Miss You


Title : Miss You | Author @ferrinamd  | Genre : Fluff, Sweet | Rating : General | Length : Ficlet | Main Cast : Tao EXO M

tumblr_mv4865iNOn1qjdqmoo1_400

December 4, 2013

Tao melempar tasnya ke atas tempat tidur. Menjatuhkan dirinya di atas kasur empuknya. “Cepat mandi. Sebelum larut malam.” Kris berucap. Pria tinggi itu meletakkan tasnya di atas meja samping tempat tidurnya dan Tao. Mereka sekamar. Begitu juga dengan yang lain. Ada yang sekamar berdua atau malah bertiga.

Tao melirik jam tangan yang terpasang di pergelangan tangan kanannya. Jarum jam menunjukkan tepat jam delapan malam. Ia baru ingat kalau hari ini Music Video EXO sudah keluar. Berjudul ‘Miracle in December’. Yang dia tangkap pada lagu itu. Mengenang masa-masa bersama seorang pria dengan pasangannya meskipun waktu sudah berlalu cepat. Sayangnya hanya tinggal kenangan yang tersimpan. Berusaha mengingatnya kembali cuma bisa mendatangkan kesedihan bagi sang pria. Tao tidak bisa membayangkan jika itu terjadi pada dirinya dan Lyn. Ia yakin tak akan hidup tenang. Kepalanya menggeleng cepat mengingat lagu Miracle in December yang berhasil menguras air matanya saat pembuatan Video tersebut.

“Kau kenapa Tao?” Kris menangkap gelagat aneh dari magnae EXO-M. Dirinya masih berdiri melepas mantel dan jaket. Tinggal melepas kaos, lalu bergegas mandi. Tentunya setelah Tao mandi. Dia tidak mau mandi bersama Tao kali ini.

“Ah, anio. Tidak apa-apa. Aku mandi duluan, ge.” Tao langsung bangkit dan berlari menuju kamar mandi sebelum ada orang yang mengisinya.  Tao harus cepat-cepat mandi. Ia benar-benar ingin menonton Music Video itu. Terlebih menunggu reaksi dari Lyn setelah melihat video tersebut.

Beberapa menit ia habiskan untuk membasuh diri. Tao masuk lagi ke dalam kamar tanpa menghiraukan ajakan makan bersama dari hyungnya. Selesai berpakaian, Tao membuka laptop milik Kris tentunya dengan izin dari sang pemilik. Untung kakak kesayangannya langsung memperbolehkan Tao meminjam laptop. Tao langsung meluncur ke Youku, sejenis Youtube untuk melihat video yang populer di China. Ternyata memang sudah ada videonya. Tao menunggu buffering  yang tidak memakan waktu lama. Video sudah terputar tanpa ada hambatan. Dia melihatnya dengan seksama dan mengamati setiap detail yang tersorot dalam Music Video tersebut. Hingga detik terakhir video itu terhenti. Tao masih termangu menonton Miracle in December dari grupnya.

Daebbak ! Daebbak !” Tao setengah berteriak mengundang tatapan dari Luhan yang tak sengaja mendengar teriakan dari Tao.

“Tao, kau kenapa?” Kepala Tao menoleh mendapati wajah Luhan di antara daun pintu dan dinding yang mengapitnya.

“Hebat, ge. Video kita sudah ada. Kau sudah melhatnya?”

“Belum. Mana, mana?” Luhan masuk ke kamar Kris dan Tao. Tertarik dengan kegiatan Tao tadi. Ia juga menonton video tersebut dalam diam. Menghayati setiap bait lagu yang juga ia nyanyikan dalam versi Chinese. Setelah durasi dalam video habis, Luhan bertepuk tangan sembari menghapus jejak airmata yang tanpa sadar keluar walaupun tidak terlihat.

Gege, kau menangis.” Tao menunjuk wajah Luhan. Memandang kedua mata Luhan yang berkaca.

Anioooo, aku terharu melihat kau menangis disitu. Kau sukses memerankannya Tao. Aku bangga padamu.” Luhan tiba-tiba memeluk Tao. Sedangkan Tao hanya memandang heran ke arah Luhan.

“Aku keluar, yah.” Luhan lalu berlalu pergi meninggalkan rasa penasaran dalam diri Tao. Sampai Tao hanya bisa mengangkat bahunya tak mau tahu.

Dia kembali menonton video tersebut untuk ketiga kalinya. Saat pertama, dan kedua bersama Luhan. Belum bosan ia memandang kesedihan yang dibuat oleh para member. Akting mereka sungguh mumpuni. Pasti fans mereka juga terharu menontonnya. Suara dering ponsel membuatnya tertegun. Segera mencari ponsel putihnya masih berada dalam tas selempang yang tadi ia bawa.

“Pesan.” Tao membuka pesan baru saja ia terima.

From  : Lyn

Taooooo~ aku bangga padamu, sayaaang. Kamu cocok menjadi aktor. Aku mencintaimu.

Tao tertawa membawa pesan teks dari Lyn. Segera saja Tao membalas pesannya.

For      : Lyn

Kau tidak tahu. Kalau aku menangisimu. Aku merindukan kebersamaan kita.

Sesungguhnya memang benar adanya. Dia rindu dengan Lyn. Walaupun sebulan berlalu mereka bertemu. Tetap saja ia rindu. Apalagi kepada Ayah dan ibunya. Sangat merindukan orang tersayangnya. Bunyi dering ponsel miliknya kembali terdengar. Sebelumnya Tao menutup laptop milik Kris. Meletakkannya di tempat semula. Kini dirinya sudah berpindah ke atas tempat tidur.

From : Lyn

Jangan buat aku juga merindukanmu. Asal kamu tahu aku lebih merindukan dirimu. Yakin nanti kita bisa bertemu.

Tao berniat menelpon Lyn. Didekatkan ponselnya ke telinga. Mendengar sambungan telepon berbunyi. Tao menunggu dengan sabar. Tidak biasanya gadis itu mengangkat teleponnya lama. Seharusnya Lyn sudah mengangkat telepon setelah bunyi sambungan ketiga. Namun tidak ada jawaban.

“Apa yang dia lakukan?” Tao akan menutup telepon. Sebelum ada yang mengangkatnya. Suara feminism wanita terdengar sampai telinga Tao.

“Tao~” Suara halus memanggil namanya. Pria China itu tersenyum. Lyn mengangkat teleponnya. Ia kira gadis itu sudah tidur.

“Kamu sudah melihatnya?” Hanya gumaman dari Lyn yang mengangguk walau tak terlihat sama sekali oleh Tao.

“Aku menyukai lagunya. Tapi aku tidak suka jika harus melihatmu menangis. Membayangkan dirimu tersakiti. Aku tidak mau kamu seperti itu.”

“Aku tidak akan menangis. Kalau kau tidak meninggalkanku,” jawab Tao jujur. Tidak ada jawaban dari Lyn. Sebuah keheningan yang tercipta di antara keduanya. Tao menunggu dengan sabar. Masih terdengar helaan napas dari Lyn.

“Sama halnya denganmu. Aku tak bisa meninggalkanmu, Tao.”

“Jadi, jangan pernah pergi dari sisiku.”

“Aku janji. Sebaiknya kamu tidur Tao. Aku tidak mau melihatmu sakit lagi.” Tao terkekeh mendengar ceramah dari Lyn. Gadis ini masih bisa menasehatinya walaupun suasana sedang serius. Tapi Tao menyukainya.

Arraseo, aku akan tidur. Kamu juga.tukas Tao.

“ Iya, aku mau tidur. Bye.”

“Aku merindukanmu.”

“Nado~ Kita pasti bertemu lagi. Jaga kesehatanmu.”

“Pasti. Good Night,”

Good Night~” Suara sambungan terputus mengakhiri percakapan mereka malam ini. Tanpa sadar titik air keluar dari kedua sudut mata sipit Tao.

“Kenapa aku menangis?” Tao cepat-cepat menghapus air matanya dalam diam. Bunyi nyaring dari ponsel Tao mengalihkan perhatiannya. Pesan masuk.

Aku tidak akan meninggalkanmu. Karena aku mencintamu. Aku juga merindukanmu. Waktu pasti mempertemukan kita lagi. -Lyn

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s