Cookies Boy


Title : Cookies Boy | Author : @ferrinamd | Rating : General | Genre : Sweet | Length : Ficlet (646 words) | Cast : Kim Jong In ( Kai EXO )

tumblr_mvebnyp4SN1rpjjgzo1_400

” Kau tidak apa-apa?” Seorang laki-laki menghampiri Sunyoung yang tengah menangis terduduk di tepi lapangan sekolah. Sunyoung habis diganggu oleh laki-laki di sekolah. Tapi Kai datang menolongnya. Ya, namanya kai. Memiliki wajah yang tampan, disukai gadis-gadis seantero sekolah ini. Kai dan Sunyoung mulai dekat sejak mereka satu kelas. Bahkan Sunyoung baru menyadari bahwa mereka berdua juga berada dalam lingkungan tempat tinggal yang sama. Dan sekarang Kai datang menolongnya. Kai bisa tahu keberadaannya. Laki-laki itu selalu berhasil menemukannya. Sunyoung menghapus kasar jejak air mata yang masih bersisa di pelupuk matanya. Kai datang membawa kotak makanan. Menyuruhnya untuk duduk di bangku di tepi lapangan. Sunyoung hanya menurutinya.

“Jangan menangis. Aku sudah mengusir anak nakal itu,” ujar Kai tenang. Menepuk-nepuk bahu Sunyoung pelan. Berusaha memberi ketenangan dan kenyamanan Sunyoung saat ini. Kai tahu bagaimana rasanya diganggu oleh teman sebaya. Pasti sangat menyebalkan. Kai turut merasakannya. Beruntung dia melewati lorong sekolah ini, coba kalau tidak. Bisa berlangsung lama. Melihat Sunyoung diusili teman laki-laki dan Kai mengenal temannya tersebut. Komplotan itupun pergi meninggalkan Kai dan Sunyoung hanya berdua.

“Mereka sudah pergi?” Kepala Sunypung menoleh ke kiri dan ke kanan. Sengaja mencari sosok yang sudah membuatnya menangis. Malu rasanya Kai harus melihatnya tersedu-sedu.

Ne, mereka sudah pergi. Aku mengusirnya jauh-jauh.” Kai seolah menunjukkan dirinya pahlawan penyelamat Sunyoung. Itu tidak buruk. Kai menyukai Sunyoung.

Selama beberapa detik, kecanggungan terjadi. Kai sendiri tidak tahu harus mengeluarkan kalimat apa yang membuat Sunyoung berhenti berpaling menatapnya. Kedua mata Sunyoung masih mengamati gerak-gerik Kai. Lama-kelamaan senyum mengembang di bibir tipis Sunyoung. Ada rasa gemas mengamati lekat-lekat wajah Kai yang sumringah.

“Kamu membawa apa, Kai?” Sunyoung menunjukkan kotak makanan yang sedari tadi digenggam tangan kanan Kai. Sunyoung sudah penasaran.

“Ini? Ini cookies. Kau mau?” Kai membuka penutup kotak makanan miliknya. Ibu Kai yang selalu memberikan cookies buatan beliau. Kai suka dengan masakan buatan sang ibu. Terutama cookies coklat bertabur banyak kismis di setiap sudutnya.

“Aku boleh mencobanya?” tanya Sunyoung ragu.

“Kenapa tidak? Makanlah.” tawar Kai tanpa ragu. Sejak lama, Kai memimpikan bisa berbagi makanan kepunyannya bersama Sunyoung. Gadis berbando ungu itu mengambil satu cookies. Langsung mencicipi rasa manis menempel di lidah setelah mengunyanya.

“Enak, manis. Aku suka.” Hanya kalimat itu yang keluar. Sunyoung terlalu menikmati kudapan manis dari Kai. Tanpa menyadari tatapan kagum dari laki-laki tersebut.

“Kamu menyukainya? Syukurlah. Aku senang,”ujar Kai lugu. Begitulah Kai polos dan apa adanya. Apa yang ada di pikirannya sukses keluar dari bibirnya. Sunyoung terkekeh mendengar ucapan Kai.

“Ya, aku sangat suka. Kamu juga suka cookies ini?” tanya Sunyoung pada Kai. Jelas, Kai sangat menyukainya. Makanan kegemarannya yang wajib ia bawa setiap saat. Tidak, hanya kadang-kadang ketika ibu siap membuatkan untuknya.

“Aku– sangat menyukainya. Aku juga selalu membawanya ke sekolah.” Sunyoung tersenyum lebar. Ia tak menyangka masih banyak anak laki-laki membawa kotak makanan. Kecuali dipaksa oleh ibunya. Tapi Kai berbeda, dia mau untuk membawa bekal dari rumah. Apalagi itu kemauan dia sendiri. Ditambah kudapan cookies selalu ia bawa kapan saja. Sepertinya Sunyoung mulai menyukai makanan manis ini.

“Aku mulai jatuh cinta sama cookies darimu,” kelakar Sunyoung bercanda. Kai melongo tidak mengerti.

“M–maksudmu?”

“Aku sangat suka cookies ini. Bisakah kamu memberikannya padaku lain waktu.” Kai tersenyum senang. Deretan gigi tampak menyertai senyum manisnya. Sangat manis. Sunyoung menatap Kai yang tersenyum, dan mulai tertawa meskipun rasa malu masih ada. Gadis itu menyantap lagi cookiesnya. Rasa manis dalam kue ini semakin manis ketika menatap senyuman Kai. Sunyoung pikir, dia tidak hanya menyukai cookies dari Kai. Ia juga menyukai senyuman Kai.

“Aku bisa memberikannya tiap hari,” ujar Kai bercanda. Dia berusaha menutup kegugupannya. Debar jantungnya semakin berdetak cepat. Sepertinya Kai setiap hari akan bertemu dengan Sunyoung. Berbagi manisnya cookies kesukaannya. Mereka berdua tertawa menyadari perasaan masing-masing. Mulai sekarang, Kai bisa terus berada dekat dengan Sunyoung. Bercerita, bercengkrama, sampai cinta berkembang diantara mereka.

*****

Cerita ini aku buat waktu ingat Kai. si anak kulit emas. ga putih, ga item juga. berhubung aku juga selalu disuguhi foto foto dari eonnie-ku, kiki. yah, semakin suka sama kkamjong >< ‘eonnieeeee, this’s for you~<3’

 

//

Iklan

Satu tanggapan untuk “Cookies Boy

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s