JJANG #3 : Phobiatic


Untitled-3            Bicara soal phobia, semua orang punya phobia. Contohnya phobia sama ular, sama jarum, phobia sama kegelapan, dan segala macam phobia lainnya. Phobia sendiri adalah ketakutan yang berlebihan sama benda atau situasi trtentu yang tidak beralasan dan tidak mendasar pada kenyataannya.

             Istilah “Phobia” berasal dari kata ‘phobi’ yang artinya ketakutan / kecemasan yang tidak rasional dialami semua orang, cuma sedikit yang tidak punya phobia atau ketakutan atas satu hal .

              Phobia merupakan suatu gangguan yang ditandai oleh ketakutan yang menetap terhadap objek atau situasi tertentu. Phobia gue sendiri yaitu sama ketinggian. Phobia sejak kecil. Buat gue, yang satu ini susa dihilangkan. Entah kenapa, kalau sudah berurusan sama ketinggian kaki gue gemeteran. Sudah skakmat, disuruh berdiri di tepi bangunan yang tinggi menjulan. Ga berani bergerak, terpaku di satu tempat. Kalau udah begitu, gue bakal panik. Di dufan sendiri banyak permainan yang melawan gravitasi, tinggi, dan beradu sama kecepatan. Terutama halilintas, cukup sekali, gue naik. Mau dibilang

“Ah, payah,” ,  

“Masa takut,”, atau

Orang tinggi takut ketinggian,”

              Bodo amat ! orang mau bilang apa. namanya takut belum tentu bisa disembuhin. Ditawarin buat sembuh, tentu aja gue mau. Dan berharap phobia gue hilang. Meskipun sebenarnya phobia gue ga keterlaluan. Sebatas normal aja. Nama phobia gue satu ini, Altophobia.

                Satu lagi phobia atau ketakutan gue sama Guntur. Nama ilmiahnya Ceraunophobia. Ga tau kenapa gue takut dengan suara Guntur. Jatung berdebar yang bergerak cepat. Ketakutan gue melanda begitu saja.

               Padahal dari kecil, gue termasuk berani yang namanya lihat Guntur. Dengar suaranya, sampai nyokap gue bilang “Kamu tuh dulu berani banget duduk depan jendela atau ga di depan pintu buat liat Guntur sama Hujan,” kata nyokap gue. Gue pasti duduk diam depan jendela atau pintu yang terbuka buat lihat ujan sama Guntur yang bersahutan. Gue masih inget dengan jelas. Karena bagi gue yang berpikiran sepolos anak kecil. Guntur itu menarik. Angan-angan gue yang ngerasain, melalui Guntur, Allah bicara sama kita. Menunjukkan kuasa Dia untuk semua umat-Nya.

                Bayangan gue tentang Allah itu ada. Terlebih gue senang yang namanya hujan turun. Bau Hujan yang turun itu segar dan menenangkan. Sampai sekarang pun, masih suka sama Hujan. Tapi untuk Guntur, gue kesampingkan. Hingga waktu yang belum menentukan, gue bisa sembuh dari phobia gue atau tidak.

 

//

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s