Cinta Terbalas


Title :  Cinta Terbalas | Author @ferrinamd  | Genre : Fluff, Romance | Rating : General | Length : Oneshot | Main Cast : Kim Jong In ( Kai EXO-K) , Suho ( Suho EXO-K)

Author Note’s : fanfiction kedua dengan cast Kai. Happy Reading, guys ^^

tumblr_mmq47lIk5P1qh0ywuo1_500

Lampu ruang latihan itu masih tetap menyala. Seorang lelaki tetap menari, meski raut kelelahan tergambar jela di wajahnya, Kai, nama pria itu menggerakan tubuhnya. Memaksa otot-ototnya terus tertarik. Hingga rasa nyeri menyerang pergelangan kakinya. Rasa sesalnya terasa menyesakkan, cemburu menguasainya. Kai tidak bisa berbuat banyak, ketika melihat Yoojung noona, sapaan hangat selalu ia sematkan pada wanita cantik yang telah menjadi stylish boygroup EXO. Kai menyukai wanita lebih tua tiga tahun darinya. Selalu ada desiran aneh menyergap sewaktu bersama Yoojung. Melihat wajahnya, senyumnya, tawanya sukses menjadikan Kai berbunga-bunga. Mengingat Yoojung memunculkan kegilaan untuk memiliki hati Yoojung. Satu waktu, Kai hanya melihat dari jauh kedekatan Yoojung dengan Suho. Seolah udara di sekelilingnya hilang, menyesakkan dadanya. Langsung saja ia pergi meninggalkan tempat kejadin. Dripada harus terlarut keadaan merana.

“Kai ! Ya ! Kim Jong In!” Teriakan keras muncul begitu saja. Meskipun kai masih larut dalam kegundahan hatinya. Musik beritme upbeat terhenti. Kai ikut diam tak bergerak. Mengalihkan fokusnya pada sang pelaku yang mengganggu privasinya.

“Kai, berhentilah. Ini sudah tengah malam.” Suho mendekati Kai. Setelah mematikan music yang berasal dari radio.

“Aku belum selesai. Hyung, ke dorm saja.”

“Tapi kamu sudah lelah. Aku tidak ingin manajer memarahiku. Aku takut kau sakit.”

“Kau hanya takut pada manajer. Tidak peduli padaku,” tukas Kai. Membuat Suho tercengang. Dia salah bicara. Seharusnya Suho tidak mengeluarkan kata-kata itu. Kai menganggap dirinya hanya takut pada omelan manajer hyung. Padahal dia serius mengkhawatirkan ‘adik’nya. Sejak selesai latihan Kai tadi. Suho sudah menunggunya dari awal ia kemari bersama Kai. Ditunggu berjam-jam, anak itu tidak kunjung selesai. Kai menatap tajam kedua mata Suho. Namun Suho tetap menunjukan ketenangannya.

“Maksudmu? Aku tidak mengerti,” keluh Suho. Kai hanya terkekeh. Seakan meremehkan ucapan Suho. Baginya tidk ada yang akan mengerti hatinya yang baru pertama  kali jatuh cinta.

“Lebih baik kau tidak usah mengerti, hyung.” Kai melangkah melewati Suho yang masih bergeming. Menepuk bahu kiri Suho, sebelum meninggalkan ruang latihan.

 *****

            Pagi harinya, disambut Kai dengan tergesa-gesa. Hari ini dia masih harus latihan lagi. Tapi khusus dirinya, Luhan, Lay, dan Sehun. Kai membasuh dirinya secepat mungkin. Sialnya, ketiga orang itu sudah meninggalkan dirinya tanpa membangunkannya terlebih dahulu. Suasana hatinya kembali down setelah kejadian semalam. Pikirannya berusaha menepis buruk sangkanya pada ketiga orang itu. Selesai berpamitan dengan yang lain. Kai segera berangkat bersama manager hyung. Di tengah perjalanan, ia kembali sibuk dengan kebiasaannya, tidur. Selagi ada waktu kosong, berusaha dimanfaatkan Kai. Sebelum sampai tempat tujuan.

Beberapa menit mini bus yang membawa Kai sudah tiba di gedung SM Entertainment. Hyung, aku jalan duluan,” sahut Kai pada pria yang duduk di belakang kemudi. Dia masih berjalan. Kai membuka pintu tempatnya berlatih. Sudah ada Lay, Luhan, dan Sehun. Mereka berkumpul membentuk lingkaran. Rasa penasaran Kai muncul dibenaknya. Apa yang sedang mereka lakukan?

Kai melangkah cepat tanpa diketahui mereka bertiga. “Kalian sedang apa?” Semuanya menengok ke arah sumber suara yang berasal dari Kai sendiri. Luhan, Lay dan Sehun menatap Kai. Sama halnya dengan wanita yang hadir di tengah-tengah ketiga member lainnya.

“Yoojung Noona,” gumam Kai menyadari kehadiran seseorang yang sudah memporakporandakan hatinya. Wanita berambut panjang itu melambaikan tangan padanya. Memberi sapaan hangat pagi hari. Menimbulkan semburat merah di kedua pipi Kai. Laki-laki itu salah tingkah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ada tawa kecil yang terdengar diruangan ini. Yoojung bersikap biasa walau hatinya juga ikut berdebar.

Good Morning Kai,” sapa Yoojung. Memunculkan senyum manisnya. Semakin membuat hati Kai tidak karuan.  Yoojung hanya tersenyum melihat tingkah Kai yang menurutnya lucu.

“Kau baru datang, Kai. Kami sudah menunggumu.” Sehun menghampiri laki-laki berkulit kuning langsat itu. Merangkul bahu teman seumurannya.

“Kalian yang tidak membangunkanku.” Kai meletakan tasnnya di atas sofa. Berjalan mengacuhkan Sehun yang berdecak. Lay, dan Luhan tertawa –lagi mendengar penuturan Kai. Jelas-jelas Lay sudah membangunkan sang visual dua jam sebelum berangkat. Bagaimana bisa Kai berpikiran seperti itu. Itu tidak benar.

“Tidak, Lay sudah membangunkanmu. Tapi kau masih saja tidur. Kamu menyuruh kita jangan membangunkanmu. Ya, sudah kami pergi tanpa kamu.” Kai mengerutkan dahinya. Ia tidak merasa dibangunkan oleh seseorang, termasuk Lay. Memang kebiasaan jika dirinya terlalu terlelap tidur. Hingga tak menyadari siapa saja yang membangunkannya.

“Begitu? Aku tidak sadar. Mianhae,” ucap Kai dengan muka bersalah. Ia benar-benar tidak tahu. Yoojung bangkit dari duduknya di atas lantai. Kai baru sadar ada kantung, sepertinya itu kotak makanan.

“Sudah, lebih baik kalian latihan lagi. Kai aku sudah menyiapkan makan siang buat kalian. Nanti dimakan, yah. Aku pergi dulu.” Kai membungkuk pada Yoojung. Dan juga sebaliknya bersama tiga orang yang lain.

Gomawo, noona.” Yoojung seraya tersenyum. Lalu pergi keluar. Tinggal Kai, bersama Lay, Luhan, dan Sehun. Kai menatap mereka satu per satu.

“Ada apa?” tanya Sehun. “Tadi Yoojung memberitahu kita kostum yang akan kita pakai di panggung nanti. Dia juga membuatkan kita makan siang,” ujar Lay. Seolah arti tatapan dari Kai. Dia tahu kalau Kai menyukai Yoojung dan dia cemburu. Sikap ‘adik’nya ini sangat kentara, ketika tahu Yoojung sedang bersama lelaki lain.

“Rajin sekali. Dia memberikan kita makanan,” tukas Sehun disertai anggukan dari Luhan dan Lay.

“Bisa kita mulai latihan sekarang?” tanya Kai. Setelah mendengarkan ocehan dari mereka bertiga. Lama-kelamaan tidak akan ada habisnya membicarakan Yoojung. Waktu mereka akan terbuang begitu saja.

Waktu latihan mereka berlangsung selama lima jam diselingi istirahat makan siang. Selalu ada kemajuan di antara mereka bereempat. Kai bersyukur, semakin hari, semakin mahir member lain belajar menari. Apalagi Sehun dan Luhan. Bisa dibilang mereka bisa menyamainya atau Lay, duo dancer line EXO.

“Akhirnya latihan hari ini selesai. Aku bisa langsung tidur nanti.” Sehun masih menidurkan dirinya di atas lantai. Tanpa mau bangun, melihat member yang lain sudah bersiap untuk pulang.

“Sehun-ah, palli, kita pulang. Kau bilang ingin cepat-cepat pulang,” ujar Kai berusaha menarik tangan Sehun agar cepat bangun. Lay dan Luhan sudah keluar duluan. Mereka menunggunya di dalam mini bus.

“Aku masih capek. Gendong aku,” pinta Sehun. Pada akhirnya dia bangun dibantu oleh Kai yang pura-pura muntah mendengar rengekan dari Sehun. Magnae ini kadangkala muncul sifat manjanya. Kai saja seumuran dengannya tidak terlalu manja seperti Sehun. Kai membawa tas selempangnya. Mengayunkan kenop pintu agar terbuka.

“Kutunggu diluar.” Sehun merapikan perlengkapan ke dalam tasnya. Kai sudah keluar dari ruang latihan. Kebetulan sekali dirinya berpas-pasan dengan Yoojung. Wanita itu kembali ke tempat ini. Yoojung menyadari kehadiran Kai sesaat ia berjalan mendekati ruang latihan. “Kalian sudah selesai latihan?” Kai masih terpaku memandang Yoojung. Baru menyadari penampilan sosok wanita yang dia sukai hari ini. Rambut panjangnya ia kuncir ke belakang. Meski masih ada anak-anak rambut yang tidak ikut terkuncir olehnya. Kai harus pelan-pelan menelan ludahnya melihat pemandangan tersebut. Pikirannya kembali digelayuti rasa suka yang mendalam kepada Yoojung.

“Kai! Kai! Kau mendengarku?” Tangan kanan Yoojung terayun tepat di wajah Kai. Laki-laki berambut hitam itu langsung menyadarinya ketika mendengar Yoojung memanggil namanya.

“ Ah, iya noona. Kami baru selesai latihan,” jawab singkat Kai. Disambut anggukan dari Yoojung sambil melirik dari dalam ruang latihan.

“O, masih ada Sehun,” ujar Yoojung. Bersamaan daun pintu yang terbuka lebar. Memunculkan sosok Sehun yang baru saja keluar dari dalam ruangan. “Noona, kau disini? Ada apa?” Yoojung tersenyum manis pada mereka berdua. Tangan kanannya terangkat demi menunjukkan apa yang ia bawa.

“Aku membawa pakaian kalian untuk lusa depan.” Sehun menyambut barang yang masih dibawa Yoojung.

“Wah ! Gomawo, noona.” Bungkusan itu sekarang berpindah ke tangan Sehun. Kai hanya terdiam menyaksikan percakapan mereka. Ia merasa heran, kenapa berada di hadapan Yoojung ia hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata apa-apa selain dibutuhkan. Entah pikirannya hanyut terbawa perasaan yang kian lama, kian membesar.

“Sebaiknya kalian cepat pulang dan istirahat yah. Aku akan mengecek kembali persiapan kalian di hari H.” Sehun mengangguk, sedangkan Kai hanya mengikutinya.

“Ayo ! Kai.” Sehun berjalan terlebih dahulu. Sayangnya, Kai masih terdiam menatap Yoojung. Tersadar olehnya, Yoojung memandang Kai dengan masih tersenyum manis.

“Aku lupa,” tangan kiri Yoojung memegang bungkusan berbentuk kotak. Disodorkannya dengan tangan kanan.  “ Ini untukmu.” Kai tetap terdiam. Dia masih bergeming tanpa bisa berbuat apa-apa.

“Terimalah. Makanan untukmu.” Tidak ada gerakan dari Kai. Terpaksa Yoojung menarik tangan kanan Kai. Agar benda itu berpindah kepada laki-laki berkharisma ini.

“Makanlah. Aku tidak ingin melihat kamu sakit. Sekarang pulanglah.” Yoojung mengusap puncak kepala Kai layaknya kakak-adik. Lagi-lagi Kai dibuat terkejut. Jantungnya semakin berdebar tak karuan. Yang melintas dipikirannya hanya pergi sejauh mungkin untuk menormalkan seluruh tubuhnya. Kai membungkuk sebelum pergi dari tempatnya berdiri.

Gamshamnida, noona. Annyeong.” Segera saja Kai berjalan cepat setelah melihat sekali lagi wajah Yoojung masih tersenyum sesekali tertawa kecil menatapnya. Kedua pipi Kai langsung memerah mendapatinya dan mengulum senyum setelah berpaling dari Yoojung. Ternyata Sehun sudah menunggu di tangga untuk pulang bersama.

*****

            Keesokan harinya, tepatnya sore hari menjelang acara yang dihadiri EXO akan tiba. Tentunya Kai menyempatkan diri sekedar meluangkan waktunya untuk berjalan-jalan di sekitar gedung apartemen EXO.  Dengan memakai penyamaran seadanya cukup untuk mengelabui orang agar tidak ada yang mengenalinya. Tidak jauh-jauh, Kai hanya membeli segelas bubble tea hangat yang dibelinya di café berjarak beberapa blok dari dorm EXO. Selagi masih ada waktu, Kai berjalan sebentar ke arah taman yang tidak begitu jauh.

Hanya berjalan lima menit saja. Ia sudah sampai di taman yang tidak terlalu kecil tapi cukup untuknya menyendiri. Kebiasaannya sebelum perform besok dimulai. Belum lama ia terduduk di bangku taman. Kedua pasang matanya menangkap gelagat aneh dari dua orang yang berdiri beberapa meter. Mata menyipit seiring perjelas pandangannya. Siapa yang dia lihat sekarang?

“Itu Suho, hyung.” Kai mendapati pria itu memberikan kotak kecil pada wanita. Tentunya, Kai kenal siapa gerangan wanita tersebut. Suho bersama Yoojung. Mereka berdua makin lama, makin akrab. Tidak tahu ada hubungan apa mereka berdua. Sehingga Kai sering mendapati Suho dan Yoojung berdua. Tapi tidak terlalu intens, hanya saja cukup membuat hati Kai memanas. Dia sekedar laki-laki baru dewasa, baru mengenal arti rasa suka, cinta pada seorang wanita. Kai masih mencoba mengontrol perasaannya. Agar tidak kelewat batas.

Selanjutnya, Kai melihat Yoojung memeluk Suho. Kai semakin penasaran apa yang sedang mereka lakukan dan pembicaraan apa yang membuat mereka bisa sampai berpelukan. Rasa penasarannya berlanjut hingga Kai berjalan mendekati kedua orang itu berada. Cuma berjarak beberapa meter tak jauh dan tak dekat, Kai berhenti dan bersembunyi di balik pohon mahoni. Kepalanya sesekali mengintip kegiatan mereka. Tidak lama, berlangsung cepat. Suho dan Yoojung bergerak melangkahkkan kakinya ke arah tempat Kai bersembunyi. Laki-laki itu kelabakan mencari akal agar tidak diketahui Suho dan Yoojung akan keberadaannya.

Kai tetap bersembunyi di balik pohon tadi. memejamkan matanya. Mereka semakin dekat, semakin terdengar suaranya. “Aku harap besok berjalan lancar.” Itu suara Yoojung. “Aku juga begitu. Semoga saja dia menyukainya. Kalaupun tidak suka, pasti dia tetap menyimpannya. Sebagai hadiah pemberianmu.” Serta suara Suho. Mereka berdua tertawa renyah. Kai bersembunyi mengikuti arah mereka berjalan.

Perlahan menjauh darinya. “Apa yang mereka sembunyikan? Jangan-jangan.” Tiba-tiba ponsel miliknya bergetar. Kai mengambil dari kantong celananya.

“Kyungsoo hyung.” Kai menyambungkan telepon Kyungsoo.

“Kai-ah, kamu dimana? Cepat pulang. Manajer hyung meminta kita untuk cepat berkumpul.”

Ne, aku sedang dijalan. Sebentar lagi aku tiba di dorm.” Kai menutup ponselnya. Kemudian ia berjalan untuk pulang dengan rasa penasaran yang masih menggelayutinya.

*****

            Terkadang tidak ada yang tahu apa yang terjadi selanjutnya. Kai tidak akan tahu, bahwa Yoojung datang ke dorm mereka. Dia bilang ingin mengabarkan perubahan style yang akan mereka kenakan. Hari ini, hari bagi Kai. Untuk pertama kalinya gugup. Entah hatinya merasa gelisah. Tidak biasanya ia akan seperti ini kalau bukan karena sikap Yoojung kemarin.

“Kai, cepat. Kita harus segera naik ke atas panggung.” Luhan menyuruhnya segera ke belakang panggung. Disana ada Lay, dan juga Sehun. Tidak hanya mereka saja. Yoojung juga hadir disana, bersama Suho. Kai berusaha bersikap biasa seolah tidak ada yang terjadi kemarin sore.

“Kai !” panggil Yoojung senang. Kai hanya tersenyum datar dan membungkuk. ‘Tidak ada yang terjadi, Kai’ batin Kai. Mereka berkumpul. Saling memberikan semangat, petuah dan instruksi dari panitia yang hadir di antara mereka. Setelah itu, keempat orang itu naik keatas panggung. Menampilkan performa yang luar biasa. Teriakan menggema di seluruh sudut panggung.Tidak menyangka boy group yang belum lama debut ini sudah mempunyai banyak fans yang kebanyakan gadis-gadis. Kai tampil sebagai center dalam performance malam ini. Dia menampilkan gerakan dance memukau. Mengundang jeritan dari para gadis tak terkecuali Yoojung yang melihat dari samping panggung bersama Suho berdiri tepat dibelakangnya.

“Dia memukaukan?” pertanyaan Suho. Dia tepat berada dibelakang Yoojung. Turut menyaksikan aksi dari member ‘danceline’ lainnya. Yoojung menoleh mendapati Suho berada didekatnya.

“Sangat, aku selalu menyukainya diatas panggung,” ungkap Yoojung dari hatinya yang terdalam. Selama Kai, Luhan, Lay, dan Sehun berada diatas panggung. Yoojung masih terus memantau mereka dari jauh. Kemudian ia langsung kembali ke ruang ganti setelah acara benar-benar selesai. Yoojung berpas-pasan dengan Suho. Tiba-tiba pria putih itu memeluk Yoojung. Tanpa ada perkataan apapun dari sang Leader EXO K ini.

“Aku sangat menyayangimu. Hingga rela melepasmu untuk orang yang juga aku sayangi. Kalian berdua sama berharganya untukku.” Ucapan Suho mengundang air mata muncul di pelupuk mata Yoojung. Ini bukan perpisahan melainkan pertemuan yang harus segera ia raih. Yoojung bersyukur bertemu pertemuannya dengan Suho. Dia selalu baik padanya, menyemangati satu sama lain. Mereka teman sebaya yang sangat dekat.

“Terima kasih kau mau mengerti. Aku harus segera menemuinya.” Yoojung melepas pelukan Suho. Pria berkulit putih itu tersenyum sembari menganggukkan kepala. Suho rela cintanya disimpan kembali untuk seseorang yang pantas menerima Suho.

“Pergilah, temui ‘adik’ku.” Yoojung balas mengangguk. Dia mulai melangkah masih menghadap Suho. “Aku akan kembali.” Beberapa meter berjalan. Yoojung melihat Kai dari ujung koridor. Menatap Yoojung dan juga Suho. Wanita itu menoleh ke belakang. Suho balas menatap Kai. Segera Yoojung berlari kecil menghampiri Kai. Sayangnya, Kai berjalan meninggalkan dirinya. Raut wajah Kai seolah tidak suka saat memandang Yoojung. ‘Ada apa dengannya?’ batin Yoojung.

Kai terus berlari. Hingga tak menyadari dia keluar gedung melewati pintu belakang. Sunyi senyap menyambut kehadiran laki-laki tersebut. “Kai, berhenti.” Sahutan dari Yoojung terdengar. Rupanya wanita itu menyusul. Kai berbalik, menatap Yoojung dengan pandangan penuh kekesalan.

Noona, jangan mendekat. Aku ingin sendiri.” Yoojung masih mengatur napasnya berusaha mengejar laki-laki yang sudah membuatnya terbuai dalam kharismanya.

“Kamu kenapa,Kai? Aku mau bilang sesuatu.” Yoojung kembali mendekat.

“Jangan kemari. Kumohon.” Kai mundur selangkah bersamaan dengan langkah Yoojung yang semakin maju. “Kai, ada apa denganmu?” Kai memejamkan mata. Apa ia harus bilang sejujurnya? Jika ia selalu cemburu Yoojung dekat dengan Suho. Mereka terlihat begitu serasi. Berkata pada Yoojung bahwa ia menyukai Yoojung, wanita lebih tua darinya.

“Kai, aku…”

“Cukup, noona. Kau tahu, ahh sebenarnya ini memalukan. Aku menyukaimu, noona.” Kai menundukkan kepala. Malu pada pernyataan perasaannya kepada Yoojung. Seketika keheningan menyambut keduanya. Kai merasa ada keanehan. Segera dia mengangkat dagunya. Melihat Yoojung menahan tangisnya seraya menutup mulutnya dengan tangan. Meminimalisir suara isakan dari siapapun yang mendengar, termasuk Kai. Laki-laki itu mengernyit heran. Dia tidak berbuat apa-apa, kenapa Yoojung menangis. Kai melangkah maju. Menghampiri Yoojung, memegang bahu wanita di hadapannya.

Noona, kenapa menangis?” Kai tidak lagi memikirkan jantungnya berdebar kembali. Masa bodoh dengan reaksi tubuhnya yang berlebihan. Kedua tangan Kai menghapus air mata yang mengalir dari pelupuk mata bulat Yoojung.

Uljimma,” lirih Kai. Tak sanggup memandang wajah Yoojung sedekat ini. Kai segera memeluk Yoojung tanpa basa-basi lagi. Yoojung balas memeluk pinggang Kai. Wanita ini terharu bahagia. Rasa cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Ia juga mempunya perasaan yang sama dengan Kai. Tidak ada yang salah. Cinta bisa dirasakan semua orang. Karena setiap manusia saling membutuhkan dan bergantung. Tanpa memandang sesuatu apapun.

“Aku juga menyukaimu Kai. Aku mencintaimu.”

Cinta tidak ada yang menduga, tidak ada yang menebak.

Semua mengalir dan menghampiri siapa saja.

Rasakan cinta dan kasih sayang yang tercurahkan untukmu.

 

 

 

 

 

//

Iklan

Satu tanggapan untuk “Cinta Terbalas

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s