. Tidak ada yang lain yang bisa kupercaya saat ini. Aku membutuhkanmu.” Ia semakin mengeratkan pelukannya seolah tak mau melepaskanku sekarang. Pelan-pelan tanganku bergerak melingkari pinggangnya. Aku berhasil memeluknya. Aku membalas pelukan hangatnya. Tubuhnya bergetar, tiba-tiba bahuku basah. Dia menangis.

Jangan bersikap seperti itu, Wu Yi Fan. Aku tidak mau mendapati orang yang aku sayangi menangis. Cukup aku saja yang menangisimu.

Gege, jangan menangis.” Suaraku serak, aku masih menangis. Adegan yang sungguh mengharukan.

“Jangan pernah tinggalkan aku.”

“Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkanmu,” jawabku berusaha menenangkan hatinya. Kuusap lembut punggung tegapnya. Kini pria didepanku begitu rapuh, jarang sekali ia menampakkan sisi sensitifnya. Aku tidak akan meninggalkannya. Dia membutuhkanku.

Mei Lin tidak akan meninggalkan Wu Yi Fan.

“Jangan menangis lagi, gege. Aku mencintaimu.”

Selesai

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s