Happy Birthday, Uri Dongsaeng. Full story about you :”)


Camera 360

HAPPY BIRTHDAY , MAGNAE TERCINTAAAAA.
SAENGIL CHUKKAHAMNIDA, LIDYA SOFIANI.
adik tercinta, saudara tersayang, teman debat, teman usil, dan lain lain(?).

Selamat ulang tahun ya sayaaaaang~ ;3;

umur bertambah, kepala dua telah tiba. Semakin baik, semakin segalanya. Tua itu pasti dewasa itu pilihanmu. Yang pasti lo udah hidup selama dua puluh tahun dikelilingi orang orang tersayang.

Baik, sekarang kita mulai cerita XD cerita dari segala bentuk diri lo yang gue sangaaaaat kenal. Kalo liat lo berasa ngaca (?). Hahahha maksudnya disini, sifat kita hampir sama. Walaupun ada perbedaan disini.

altAoA04lyKkZBqlfEr2uBOhTOL_-lx9nbP8bNkb-e921I8

Gue kenal lidya, seorang cewe sunda yang sebenarnya udah gue kenal sejak Sekolah Dasar. Kesan pertama liat dia itu judes, mungkin faktor muka. Cuek, tapi sebenarnya dia baik kok kalo udah deket. Jinak-jinak merpati gitu deeeeh :p

Makin lama, sejak kami lulus Sekolah dasar. Dan gue dan lidya kembali satu sekolah di Sekolah Menengah Pertama. Siapa sangka cewe pintar macam dia bisa satu sekolah lagi? Secaraaaaa pasti dia bisa pilih sekolah yg lebih bagus diatas satu tingkat dari sekolah yang gue pilih. Tapi yang namanya takdir (lebay !) mempertemukan kami kembali. Hahahaha

Sudah satu sekolah, kita satu kelas pula. Sebangku lagi. Siapa coba yang ga nyangka bakal ketemu sedekat ini *excited >///< Yg pasti ini kebetulan. Gue jg ga bakal ngira bakal ketemu sama ini anak kalau bukan karena suatu ketidaksengajaan.

Awal kenal (lebih) dekat sama Lidya. Dia anaknya kaku. Sebelas-duabelas sama gue. Kami diem-dieman aja, tapi akhirnya ngobrol, ngobrol, dan ngobrol. Semakin hari, semakin lama kita jadi nyambung. FYI, dia emang anak yang asik. Malah gue beranggapan dia itu polos dibandingkan gue. Lebih mempunyai kadar kecemasan daripada yang gue miliki, tapi di satu sisi dia bisa lebih pede dari yang gue sangka. Awal kita di lingkungan sekolah baru, dia kemana pun, dimana pun pasti minta di temenin, sampe ke kamar mandi pun juga. Ini termasuk tapi gue anggap dia penakut /slap. Hahahaha. Sama kaya gue siiih tapi gue santai aja toh kita berdua sama-sama penakut. Tapi tentunya gue lebih berani daripada lidya. xpp

Dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan selama hamper setahun. Gue dan Lidya jadi lebih dekat. Kami selalu share berbagai hal yang ada di sekitar kita. Intinya sih kami udah bisa saling terbuka karena udah kenal banget. Jadi lah kami temen dekeeeeeeet. Sampai akhirnya gue ketemu Maya, Ratna. Kami kenalan, cakap-cakap. Dan kami berempat cocok satu sama lain. Maya dengan sosok wanita berkacamata. Ratna, seorang wanita sunda yang berkerudung, jadi temen usil gue, temen yang paling bisa ngajarin di saat gue blm paham sama yang namanya matematika, kimia, yaaah semacam hitung-hitungan. Bersyukur kenal mereka.

Sayangnya, semenjak naik kelas dua SMP. Kami sejenak ga berhubungan intens lagi. Seperti awal kelas satu SMP dan sekelas juga. Karena kelas kami berbeda yang satu dengan yang lain. Paling deket juga kelas gue sama Lidya. Kelas kami bersebelahan. Yang bikin kami masih bisa saling komunikasi laaaah. Hanya sama Maya dan Ratna aja. Kami berdua beda lima atau enam kelas. Jadinya gue kelasnya dekat lapangan, sedangkan mereka berdua di dekat kantin. Tapi Maya sama Ratna juga kelasnya ga berbeda jauh kaya gue dan Lidya. Jadilah kami bisa kumpul pas istirahat. Itu pun ga sering ngumpul. Sama pas jam pulang. Dan sama aja ga ketemu sewaktu sekelas dulu.

1001897_152629738264184_611615464_n

Nah, abis masa-masa berat (?) kita terpisah jauh. Kelas tiga SMP kami berempat bertemu lagi. Malahan sekelas lagi. Ga duga juga sih. Karena penghuni kelas 3 SMP juga sama saja kaya waktu kelas satu SMP dulu. Perbedaannya sama pertambahan murid baru hanya satu, dua orang. Jadilah kami deket lagi. Duduknya depan belakang lagi. Ga berapa lama, kami saling pindah tempat duduk. Semacam buat rotasi perpindahan tempat duduk bergiliran. Biar ga bosen juga. Tetap saja gue dan Lidya ga jauh-jauh. Lagi-lagi sekelas dan sebangku (lagi). Udah kaya anak kembar rasanya. Ga bisa pisah #eaaaaa. Sama Maya dan Ratna juga sebangku lagi. She’s my classmate XD

Lidya makin jadi anak yang yaaah lebih bisa bergaul laaah. Ga kaya dulu waktu masuk sini. Apa-apa harus minta dianterin. Itu kemajuan yang menurut gue lumayan bagus. Dan dia jauh lebih pede dari gue. Yaudah kami main bareng, belajar bareng. Sampai kelulusan itu tiba. Ga kerasa  bakal berpisah. Karena gue dan teman sekelas di kelas tiga itu bener-bener nikmatin yang namanya kebersamaan. Selalu ada aja yang bisa kami bereskan dengan berkumpul dan rapat kelas. Melebihi kedeketan keluarga mungkin. Kalau disuruh milih, gue mau banget balik lagi ke zaman SMP. Mengenang waktu SMP dulu. Banyak banget kenangan yang ga terlupakan yang selalu akan terkenang dan tersimpan dalam otak gue. Agak menyedihkan sih inget zaman dulu, mau kenang lagi. Tapi itu udah lama dan ga mungkin gue harus balik lagi, berpikir dua kali juga. Hidup gue di masa depan dan harus lebih bisa berkarya lagi buat kedepannya.

Hingga sekarang, tepat 8 tahun berlalu sejak kelas satu SMP. Kenal dekat sama satu anak ini, Lidya Sofiani. Dia mulai bisa lebih percaya diri. Bisa mengeluarkan apa yang jadi pemikirannya, pendapatnya, atau semua isi hati berani dia keluarkan tanpa takut reaksi orang bagaimana. Asalkan dia bisa lega dan yang pasti jujur. Walau terkadang ada saja masalah yang buat dia lagi-lagi minder atau galau. Gue sebagai temen dan dianggap onnie -___-“ bagi dia berusaha kasih solusi yang gampang buat dia jalanin. Dia itu terampil dandan yang gue sadarin betul sebagai sesama wanita. Ga lupa dengan Maya, Ratna. Meski kami beda sekolah waktu SMA dan kuliah juga udah beda tempat, beda jurusan. Tapi kami masih suka kumpul. Sekalinya kumpul pasti gila-gilaan. Ga kenal waktu, sama kondisi kalo udah diajak bercanda. Lidya emang gokil, satu lagi kadar kecemasannya ga ilang. Dia masih sama kaya gue. Kita saling mengisi X)) 

Suatu ketika pernah kami berdua hadirin seminar macam motivasi gitu. Harusnya gue dihadiri sama ibu juga. Gue pergi berdua sama Lidya, serta ibunya Lidya. Setelah acara selesai ada tes mengenai tanda tangan. Jadi tuh disini tanda tangan kita diamatin. Orang bisa tahu dari tanda tangan yang kita buat. Awalnya cuma buat ibu sama anak. Tapi setelah ibunya Lidya minta izin biar gue dibolehin. Dan akhirnya dibolehkan gue ikut juga. Disitu suruh tanda tangan. Tentunya setelah ibu dan Lidya tanda tangan. Di jelaskan laah hubungan mereka berdua harus gimana sebagai ibu dan anak. Dikasih solusi dan cara penanganannya.

Sebenarnya ini juga seminar untuk anak dan ibu. Gue baru tahu setelah masuk ke ruang acara berlangsung. Dan berhubung nyokap gue ga bisa ikut. Jadinya, penjelasan ibunya Lidya dan dia sendiri sampai giliran gue. Diterangin deh sifat gue gimana, harus bertingkah seperti apa yang seharusnya. Sampai gue dikasih tahu pertemanan gue sama Lidya bisa awet. Karena kami berbeda sikap, walaupun watak kita sama. Kalau diibaratkan gue itu Air, dan Lidya itu Api. Karena gue orang yang pendiem, kalem, tenang, sedangkan Lidya lebih aktif dan bertingkah (ga bisa diem). Berbanding terbalik kan??

Dari situ gue tahu, mungkin kami memang ditakdirkan saling mengisi dan bersama. Dalam arti pertemanan kami memang baik. AMIN. Tanpa terkecuali dengan Maya dan Ratna. AMIN.

Foto (88)

Sama halnya, saat kami bereempat kenal dekat dengan Saipul Imam. Ga tau lebih tepatnya kami bisa kenal. Awalnya dia itu teman satu sekolah Nazilatul di Sekolah Dasar. Dan mereka berdua ketemu  lagi di Sekolah Menengah Pertama. Dan bertemulah gue, Lidya, Maya, dan Ratna. Kesan pertama liat dia itu agak aneh, kalau boleh gue bilang dia agak gimana gitu. Ga bermaksud asal nilai. Tapi gue liatnya begitu. Abis dia main sama cewe mulu. Intensitasnya lebih banyak ke cewe daripada ke cowo. Tapi kesini-sini gue tahu, Saipul itu pria sejati (AWAS !! TERBANG ) beneran deeeeh gue haha. Dia anak yang asik. Yang gue tau dia itu juga emang lebih suka deket atau main sama cewe karena menurut dia cewe itu lebih asik diajak bercanda. Atau apa gitu gue lupa :p  Kecuali dia ga suka cewe yang kecentilan atau semacamnya. Tapi pastinya dia layaknya pria normal lainnya. Main sama cowo juga. Ngomongin otomotif lah, motor lah, bola laaah, segala hal tentang cowo deh. Jadi gue tahu dia pria yang asik. Bukan berarti gue suka terus cinta. Ga sama sekali. Karena gue merasa kita semua cocok temenan. Dia bisa jadi kakak buat gue meskipun dia lebih muda dua bulan dari gue. Bisa jadi adik yang kocak. Ada aja pembicaraan yang bisa dibuat lucu buatnya. Kita sebagai temannya sih yaah. Fine. Fine aja. Enak diajak curhat dan suka kasih solusi yang buat gue selalu tepat dan berguna /blush.

cats

Terima kasih yaaaaaah bang cipuuuul ;3;

Thank you for taking care for me always. So thank you very much. still makes me smile and I hope we are always together :”)

TERAKHIIIIR…..

Camera 360

HAPPY BIRTHDAY, URI DONGSAENG.

WE LOVE YOU

dmmjhcvdsv

 

 all the best for you. still be yourself and always useful for the beloved people. SARANGHAE ! (^3^)

Iklan
Dikirimkan di mind

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s