Heart Attack


Title : Heart Attack | Author @ferrinamd  | Genre : Fluff, Sweet | Rating : General | Length : Oneshoot | Main Cast : Do Kyung Soo ( D.O EXO K )

TP05

Aku masih melangkah dengan mata awas. Beberapa siswa-siswi berjalan melewatiku yang masih berjalan menuju kelasku.

“Rina !” sahut suara perempuan tidak asing di telingaku. Sungyoung teman sebangku di kelas. Langkahnya yang terburu semakin mendekat ke arahku. Hingga kami akhirnya berjalan bersama. Saling merangkul sampai ke dalam kelas. Sudah ramai dengan beberapa teman sekelas.

“Rina !” Sekali lagi seseorang memanggil namaku. Aku dan Sungyoung beralih pada sumber suara berasal. Kali ini lelaki menghampiriku sambil berlari dan aku mengenalinya. Kyungsoo, siswa kelas sebelah. Aku menjulukinya sebagai ‘Sang Maestro’. Karena suara merdunya dan kelihaian dalam bernyanyi tidak perlu diragukan lagi. Dengan tangan kanannya memegang gulungan kertas. Kemudian memberikannya padaku. Langsung kusambut dengan kedua tanganku.

“Ini, aku berikan partitur lagu yang sudah aku ubah. Rencananya nanti harus kau mainkan dengan piano, dan berduet bersamaku di acara amal satu bulan ke depan. Setiap sabtu dan minggu usahakan datang ke sekolah buat latihan jam 3 sore. Oke?” Segera kuanggukan kepala penuh semangat. Dia mengucapkan terima kasih padaku dan pergi dengan senyum yang terkembang.

Cieee~ yang lagi kasmaran.” Kulirik Sungyoung tengah tersenyum senang. Dia sangat semangat jika sudah menggodaku dengan Kyungsoo. Gadis ini sudah mengetahui aku menyukai pria itu.

“Jangan menggodaku. Aku sedang tidak ingin bercanda, Sungyoung. Ayo, masuk.” Aku berjalan masuk ke dalam kelas. Menuju meja yang terletak baris ketiga dari depan. Sungyoung mengikuti dari belakang dengan masih bersenandung senang.

“Sudahlah, kenapa kau tidak menyatakan perasaanmu? Dia harus berbangga hati. Kalau tahu dia adalah pria pertama yang menjadi kekasih sejati seorang Lee Ri Na.” Aku menatapnya sembari berdecak halus mendengar gurauannya. Seolah meledekku yang belum pernah mempunyai kekasih. Walaupun itu merupakan fakta yang ada.

*****

Setiap sabtu dan minggu aku benar-benar memenuhi latihan untuk acara amal yang akan dilaksanakan seminggu lagi. Aku bersama Kyungsoo masih terus berlatih walaupun bisa dikatakan perkembangannya sudah hampir bagus menurut guru pembimbing kami. Tapi bukan Kyungsoo namanya kalau harus berlatih lagi dan lagi sampai acara terselenggara. Dia pria yang penuh kerja keras. Aku menyukai hal itu.

“Mau minum?” Kyungsoo mengulurkan botol mineral kepadaku.

“Terima kasih.” Kuterima dengan senang hati. Membuka penutup botol dan segera kuminum isinya hingga setengah tersisa.

“Kuharap latihan kita tidak sia-sia. Kamu tahu aku sangat ingin acara ini sempurna dan lancar. Tidak ada yang cacat sekalipun. Yah, meskipun hanya acara amal tidak begitu besar. Aku ingin acara amal menjadi berkesan bukan buat kita tapi buat mereka, anak-anak kecil yang hadir.” Aku mengangguk sembari tersenyum hangat.

“Untuk hari ini, lebih baik kita akhiri. Aku yakin kamu sudah lebih baik dari sebelumnya. Semoga duet kita berjalan lancar.” Tangan kanan Kyungsoo terulur di hadapanku. Aku tautkan tangan kanan milikku. Kembali muncul debaran aneh namun menyenangkan. Aku menyukainya, sangat.

“Iya, aku harap juga seperti itu.” Lalu Kyungsoo berdiri dan masih menggenggam tangan kananku erat. Mengajak berdiri bersamanya.

“Nah, sekarang aku mau mentraktirmu makan. Kau harus ikut.”  Ada getaran hebat ketika kami bersentuhan tangan. Namun aku bisa lebih terlihat nyaman bersama Kyungsoo. Seorang pria hangat bagi diriku. Bila harus berlama dengannya Kurasa aku tidak sungkan menerima.

Bisa kutebak ia mengajakku ke dalam kantin. Kiranya kami akan makan cuma berdua. Sayang sekali, tiga teman yang lain ikut bergabung. Mereka tertawa dan meledek Kyungsoo, ketika tahu akan mengajakku makan bersama.

Beberapa celetukan ringan membuatku bingung sesaat. Sebelum Kyungsoo menyadarkanku untuk mau bergabung. Aku menurutinya dengan duduk di antara Kyungsoo dan Kai tanpa menghiraukan barang sedikitpun. Hanya saja Kyungsoo langsung diam seribu bahasa tanpa menanggapi perkataan teman-temannya.

*****

Hari dimana penantianku segera terjawab. Berada di ruang tunggu. Mengawasi jam dinding bergerak detik per detik. Semakin membuat jantungku berdegup keras. Mengenakan gaun berwarna putih gading selutut. Aku melatih mimik mukaku dari yang tersenyum hingga tertawa semanis mungkin. Sampai pintu ruangan terbuka sedikit. Menyembulkan kepala Kyungsoo melongok di antara celah pintu. Rambut biasa miliknya, dia buat sebagus mungkin. Menjadi lebih modern dengan model anak muda.

“Rina, kau didalam?” Aku berpaling menatapnya sambil tertawa melihat tingkah lucu Kyungsoo layaknya anak kecil.

“Masuklah.” Ia masuk perlahan. Mendapati dirinya mengenakan kemeja panjang putih dipadu celana hitam, serta jas hitam tersampir rapi pada tangan kanannya. Dia sangat tampan.

“Kau cantik, Rina.” Seketika muncul rona merah di kedua pipiku. Terdengar tawa ringan dari suara Kyungsoo yang sangat kusukai.

“Kau juga tampan,” sahutku diiringi suara tawa khasnya lagi.

“Baiklah, sekarang saatnya ke panggung. Giliran kita tampil.” Kyungsoo berjalan keluar ruangan disusul diriku mengikutinya dari belakang.

Penampilan kami disambut tepuk tangan riuh. Bersyukur anak-anak yang hadir menyukainya. Sebuah tangan kokoh mengenggam tangan kiriku. Itu Kyungsoo. Memberi isyarat untuk membungkuk demi menghormati orang-orang yang sudah hadir dan menonton penampilan kami berdua. Tepuk tangan riuh masih menggema hingga kami turun dari panggung. Menuju belakang panggung. Aku berjalan di belakang pria manis tersebut.

Dari kejauhan, aku melihat teman-teman Kyungsoo berdiri di lorong. Salah satunya, Chanyeol melambaikan tangan kepada kami. Sangat kontras dengan tinggi badannya melebihi yang lain. Kami berdua masih melangkah hingga mendekati mereka.

Aku berhenti sejenak, memberi sapaan hangat pada mereka. Terbersit suasana ganjil ketika kedua mata Kai mendelik ke arah Kyungsoo tepat berada di sebelahku. Aku berlalu tanpa pikir panjang. Sampai kudengar kasak-kusuk halus dari mereka.

“Rina, tunggu !” Baru beberapa langkah, suara memanggil namaku. Aku berbalik, melihat Kyungsoo mengejarku. Mengambil langkah lebar. Dibelakangnya Chanyeol, Baekhyun, dan Kai senyam-senyum tak jelas.

“Aku ingin bilang sesuatu padamu.” Kyungsoo sudah berada di depanku. Siap merangkai kata yang sudah dia siapkan.

“Kalau bisa, kau jangan menjauh dariku setelah mengatakan hal ini.” Sejenak aku bingung, berpikir, dan akhirnya mengangguk menerima semua kata-kata yang akan diutarakannya.

“A.Aku menyukaimu.” Ucapannya menohok hatiku. Hal yang tidak terduga keluar dari mulutnya. Tangan kananku menutup bibir yang ternganga seakan tak percaya. Kyungsoo menyukaiku? Ini jauh dari apa yang aku bayangkan. Aku kira dia…

“Maukah kau menjadi kekasihku?” Ucapan sederhana yang pasti aku jawab dengan anggukan. Tanpa mengeluarkan kata-kata dari mulutku.

“Benarkah?  Kamu menerimaku?” Sekali lagi aku mengangguk dengan yakin. Bagaimana mungkin aku tidak menerima seorang pria yang sangat aku cintai? Perasaanku terbalas. Kyungsoo bergerak memutar, lalu memelukku cepat.

Sorak-sorai kejauhan menyambut kami. Berasal dari ketiga lelaki itu. Kulirik dari sini, mereka ber-high five satu sama lain. Seakan-akan merayakan keberhasilan Kyungsoo menyatakan cintanya padaku.

Tunggu ! itu Sungyoung bersama Sehun juga hadir. Mereka berdua melambaikan tangan padaku.

“Selamat, Rina. Ternyata Kyungsoo sangat menyukaimu.” Teriakan Sungyoung diiringi tawa riuh dari pria-pria yang ada disana.

Kyungsoo mengambil alih tangan kananku. Menatap wajahnya yang tersenyum sumringah. Semburat merah muncul di kedua pipi chubby miliknya. Aku hanya tertawa malu.

“Ayo, kita pergi.” Pria itu menarikku ke dalam rangkulannya. Tangan kirinya melingkar sepanjang bahuku. Berusaha membuatku nyaman. Aku menyukainya.

 keutt…
Iklan

3 tanggapan untuk “Heart Attack

  1. Sweet >_< aku paling suka ff yg sederhana dan ini sederhana tp keren dan manis 😀
    masa aku baca untuk yg kedua kalinya dan ganti nama rina jadi nama aku coba *alay -_-
    sequel~ sequel~ :3

    Suka

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s