[EXO LOVE Series] Happy Birthday , Tao !


Title : Happy Birthday, Tao ! | Author : @ferrinamd | Genre : Sweet | Rating : General | Length : 1.573 words | Main Cast : Huang Zi Tao, Lyn

Untitled-1 

“Kau bilang bisa datang? Tapi kenapa sekarang tidak jadi?” keluh gadis tengah menyandarkan tubuhnya ke dinding.

Untung seruannya tak terdengar banyak orang. Hanya satu – dua saja yang melihat sosoknya berdiri di belakang kasir dan menempel pada dinding bertekstur gradasi abu-abu putih.

“Okay ! Aku pastikan datang kesana. Setelah itu aku akan pulang lagi ke dorm.”

“Ya, terserah kamu, yang penting kamu datang. Kita sudah sebulan tidak bertemu. Kau tidak rindu padaku?” ucap Lyn –nama gadis itu. Berambut panjang tergerai mengenakan bandana biru lautnya. Seragam yang melekat padanya masih menandakan dia sebagai pegawai di Café milik Xiumin.

“Kamu meragukan aku. Jelas-jelas aku yang rindu padamu. Akan kutunjukkan siapa yang lebih merindukan seseorang, aku atau kamu.”

“Jelas aku yang lebih merindukanmu.” Lyn tersenyum penuh arti. Dia menatap ke dalam laci di bawah kasir pembayaran. Satu gadis lain mengamati dengan kekehan yang terdengar meledek gadis China lebih muda darinya itu. Lyn meringis karena mendengar tertawaan dari teman kerjanya, Dyan.

“Baik, baik. Kamu yang lebih merindukanku, Bao-bei (sayang) ! Aku akan kesana lima menit lagi. Tunggu aku.”

Sambungan telepon terputus. Lyn menatap layar ponselnya. “Bagaimana? Dia mau kemari?” Lyn mengangkat dagunya. Melihat Dyan berjalan ke arahnya. Lyn mengangguk cepat. Tentu saja, caranya berhasil dengan sukses. Kekasihnya pasti akan datang untuknya.

“Kau jahat menyuruhnya datang kemari. Padahal dia sedang sibuknya syuting.” Dyan mendekat lalu duduk di bangku tak jauh dari tempat Lyn berdiri.

“Kalau tidak memaksanya untuk kemari. Tao tidak akan datang kemari. Beruntungnya hari ini syuting dia terakhir di drama terbarunya,” jelas Lyn menyesap Machiato miliknya. Setelah dia menyeduhkan minuman hangatnya. Menyebutkan nama kekasihnya, Huang Zi Tao. Seorang aktor muda yang tengah naik daun. Drama keduanya sukses membawa namanya terbang di kancah hiburan. Tidak main-main selain mendapat rating tertinggi. Ia pun didapuk sebagai pemain film terkenal bersama Jackie Chan, aktor kawakan sekaligus idola Tao sejak kecil.

“Syukurlah. Itu lebih baik. Dibandingkan kamu memaksanya di tengah jadwal padatnya, Lyn.” Dyan berdiri dan siap menuju dapur. Sebelum tangannya tertahan oleh genggaman tangan Lyn.

Jiejie, aku terlihat seperti kekasihnya yang kejam? Tidak kan?” goda Lyn. Dia tahu betul Dyan sekedar bicara apa adanya. Lyn tidak mengambil hati sedikitpun. Jika dilihat kalau Tao tidak dipinta lebih, mungkin dia tidak akan datang. Dyan hanya tersenyum manis mendapat reaksi Lyn sebagai sebuah candaan.

“Kau kekasih yang paling baik.” Suara tawa terdengar dari Lyn. Menutup mulutnya menahan tawa supaya tak terlalu keras.

“Sudah aku mau buat Cappucino dulu,”

“Tunggu ! Jiejie, coba kamu tes aku buat latte art sekali lagi. Aku yakin aku bisa.” Lyn berjalan beriringan dengan Dyan menuju dapur. Menghadap ke mesin pembuat Coffe. Dan mereka mulai tenggelam dalam kegiatannya. Tanpa perlu khawatir atasan mengomeli Lyn dan Dyan. Tidak akan. Sebab siapa yang akan memarahi Dyan, yang notabene sebagai pemilik Luminos Café.

***

Laki-laki berambut hitam legam berlari di antara kerumunan orang yang berjalan penuh sesak. Sesekali menghalanginya untuk bergerak sedikit saja. Penyamarannya sungguh berhasil walaupun hanya mengenakan masker hampir menutupi seluruh wajahnya. Sedikit celah untuk kedua mata berkantungnya. Ditambah kacamata tanpa lensa yang biasa ia pakai. Menambah penyamaran yang dilakukannya. Hingga seorang saja tidak bisa mengenalinya.

Langkah kakinya terhenti di depan bangunan Café berdiri kokoh. Ia mengambil napas dalam. Kemudian membuka topi kupluk yang menutupi rambut hitamnya. Hawa panas sedaritadi sudah menyelimuti tubuhnya. Sesegera mungkin dia berjalan masuk ke dalam Café. Ternyata sudah ada gadis berdiri dibelakang kasir tengah melayani pembeli. Pria itu memilih menunggu dengan duduk di bangku tak jauh dari pintu masuk. Tepatnya dekat jendela. Tempat favorite-nya jika datang kemari. Mengamati dari sini, sosok gadis yang masih berbicara dengan pelanggan. Sampai dia tinggal sendiri, mengerjakan sesuatu terhadap mesin uang di hadapannya.

Seakan tersadar, Lyn melihat sosok pria yang sedaritadi mengamatinya. Sangat mencurigakan, itulah kesan pertama Lyn pada pelanggan barunya. Langsung ia melesat pergi menghampiri meja nomor dua itu.

“Tao kau bisa membuka penyamaranmu. Tidak banyak orang disini,” ujar Lyn. Pria bernama Tao mengedarkan padangan ke seluruh sudut Café. Benar saja, tidak ada pelanggan./pembeli yang datang sekedar untuk membeli atau duduk santai di toko minuman cozy tersebut. Selang beberapa detik, Tao membuka kacamatnya, dan satu lagi masker yang melekat di wajahnya.

“Aku datang kemari tidak kamu sambut dengan pelukan?” ucap Tao. Bermaksud meledek Lyn. Namun gadis itu menganggap Tao kecewa. Alih-alih takut kekasihnya kecewa langsung Lyn memeluk Tao erat. Mengalungkan kedua tangannya di leher jenjang Tao. Wangi maskulin yang disukainya dari seorang Huang Zi Tao sangat kental terasa.

“Maafkan aku. Kamu pasti lelah. Aku buatkan Machiato buatanku yah?” tawar Lyn setelah melepas pelukan hangatnya. Tao tersenyum, dan mengangguk menerima tawaran menggiurkan dari Lyn. Siapa yang tak tergoda mencicipi Machiato di Café ini?

“Tunggu disini, aku akan buatkan untukmu.” Lyn melangkah cepat. Ingin segera memberi kejutan untuk kekasih tercinta.

Beberapa menit sudah Tao lalui. Selama itu pula Tao hanya bisa memainkan ponselnya. Sesekali melihat ke arah dalam Café. Tepat di belakang kasir. Namun tidak ada tanda-tanda kehadiran Lyn.

“Kemana dia? jangan bilang mau mengerjaiku. Itu tidak akan berhasil, sayang,” ucap Tao pada dirinya sendiri. Tao tahu gadisnya jarang memberinya sesuatu yang spesial. Dia tidak akan mempersalahkannya. Karena itu bukan hal terpenting dari hubungan mereka. Yang pasti mereka berdua saling memahami, percaya, dan cinta. Itu yang Tao yakini untuk saat ini.

Tao melirik jam tangannya. Tiba-tiba sebuah nampan sudah ada di atas mejanya. Ada sebuah mug berwarna krem dengan gambar ‘LOVE’ tercetak jelas di mug tersebut. Lalu ada tanda membentuk sebuah hati di atas krim Machiato pesanannya. Serta lipatan kertas berwarna biru langit. Warna identik dengan kekasihnya. Manik mata Tao melihat siapa yang memberikan nampan kayu coklat ini.

“Dyan jiejie,” sahut Tao membungkuk rendah masih duduk dibangkunya. Wanita bernama Dyan tersebut tersenyum lebar memandang seorang Huang Zi Tao dari dekat. Dyan cukup mengenal Tao sebelum Lyn dan Tao berpacaran. Bahkan mereka berdua berada di kampus yang sama. Dyan sebagai senior, sedangkan Tao juniornya di kampus. Dunia ini sempit, yah.

“Ini semua pemberian Lyn. Kamu bisa mencicipi Machiato buatan Lyn khusus untuk dirimu dan juga secarik kertas. Kau boleh membacanya setelah merasakan kelembutan krim minuman yang kau pesan,” jelas Dyan.

Xiexie. Aku akan meminumnya.”

“Aku permisi.” Setelah Dyan pergi, Tao menyesap minumannya. Kepulan asap menyapanya ketika bibirnya menyentuh pinggiran mug. Merasakan krim lembut melewati tenggorokan. Sekali tengguk, Tao meletakkan kembali mug-nya. Lalu mengambil lipatan kertas yang sejak tadi sudah mengundang rasa penasarannya.

Terbukalah lipatan kertas tersebut, melihat deretan kata menyapa dirinya. Tao membaca kata per kata. Memahami arti didalamnya rangkaian kalimat itu.

Kedatanganmu selalu tak terduga. Jantungku berdebar merasakan kehadiranmu.

Kali ini aku yang akan membuat jantungmu berdetak cepat.

Happy Birtday, Mr. Huang.

My lovely sweety.

Perut Tao merasa menggelitik. Kupu-kupu seolah berterbangan. Bulu kuduknya meremang mengingat betapa manisnya Lyn kali ini. Mungkin karena hari ulang tahun Tao, Lyn mau membuat kejutan sederhana ini. Bahkan Tao saja tidak mengingat hari apa dia berulang tahun sekarang. Tao melirik kearah meja kasir. Tempat biasa pegawai lalu lalang dari dapur, tempat ganti, ruang atasan dan toilet. Tao menunggu dengan jantung berdebar.

“Huang Zi Tao !” Kepala Tao menoleh ke sumber suara berasal. Lyn berdiri dengan jarak dua meter darinya. Sangat jelas terlihat, paras cantik Lyn untuknya. Mengenakan dress selutut lengan panjang berwarna krem. Pantas dengan kulit putihnya. Ditambah high heels yang dipakai untuk kaki jenjang Lyn. Semakin menambah kesan feminime dalam diri Lyn.

Gadis itu berjalan ke meja Tao. Langkahnya sangat pasti, padahal sebenarnya Lyn jarang memakai alas kaki berhak tinggi. kecuali untuk hari besar atau khusus. Terutama sekarang, hari khusus untuk Tao dan Lyn.

“Apa aku cantik?” Tao diam sejenak masih mengamati penampilan Lyn dari atas sampai bawah.

“Aku tidak cantik kah?” tanya Tao mau meyakinkan pria itu. Jawaban pasti dari Tao.

“Ya, kamu sangat cantik. Dan aku juga sangat mencintaimu,” jawab Tao singkat. Lyn tidak puas, baginya Tao terlalu meremehkan usahanya untuk memikat hati Tao.

“Benarkah? Kau tidak terlihat puas dengan perubahanku, Tao.” Lyn menundukkan kepala dalam. Menyadari hal itu, Tao berdiri menghadap Lyn. Mengangkat dagu Lyn, menatap wajah cerah seorang Lyn.

“Aku puas, sangat puas bisa bersamamu. Apa perlu aku mencobanya?” Lyn mencerna perkataan Tao. Semburat merah muncul seketika di kedua pipinya. Jelas memperlihatkan semu di wajah Lyn. Tao langsung menyadarinya dan mencondongkan tubuhnya. Mencium pipi kanan Lyn lembut. Dirinya menarik diri begitu cepat. Sampai Lyn tidak sadar karena terlalu menikmati kejutan Tao kali ini.

“Kau sangat cantik, sayang. Aku sudah mencobanya bukan?” Tao mengedipkan sebelah matanya sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah di antara matanya yang terbuka. Lyn mengerucutkan bibir. Tao sangat senang meledeknya.

“Itu tidak lucu, Mr. Huang.” Tangan kanan Lyn memukul pelan dada Tao. Pria itu pura-pura meringis kesakitan. Lantas mengenggam tangan Lyn cepat.

“Tao, lepaskan aku,”

“Tidak, kau harus tanggung jawab. Aku mau pergi bersama denganmu,”

“Kemana?”

“Rahasia. Sekarang giliranku memberimu kejutan. Bagaimana?”

“Aku mau. Tapi –” , “Tidak ada tapi-tapian. Kamu harus ikut denganku,” Tao menarik pergelangan Lyn. Mengajak Lyn keluar dari Café. Dyan sejak tadi sudah mengamati kelakuan adik kesayangannya berkelut dengan Tao.

Jiejie, aku bawa Lyn dulu. Nanti aku kembalikan dengan selamat,” kata Tao setengah berteriak. Lyn meronta pelan dalam genggaman Tao, “Tao, kita mau kemana?”

“Sudah ikuti saja. Kau akan tahu.” Lyn memandang Dyan. Seolah meminta tolong, namun Dyan tertawa melihat tingkah Lyn dan Tao. Hingga mereka sudah keluar dari tempat usahanya. Melihat Lyn melambaikan tangan kepadanya. Sebelum dia benar-benar pergi. Membiarkan sang pria membawa kekasihnya pergi. Kali ini dia harus menutup Café seorang diri.

***

Kedatanganmu selalu tak terduga. Jantungku berdebar merasakan kehadiranmu.

Kali ini aku yang akan membuat jantungmu berdetak cepat.

Happy Birthday, Mr. Huang.

My lovely sweety.

Aku mencintaimu selamanya ❤

Sampai kita beranjak tua, menikmati masa-masa tersisa.

Hingga maut menjemput

tumblr_mmy9x0fugd1qcndygo1_500

HAPPY BIRTHDAY, FOR MY AB STYLE ❤

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s