Love in Autumn


Title :  Love in Autumn | Author @ferrinamd  | Genre : Drama | Rating : General | Length : Ficlet | Main Cast : Luhan ( Luhan – EXO M)

il_fullxfull.280175426

Daun-daun jatuh berguguran. Menimpa kaki ku yang langsung berhenti melangkah. Semakin lama daun kering menyambut seiring kepergianku.

Apa aku harus meninggalkan kota ini?

Apa aku juga harus meninggalkan orang yang aku sayangi?

Ini tidak benar. Aku akan pergi. Pergi sejauh mungkin hingga tidak ada siapapun bisa menemukan keberadaanku.Sayangnya meskipun aku pergi sejauh mungkin. Tetap sosok ku tidak pernah lepas darinya. Dari pria itu, Luhan. Dia selalu berhasil menemukanku. Seperti sekarang. Kami berdiri berhadapan. Saling menatap tanpa ada suara yang terdengar. Kedua matanya tetap intens mengamati detail penampilanku. Sampai jatuh menatap jendela hatiku. Mataku yang juga memandangnya.

“Dyan, lagi-lagi aku menemukanmu.” Kedengarannya sangat lucu hingga aku terkekeh. Tidak bermaksud meremehkan instingnya yang begitu kuat padaku. Hanya merasakan bahwa aku memang tidak pernah lepas darinya. Pria di hadapanku tetap mengejarku sampai ke ujung duniapun.

“Kembalilah.” Ucapannya menyiratkan kerinduan teramat sangat. Kumohon jangan seperti ini. Aku juga merindu karena harus terpaksa pergi. Aku salah, aku bodoh telah meninggalkannya. Demi melawan semua gengsiku. Mengalahkan segalanya di atas rasa cinta sangat besar padanya. Ternyata aku masih mencintainya, menyukainya, menyayanginya. Cukup sampai disini aku menjauhinya. Tuhan akan murka jika aku sekali lagi meninggalkan orang yang menyayangiku dan kusayangi. Cukup ayah dan adikku yang pergi selamanya. Jangan ada pria kukasihi meninggalkanku tanpa ada salam terakhir.

Kusambut uluran tangan lembutnya. Menyentuh permukaan kulitku langsung merinding merasakan sentuhan asing yang lama tak kurasakan. Seakan teringat kembali bagaimana kisah romantis kami berdua selama tidak ada gangguan berarti yang menghalangi kami. Setelah itu kejadian tak pernah kulupakan pun terjadi. Kami sama-sama menyakiti diri sendiri. Malam hari aku selalu berdoa agar bisa melupakan kejadian itu. Memohon pada Tuhan dengan segala kuasa-Nya. Aku serahkan bagaimana jalannya hubungan aku dengan Luhan.

Tapi kini ketika aku harus pergi (lagi) . Luhan kembali menemukanku, menjemputku. Dia sangat tahu aku melangkah jauh darinya.

“Aku tahu kamu masih marah. Aku minta maaf kubersalah. Meskipun ini sudah berlalu. Aku yakin kamu masih kecewa padaku.”

“Kamu tidak salah, oppa.” Luhan menggelengkan kepala. Dia tidak terima aku mengatakannya. Dia rasa aku bukan tempat yang salah tapi dirinya.

“Kumohon kembali. Aku bukan siapa-siapa tanpa dirimu. Bertahanlah disampingku. Jangan pernah pergi.” Aku tidak menjawab, hanya terdiam. Entah aku harus menjawab apa. Luhan terlihat menanti jawaban dariku.

“Aku berjanji tidak akan membuatmu pergi lagi.” Tanpa sadar aku merasakan basah di kedua pipiku. Aku menangis. Terharu mendengar perkataannya. Dia masih menginginkanku, menantiku, mengharapkanku. Tuhan, aku harap ini mimpi.

Air mata terjatuh lagi. Luhan langsung menyadarinya. Berusaha menghapus dengan kedua tangan. Namun segera kutepis. Aku tidak mau dia melihatku menangis. Kutundukkan kepala, menahan tangis yang makin menyesakkan. Angin dingin musim gugur menerpa. Bulu kudukku meremang. Bukan kedinginan tapi guncangan karena tangisanku.

“Kumohon jangan menangis. Kamu membuatku semakin bersalah.” Luhan memegang bahuku. Lantas menegakkan wajahku untuk menatap lekat padanya.Matanya memandangku nanar.
Dia menangis?

“Aku minta maaf. Aku sangat mencintaimu. Kkajima, jangan pergi lagi dariku.” Sekejap Luhan memelukku erat.

Sangat Erat.

Sampai aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang bisa kuutarakan padanya. Aku masih mencintainya dan aku juga tidak bisa meninggalkannya karena terpaksa. Ini memang berat. Aku berdoa ini terakhir kalinya. Semoga Tuhan membiarkan kami bersama selamanya hingga maut menjemput.

keutt

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s