Happy Joonmyun Day


Title : Happy Joonmyun Day | Author :  @ferrinamd | Genre : FluffRating : GeneralLength : Oneshoot Main Cast : Kim Joonmyun (Suho EXO-K)

SUHOOO
Setiap hari harus disibukkan dengan latihan dan latihan. Badan Suho terasa sakit rasanya. Baru saja tadi dia tidur nyenyak. Namun sekarang sudah berada digedung latihan. Sebentar lagi grupnya akan segera comeback. Jadi sangat menyita waktu yang ia miliki untuk privasinya sendiri. Beberapa menit Suho berlatih, bunyi pesan masuk terdengar. Segera Suho merogoh benda persegi panjang hitam tersebut. Membuka pesan yang baru saja masuk.

From : Jaejoon~
Oppa, apa kau sibuk?Aku ingin bercerita. Bisa kita bertemu T___T

Itu pesan dari Jaehyun kekasihnya. Tidak biasanya dia mengirim pesan. Kalau pun mengirim pesan semacam ini pasti ada masalah. Jaehyun orang yang sibuk. Tidak, dia seorang mahasiswi jurusan jurnalistik. Jika dia sibuk itu karena memang tugasnya yang melimpah banyak. Sering kali Suho mendapat pesan seperti tadi saat Jaehyun sedang galau.

To : Jaejoon~
Kamu kenapa lagi? Galau? Banyak tugas? Ceritakan padaku.

Langsung dikirim pesannya pada Jaehyun. “Hyung, kemari,” ajak Sehun, magnae EXO K padanya. Suho tersenyum “Sebentar beri aku waktu beberapa menit lagi,” pinta Suho. Tepat pesan masuk dalam ponselnya

From : Jaejoon~
Pasti kau sibuk? Lebih baik tidak usah. Lain kali saja. Aku maunya bertemu tidak lewat sms seperti ini. Maaf aku mengganggumu,oppa.

Suho mengernyit heran. Kalau sudah begini mau tak mau dia harus menyempatkan diri bertemu Jaehyun. Lagipula sudah lama ia tidak bertemu dengan Jaehyun. Sejenak ia berpikir isi pesan apa yang akan ia sampaikan pada Jaehyun. “Ah begini saja.”

To : Jaejoon~
Jangan ngambek. Kau jelek tahu kalau lagi ngambek. Aku usahakan menemuimu. Dimana kau sekarang, hyun?

Selang beberapa saat, pesan diterimanya lagi. Mendapati itu Suho membuka pesan baru.

From : Jaejoon~
Tidak kok. Ga usah sok tahu yah :pp aku  lagi di Cheonggyecheon Stream. Dekat toko eskrim.

“Disana. Itu tidak terlalu jauh,” serunya pelan.

To : Jaejoon~
Okay, tunggu aku 15 menit lagi. Jangan kemana-mana.

Suho menjejalkan ponselnya ke dalam ransel. Dia melihat sekeliling ruangan. Anak-anak sedang istirahat. Mereka berkumpul di pojok ruangan. Tengah bercanda tanpa menghiraukan keberadaan Suho yang sendirian.

“Cih aku dilupakan,” cibir Suho. Dia berdiri menghampiri manager Hyung yang tengah mengobrol bersama staff di gedung ini.

“Hyung, hmm.” Pria tersebut menoleh mendapati Suho menghampirinya.

“Oh, ada apa Suho?” Manager hyung selesai berbicara dengan staff setelah Suho menghampiri dirinya.

“Aku boleh meminjam mobil mu,hyung? Aku ada urusan sebentar dengan Jaehyun.” Suho tersenyum kikuk melihat manager hyungnya menatap Suho penuh selidik. Kemudia pria hampir berkepala empat itu tersenyum tanpa diduga membuat Suho heran tapi berusaha ia tutupi dengan pintarnya.

“Jaehyun? Kekasihmu?”

“Dia bukan kekasihku hyung. dia hanya__teman.” Salah satu alis mata manager Hyung terangkat. Menelisik mata Suho yang ia rasa sedang melakukan kebohongan. Ia sudah tahu Suho mempunyai gadis. Banyak cerita yang ia dengar dari member EXO lainnya. Tak mau menampik bahwa dalam grup tidak boleh salah satu member diantaranya berpacaran. Jelas itu mengganggu konsentrasi mereka. Tapi untuk Suho, ia rasa berbeda. Pria muda ini bisa memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Semoga tetap berlanjut terus sampai nanti.

“Benarkah? Tidak apa-apa kamu pacaran, Suho. Aku percaya kau bisa profesional sebagai leader terutama. Ini aku berikan.” Suho tersenyum cerah, matanya berbinar menatap kunci mobil milik manager hyung saat tahu dia diperbolehkan untuk meminjamnya.

“Boleh aku meminjamnya? Terima kasih, hyung. Aku pergi.”

“Eits, tunggu dulu. Aku berpesan lain kali kau undang pacarmu itu kemari.” Suho mengernyit heran. Dia menggaruk leher belakangnya tak gatal sekalipun. Akhirnya dia mengangguk pasrah. Mungkin memang tidak mudah dia menyembunyikan hubungannya. Lama-kelamaan pasti banyak yang mengetahui. Bersyukur kalau manager hyungnya tidak bereaksi berlebihan malahan managernya menyambut gembira hubungan Suho dan Jaehyun. Meskipun masih seumur jagung. Suho harap hubungannya bisa awet tanpa halangan apapun. Ya, Suho berharap.

“Sudah, sudah sana pergi. Aku tunggu 2 jam lagi.” Suho menggangguk tersenyum dan berjalan keluar tanpa ada kecurigaan yang menyelimutinya.

Sedangkan…

“Dia sudah pergi anak-anak. Kemari,” perintah pria berbadan kurus tak lain manager hyung pada member EXO lainnya. Segera saja mereka bergabung menjadi satu.

“Bagus, Suho hyung tidak curiga.”

“Kuharap Jaehyun berhasil menyita perhatian Suho sesaat.”

“Pasti berhasil. Jaehyun wanita yang pintar.”

“Semoga saja. Sampai Suho pulang nanti kita sudah selesai mempersiapkannya.”

•••••

Jaehyun masih melangkah menyebrangi jalan.  Terus, dan terus sampai bunyi berdecit antara ban beradu dengan aspal jalan. Mengagetkan Jaehyun sontak berjongkok tanpa bisa menghindari mobil yang melaju ke arahnya. Jalanan itu ramai, Jaehyun tidak sadar sama sekali ada mobil melaju nyaris menabrak dirinya. Jika pengemudi mobil Audi A5  itu tidak menge-rem mendadak dia akan mati saat itu juga. Masih untung adegan menimpa dirinya di tepi jalan. Tanpa menarik perhatian orang sekalipun.

Seorang pria keluar dari mobilnya. Menghampiri Jaehyun yang masih meringkuk ketakunan. Dibenaknya merasa kematian sudah dekat padanya. Untung mobil ini cepat berhenti. Coba kalau tidak, bisa saja Jaehyun mati konyol di jalan seramai ini.

“Hyun, berdirilah,” ucap seorang pria mendekatinya sudah berjongkok melihat kondisi Jaehyun. Masih sedikit gemetar karena kekagetan yang melandanya. Sungguh ini pengalaman yang memacu adrenalin dalam diri Jaehyun. Perempuan itu mengangkat dagu. Demi melihat siapa yang mendekatinya. Dialah pengendara mobil itu. Dan Jaehyun sangat mengenal siapa dia. Orang yang baru saja berkirim pesan dengan Jaehyun.

“Joon oppa !” pekik Jaehyun. Badannya terdorong memeluk leher pria putih dihadapannya. Beberapa orang melihat mereka berdua. Merasa heran dengan kondisi dan situasi yang agak ganjal. Tapi pria berpelukan dengan Jaehyun sekarang hanya tersenyum malu pada orang-orang yang lewat sambil memeluk balik Jaehyun dalam dekapannya. Ada suara isakan kecil berasal dari Jaehyun.

“Bangunlah, masuk ke mobil dan ceritakan padaku.” Jaehyun menarik diri. Segera berdiri diikuti pria mengenakan jaket hitam dan kupluk abu-abu sedikit menyamarkan identitasnya dari orang sekitar. Kemudian menarik Jaehyun kedalam pintu penumpang mobil miliknya.

“Cepat masuk,” suruhnya. Jaehyun menurut masuk tanpa ada protes sedikitpun dari gadis tersebut. Pria itu memutar arah menuju bangku kemudi. Dia menyalakan mesin mobil yang akhirnya melaju ke jalan ramai.

Selama perjalanan hanya ada keheningan. Jaehyun menatap pria di balik kemudi mobil. “Oppa, katanya kau sibuk?” tanya Jaehyun pelan tanpa bermaksud mmenyinggungnya.

“Ternyata kau orang yang gampang dibohongi yah? Mudah sekali percaya dengan omongan orang lain,” ucap pria tersenyum senang melihat sekilas wajah Jaehyun yang tampak bete setelah tahu dia dibohongi.

“Suho oppa, ini tidak lucu. Aku sedang tidak mood bercanda dengan siapapun. Aku mau cerita, aku sebal oppa~,” pekik Jaehyun bergerak gelisah.

“Jangan bilang kau pergi tanpa izin sama orang tuamu?” Jaehyun mengangguk sambil meringis melihat tatapan maut pria bernama Suho.

“Hyun, mau sampai kapan kau pergi tanpa izin ? Aku antarkan pulang yah?,” tawar Suho masih mengendarai mobilnya.

“Oppaaaa~ aku mohon jangan antar aku pulang. Temani aku dulu ne?” Suho berpikir sejenak apa dia antarkan Jaehyun dulu atau menemani gadis itu entah kemana. Tapi akhirnya dia memutuskan,

“Baiklah, hyun. Aku temani kau. Mau kemana?” Jaehyun menoleh cepat ke arah Suho dengan mata berbinar.

“Beneran? Suho oppa tidak marah denganku?” Suho tersenyum sambil mengacak rambut Jaehyun penuh kasih. Suho mengangguk pelan.

“Bisa saja  aku marah padamu. Tapi tetap aku tidak sanggup marahan lama-lama dengan kekasihku sendiri. Kau mau kemana hari ini nyonya Kim?” Suho tersenyum lembut. Pipi Jaehyun merona merah memandangi wajah Suho tersenyum padanya

“Baiklah. Kita ke toko eskrim dekat Cheonggyecheon Stream yah?”

“Kau ingin makan eskrim? ini masih musim dingin, hyun. Kamu nanti sakit.” Suho khawatir jika harus menerima tawaran gadis disebelahnya. Bukan karena hal lain. Yang ia takutkan kesehatan Jaehyun belakangan ini mudah drop. Biasanya ini terjadi karena Jaehyun mudah merasa stress berdampak dengan kesehatannya. Itu yang selalu Suho khawatirkan, andai saja dia bisa setiap saat menjaga gadisnya dia tetap tenang. Tapi nyatanya berbeda jauh, tidak bisa sering kali melongok atau datang kerumah Jaehyun sekedar untuk menengok keadaan Jaehyun. Selain kunjungannya bertemu orang tua Jaehyun yang mengetahui hubungan mereka berdua.

“Kali ini saja, oppa. Please.” Suho menggeleng tegas. Ia tidak mau berbaik hati pada keinginan gadis ini. Bisa jatuh sakit nanti kalau tetap mengikuti permintaan Jaehyun. Takut kesehatan Jaehyun terganggu karena minum sembarang.

“Aku bilang tidak. Tetap tidak, Song Jaehyun. Kumohon turuti perkataanku. Selain eskrim kau bisa minta yang lain. Apa mau kubelikan coffe?” tawar Suho. Mobilnya menepi di pinggir jalan tidak jauh dari Cheonggyecheon Stream berada. Suho keluar dari pintu mobilnya tanpa melirik Jaehyun yang sebal dengan sikap protektif Suho padanya. Mau tak mau Jaehyun keluar dari mobil menyusul Suho yang entah kemana perginya. Terpaksa dia menunggu di pintu depan mobil sedikit bersandar pada mobil Audi A5. Jaehyun pastikan mobil ini bukan milik Suho.

Beberapa lama, Suho datang mendekat. Berdiri tepat samping Jaehyun tengah mengomel sendiri tanpa sadar kehadiran Suho. “Masih marah yah?” Jaehyun menengadah menatap sebal Suho. Pria itu menyerahkan sebuah cup langsung diterima Jaehyun. Hangat menyergap dari cup pemberian Suho menghantar pada jari jemari Jaehyun. Bibir Jaehyun menyesap minuman yang ternyata Milktea, minuman yang sudah lama tidak ia minum.

“Bagaimana? Sudah merasa enak?” lagi Suho bertanya meskipun tadi Jaehyun tidak menghiraukan pertanyaan darinya. Jaehyun mengangguk ragu. Matanya tetap tertunduk mengamati cairan coklat hangat yang mengepul menerpa wajah mulusnya. ‘Hangat’, bisik Jaehyun dalam hati.

Suho hanya tersenyum senang sambil mengacak rambut Jaehyun mengetahui gadisnya menerima minuman yang menurutnya pilihan terakhir dari segala jenis minuman hangat yang tersedia di kedai pinggir jalan. Meskipun matahari bersinar terik tapi cuaca masih saja dingin. Jaehyun  mengeratkan mantel miliknya begitu angin berhembus pelan meninggalkan hawa dingin dengan tangannya yang bebas.

“Ikut aku.” Suho menarik tangan Jaehyun. Mengajak gadis itu menuju bangku panjang besi berwarna putih. Mereka berdua duduk perlahan nyaris tanpa bunyi derit bangku yang kelihatannya sudah berumur lama. Jaehyun kembali menyesap milktea di tangannya. Mengusir keheningan yang tercipta, Suho jadi jengah ia menatap Jaehyun masih meminum tanpa mau melihatnya yang jelas-jelas ada di sisinya.

“Mau sampai kapan kau diam, hyun? Katakan sesuatu. Kamu bilang mau bercerita?” Jaehyun beralih melihat Suho jengkel pada dirinya. Gadis itu menghela nafas mendapati Suho kesal karenanya. Bukan bermaksud seperti itu, hanya dia tidak tahu harus memulai darimana. Terlalu banyak pikirannya bercabang memikirkan masalah yang menimpa dirinya. Dimarahi dosen karena tidak dapat mengejar  deadline tugas yang ditanggungnya, merasa tidak diperhatikan hari ini, ibunya pergi berbulan madu bersama ayah tanpa bilang apapun tadi pagi, dan lagi adik laki-lakinya, Jaemoon pergi menginap bersama temannya. Tinggal Jaehyun yang ada dirumah. Dia lupa kalau tidak perlu khawatir pulang terlambat nanti.

“Maaf, oppa. Aku tidak tahu harus bercerita dari mana. Banyak hal yang aku mau ceritakan.” Jaehyun meletakkan cup minuman diatas bangku. Digenggam kedua tangannya, saling mengeratkan satu tangan dengan tangan lain. Suho merasa ada hal aneh kali ini dengan Jaehyun. Entah apa yang ia rasa, yang pasti Suho tahu ada yang ganjil. Segera tangan kanannya yang bebas memegang pundak kanan Jaehyun. Merangkul bahu Jaehyun yang seakan rapuh. Kepala Jaehyun otomatis bersandar pada bahu tegap milik Suho. Diusap lembut bahu Jaehyun. Memberi kehangatan lebih pada gadisnya.

“Ceritakan apa yang ingin kau utarakan. Jangan memendamnya itu hanya akan menyulitkanmu.” Jaehyun memejamkan mata,menghirup dalam aroma maskulin pria hampir setahun menemaninya.

“Aku bingung,oppa. Sayangnya aku tidak bisa menceritakannya sekarang.”

“Katanya mau bercerita. Hyun, jangan bilang kau mengurungkan niatmu itu?” Hanya anggukan yang dirasakan Suho dibahunya. Sedetik kemudian,  Jaehyun melepas tautan kedua tangannya, lalu memeluk pinggang Suho. Memberikan kejutan pada tubuh Suho yang bergetar, dan juga jantungnya berdegup tak normal.

“Aku mohon,oppa. Aku janji lain waktu aku akan ceritakan. Waktu kau datang tadi semua yang aku ingin utarakan menguap begitu saja, oppa,” ujar Jaehyun terus terang. Suho menghela napas pelan. Tanpa menbuat pergerakan sama sekali.

“Arrasseo, aku mengerti. Lain kali bisa kamu ceritakan, hyun,” sahut Suho semakin mengeratkan rangkulannya.
Angin semilir semakin berhembus menerbangkan anak rambut Jaehyun.
Keduanya menikmati waktu berdua tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang menyadari, terlebih mengetahui pria yang bersama dengan Jaehyun. Gadis itu yang pertama kali bereaksi dengan keadaan sekitar. Berbeda dengan Suho yang masih menikmati wangi rambut Jaehyun didalam dekapannya.

“Oppa, lebih baik kita masuk mobil sekarang.” Jaehyun merenggangkan sedikit pelukannya merasa terganggu dengan situasi yang ada. Suho menoleh menatap wajah Jaehyun dari dekat. Rona merah muncul dari kedua pipi Jaehyun merasakan tatapan Suho yang lembut namun intens. Siapa coba yang tidak akan luluh dengan tatapan pria berwajah rupawan itu?

“Apa? Kau tidak nyaman dipelukanku?” Jaehyun menggeleng pelan. Wajahnya sedikit menjauh tapi Suho keburu mencium dahi Jaehyun lama. Sontak Jaehyun kaget namun tidak beranjak dari posisinya. Sikap Suho cukup menjelaskan kalau pria itu   sedang serius pada apa yang ada sekarang. Suho melepas kecupan didahi Jaehyun. Tersenyum senang melihat Jaehyun melongo raut kekagetan masih melanda. Jari Suho melayang menyentil dahi Jaehyun.

“Oppa, kau merusak suasana romantis yang kau buat sendiri. Tidak asyik,” keluh Jaehyun. Suho melepas rangkulannya seketika mendengar dering telepon berbunyi nyaring dalam kantung celananya.

“Yeobeoseyo.”

“…”

“Ah ya sebentar lagi aku pulang hyung. Tunggu beberapa menit lagi.”

“…”

“Ah, tapi hyung aku tidak__”

“…”

“Baiklah, aku akan mengajaknya. Ye, annyeong.” Suho menatap Jaehyun bimbang. Baru saja tadi manager hyung menelponnya untuk segera pulang. Waktunya sudah habis, tapi yang mengejutkan pria berumur itu menyuruh Suho mengajak Jaehyun ke dorm. Bisa mati mengajak gadisnya kesana akan susah sepertinya mengundang Jaehyun. Kenapa manager hyungnya mendadak seperti ini. Jaehyun memandang pasrah ke arah Suho selesai dia berbicara pada seorang diseberang sana.

“Jangan menunjukkan wajah seperti itu, hyun.”

“Pasti kau mau pulang. Iya kan?” Suho mau tak mau mengangguk.

“Iya, tapi aku harus membawamu juga ke dorm. Tidak tahu kenapa manager hyung begitu penasaran denganmu. Semua sudah tahu hubungan kita.” Jaehyun  seharusnya cepat pulang. Agar dia bisa istirahat juga menyegarkan pikirannya yang sedikit berantakan hingga siang ini. Tapi dia  harus mengajaknya Jaehyun ke dorm.

“Benarkah? Bagus dong banyak yang tahu. Sudah banyak juga yang mendukung hubungan kita,” ujar Jaehyun riang. Kedua tangannya merangkul lengan kiri Suho erat. Diam-diam Jaehyun tersenyum samar. Ia rasa permainannya berhasil. Sebentar lagi akan ada kejutan untukmu, jagi. -bisik Jaehyun dalam hati.

Suho rasa ada yang tidak beres hari ini. Semua orang begitu mencurigakan. Dia berusaha mengenyahkan pikiran negatif dalam otaknya. Itu mungkin efek kelelahan yang dirasanya. Sampai memikirkan yang tidak-tidak. Suho bangkit sambil memegang tangan Jaehyun erat. Membawa gadisnya ke dalam mobil. Kemudian melaju perlahan membawa mobil Audi A5 menuju dorm.

Sepanjang perjalanan hanya ada kesunyian diantara mereka berdua. Suho juga tidak tahu mau bicara apa. Jaehyun pun tidak mengawali pembicaraan padahal dia sendiri yang mengajak Suho untuk bertemu. Yang ia lihat hanya gadisnya bermain dengan gadget miliknya. Kepala Suho menggeleng malas mendapati kekasihnya sendiri mengacuhkan. Berbanding terbalik dengan Jaehyun. Saking seriusnya ia sampai mengabaikan Suho. Ini sebagai kesengajaan juga sebenarnya. Bagaimana lagi, Jaehyun berusaha membuat Suho kesal setengah mati. Dia tidak sendiri untuk mengerjai Suho semata. Ada boss dibalik kejadian hari ini.

From  : Baekki~
Bagaimana kau sudah membuat mood suho hyung burukkan? Ini akan jadi kejutan yang tak terlupakan.

To  : Baekki~
Sepertinya begitu. Wajahnya cemberut setelah tadi kubuat kesel setengah mati. Kau harus tanggung jawab jika nanti aku dimarahi pria tersayangku.

From  : Baekki~
kkk~ tenang saja. Kau serahkan padaku. Akan aku selesaikan urusan itu. Yang penting kau sudah menjalankan rencanamu.

To  : Baekki~
Baiklah, aku berharap ini berhasil. Dan keadaan disana sudah siap bukan? Kami berdua hampir mendekat ke apartemen kalian.

From  : Baekki~
Okay, aku percayakan padamu, Jaehyunku sayaaang. Kami sudah hampir selesai. Kusarankan kau buat dia lebih lama lagi diluar.

Jaehyun menghela nafas. Setelah itu tertawa samar membaca pesan terakhir dari Baekhyun. Pria itu selalu berhasil mengundang tawa darinya. Awal bertemu Baekhyun sudah terlihat dekat dengan Jaehyun. Pria berwajah imut itu bilang sifat Jaehyun sedikit mirip dengan adik sepupu yang sangat dekat dengannya. Mendengar itu Jaehyun hanya bisa meladeni omongan Baekhyun. Dia memang cerewet. Tidak tahu kenapa terkadang selalu dibuat pusing dengan tingkah konyol Baekhyun.

“Hyun, kau kenapa tertawa sendiri? Ada apa denganmu?”

“A, tidak. Ini aku dapat pesan dari Jaemoon. Dia bilang katanya melupakan barang kesayangan dia.”

“Barang kesayangan? Barang seperti apa?” Jaehyun menunjukkan smirk andalannya tanpa memperlihatkan didepan Suho.

“Mau tahu banget yah?” Suho berdecak mendengar jawaban Jaehyun. Gadis disampingnya mulai membuat Suho kesal. Tapi sudahlah itu tidak penting lagi. Sekarang ia pikirkan hanya rasa penasarannya yang besar untuk kali ini.

Mobil yang Suho kendarai sudah tiba di tempat parkiran. Jaehyun keluar mengikut Suho yang keluar mendahuluinya. Setelah memastika mobil itu aman. Suho mengajak Jaehyun pergi dari sana. Mereka masuk kedalam lift. Keadaan yang semula hening, terganggu karena bunyi ponsel ternyata milik Suho. Segera ia angkat panggilan telepon dari Chanyeol. Suho mengerutkan dahi melihat nama yang terlampang dilayar ponselnya.

“Chanyeol.” Suho menatap Jaehyun seakan meminta izin pada kekasihnya. “Angkatlah,” ucap Jaehyun tengah tersenyum menenangkan kecemasan Suho.

“Yeoboseyo.”

“Hyung, kau dimana? Cepat kembali. Ada sesuatu yang mau disampaikan manager hyung. Katanya penting. Makanya kau cepat pulang, hyung.”

“Aku tahu. Aku sudah ada di lift. Memang apa yang mau dibicarakan?”

Perasaan Suho jadi tidak enak. Takut-takut kalau ada sesuatu yang tidak ia inginkan.

“Kau tidak tahu? Kabar yang kudengar ada anggota EXO akan mendapatkan sesuatu mengejutkan. Entah itu apa. Kurasa itu sesuatu yang buruk. Masing-masing kita harus menyiapkan mental.” suara Chanyeol berhasil membuat diri Suho merinding setengah mati. Sang rapper satu ini tidak biasanya bicara seserius seperti sekarang. Jaehyun daritadi mendengar cuma cengengesan tidak jelas mendengar percakapan antara Suho dan Chanyeol.

“Kau tidak bermaksud membuatku takutkan?” Jaehyun tersenyum dalam hati. Kali ini pasti berhasil.

“Tidak, memangnya suaraku begitu menakutkan? Hingga kau takut. Kau menyindirku, hyung.” suara dengusan Chanyeol sedikit terdengar. Reaksi Jaehyun agak berlebihan. Dia tertawa agak keras, sampai-sampai Suho mendengarnya, lantas menatap Jaehyun curiga. Hati Suho jadi gondok hari ini. Orang-orang sudah membuat mood-nya down seketika.

“Ah, bukan begitu. Mianhae,” ujar Suho setengah berbisik.

“Tidak usah minta maaf,hyung. Sebaiknya kau segera pulang. Okay,” sahut Chanyeol. Malah sekarang dengan nada sedikit bercanda. ‘Anak ini beneran serius atau tidak sih?’ -tanya Suho dalam hati.

“Iya, iya, aku sudah hampir sampai.” Suho menutup sambungan telepon. Ia menoleh ke arah Jaehyun tengah memainkan ponselnya sendiri. Dia masih tertunduk dalam semenjak terakhir mendapatkan tatapan mengerikan oleh Suho. Tidak sengaja, dia melihat gantungan ponsel Jaehyun yang tak lain pemberian darinya. Sebuah figura kecil berbentuk huruf
‘J’. Huruf alphabet kesepuluh merupakan inisial nama dari Jaehyun dan nama asli Suho, Joonmyun.

‘Joonmyun untuk Jaehyun, Jaehyun untuk Joonmyun.’ reaksi Jaehyun ketika menerima pemberian Suho dengan hati senang. Itu untuk pertama kalinya Suho memberikan sesuatu pada Jaehyun. Pertama kali, tapi susah memberikan sesuatu. Banyak halangan untuk mereka bertemu secara khusus. Tidak ada ruang kebebasan berhubungan intens saling ber’kontak fisik’ atau hal semacan tadi. Selalu ada mata-mata yang mengawasi mereka bertemu saat bertemu. Suho pun memberinya tanpa direncanakan. Dadakan pastinya. Suho tersenyum mengingatkan perkataan Jaehyun yang meluncur begitu saja. Sangat lugu dan polos. Suho sangat menyukai sifat apa adanya Jaehyun. Tatapan kosong Suho menyadarkan Jaehyun dari tadi terdiam setelah ditatap sebal oleh Suho. Jaehyun jadi tidak enak. Dia kelepasan berekspresi tadinya. Namun ternyata tatkala Jaehyun membuka suara, Suho langsung memeluknya erat. Apa ada yang salah dengan sikapku tadi? Pikir Jaehyun dalam hati.

“Terima kasih, hyun. Kau masih menyimpan barang sederhana pemberianku.”

“Maksud oppa?”

“Ya, kau masih menyimpan gantungan ponsel yang beberapa bulan lalu kuberikan seminggu setelah hari jadi kita. Aku tahu kau pasti menyimpannya dengan baik, jagi.” Mendengar perkataan Suho, seketika itu juga kedua pipi Jaehyun merona merah. Tersipu malu mendapati Suho selalu bisa bersikap manis padanya. Padahal Jaehyun tahu dia sendiri belum bisa bersikap lebih perhatian dibanding Suho. Gadis ini tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan perasaan secara gamblang. Selalu ada berbagai faktor yang membuatnya enggan mengutarakan terang-terangan. Tapi kalau ada yang menanyakan apa dia mencintai Suho. Ia pasti akan menjawabnya “Aku sangat mencintainya.”.

“Aku pasti selalu menyimpannya. Kau jangan khawatir.” Suho menghirup dalam aroma vanilla yang menguar dari rambut milik Jaehyun. Mencium rambut gadis ini saja membuat ia gila, coba saja ia mencium bibir tipis seorang Song Jaehyun. Kegilaannya bertambah. Kupu-kupu berterbangan dari perutnya. Mengocoknya, menggelepar mendapat sengatan dari Jaehyun yang membalas pelukannya. Segera Suho membuat jarak antara kepalanya dengan Jaehyun.

“Aku harus segera melepas pelukanku sebelum aku menciummu.” Suho melepaskan keduat tangannya berganti menggandeng tangan kanan Jaehyun. Wajah gadis itu kembali memerah. Suho selalu sukses membuat Jaehyun melayang. Kelemahan Jaehyun tidak bisa membalas. Salahkan Suho kenapa bisa mempunya pesona kuat dan memikat hati setiap wanita yang berdekatan dengannya. Melihat wajah Jaehyun, Suho mengusap puncak kepala Jaehyun gemas. Menjadikan poni rambut Jaehyun sedikit berantakan.

“Oppa, kau merusak rambutku,” keluh Jaehyun. Suho tak mempedulikannya. Lift sudah terbuka, mereka keluar dari dalam. Melangkah di koridor menuju dorm.

Setiap langkah yang Suho buat, membuatnya semakin keringat dingin. Tubuhnya berlebihan memikirkan hal yang belum tentu terjadi. Ditekannya bel pintu. Tidak ada jawaban, dicoba lagi menekan tombol kembali. Namun hasilnya sama saja, nihil. Tidak ada yang membuka pintu. Terpaksa Suho mengetik beberapa tombol kombinasi password dekat interkom yang terpasang di sisi pintu. Otomatis pintu membuka kuncinya. Suho melangkah masuk diikuti Jaehyun dari belakang. Hal pertama yang mereka dapat hanya kegelapan.

“Kok gelap?” Suho tanpa sadar melepas genggaman tangannya dengan Jaehyun. Dia sibuk mencari letak saklar. Namun tak kunjung ketemu. Entah dia lupa, atau karena ia panik. Hingga ia tahu, kalau dirinya melepaskan genggaman Jaehyun.

“Hyun, Jaehyun. Kau dimana?” Mata Suho menyipit memperjelaskan pandangan matanya. Tapi tak berhasil, semuanya gelap. Tubuhnya mulai diselimuti kekhawatiran, keringat dingin mengalir membasahi leher Suho. Ia mencium hal tidak beres disini. Jaehyun tiba-tiba menghilang. Suho berjalan, meraba dinding sebagai pegangan agar tidak jatuh.

“Hyun, kau kemana? Jangan bercanda. Aku serius,” sahut Suho setengah berteriak. Hening, hanya keheningan yang menyelimuti suasana di dalam dorm. Rasanya ingin menangis. Suho berjongkol, dan meringkuk memeluk kedua lututnya. Dia tidak suka kegelapan. Itu hanya membuat dia semakin takut. Tiba-tiba Suho mencium bau asap api terbakar. Tidak tahu darimana. Suho segera berdiri, kedua matanya menangkap banyak cahaya kecil seperti lilin. Berjalan mendekatinya, semakin dekat. Bersamaan terdengar bunyi langkah orang-orang ramai. Lama kelamaan perasaannya tidak enak.

‘BLITZ’ suara kamera dan cahaya flash muncul menghalangi pandangan Suho. Ia menutup kedua matanya. Dan membukanya lagi

“TARAAAAA~” suara teriakan orang menggema setiap sudut ruangan. Dorm sudah terang, semua member berdiri didepan Suho. Tanpa terkecuali, Jaehyun berdiri tepat berhadapan dengan Suho. Kedua tangan putihnya membawa kue ulang tahun diatasnya terdapat lilin berbentuk angka 23 sesuai umur Suho yang menginjak 23 tahun di korea. “Surprise.” Jaehyun menyodorkan kue itu lebih mendekat ke arah Suho

“Saengil Chukkahamnida, Saengil Chukkahamnida, Saengil Chukkahamnida, Saranghaneun Kim Joonmyun, Saengil Chukkahamnida.” nyanyian nyaring mengisi seluruh sudut ruangan. Semua member menyanyikan lagu ulang tahun kepadanya.

Hampir saja Suho menangis, kalau Kris tidak merangkulnya. “Jangan menangis, dasar cengeng.”

“Aku tidak menangis, Kris,” elak Suho mengusap airmata yang hampir jatuh membasahi pipinya. Jaehyun diam-diam tersenyum memandang kekasihnya. Baekhyun dan Chanyeol di kedua sisinya tertawa nyaring. Begitu juga dengan member lain. Tao, Kai, Sehun, dan Xiumin meniup terompet  serta menaburkan confetti ke atas kepala Suho semakin menyemarakkan ulangtahun sederhana yang diadakan secara mendadak.

“Cepat tiup lilinmu, Joonmyun,” sahut Luhan yang ada disebelah Kris. Suho terkekeh. Hendak meniup lilinnya

“Tunggu dulu,” teriak Jaehyun spontan. Suara helaan terdengar dari berbagai orang yang ada disini.

“Ada apa lagi, Jaehyun-ah?” keluh D.O memegang kue ulang tahun satu lagi. Jadi jumlah seluruh kue ada dua. D.O kelihatan bersemangat tapi tertunda karena Jaehyun. Gadis itu meringis tidak enak pada yang lain.

“Suho oppa belum make a wish. Oppa, sampaikan doamu dalam hati. Semoga semua yang kau panjatkan terkabul.”

“Benar, kita melupakannya. Cepat hyung kau panjatkan doamu? Terus tiup lilinnya.” Chen menimplai perkataan Jaehyun. Suho menautkan kedua jemarinya, memejamkan matanya, dan memanjatkan sepanjang doa yang selalu ia panjatkan. Beberapa detik kemudian, Suho membuka matanya. Melihat semua orang yang ada ditempat menanti dengan penuh sabar.

Suho segera meniup lilin. Disambut tepuk tangan riuh dari semuanya. Jaehyun tersenyum senang melihat betapa semua membernya sangat menyayangi Suho. Jaehyun tidak bisa membendung air matanya yang mengancam keluar dari pelupuk mata. Iris matanya sedetik kemudian berair. Hampir jatuh membasahi  sudut matanya. Suho langsung melihat keadaan saat itu. dengan cepat mengulurkan kedua tangannya ke arah wajah Jaehyun dan menghapus titik air mata yang sebentar lagi menyebar.

“Uljima,” ujar Suho pelan. Semua member yang melihat suasana romantis berteriak histeris tanpa terduga. “Hyung, kau roantis sekali. Aku jadi iri,” goda Baekhyun menutup wajah dengan kedua tangannya seakan dia akan ternodai dengan menonton adegan Suho – Jaehyun. Semuanya tergelak menyaksikan tingkah Baekhyun.

“Suho, kuharap kau tidak  beradegan mesra disini.” Kris meledek Suho dengen memukul pelan bahu Suho. Sedangkan Suho hanya meringis pelan. Jaehyun jadi salah tingkah. “Hyun-ah, jangan dengarkan perkataannya. Semua hanya iri dengan kita berdua.”

“Ah, kau banyak bicara,hyung.” tiba-tiba Kai sudah mengulurkan tangan mencolek kue ulang tahun yang terselimuti krim dan menyentuhkannya ke wajah Suho. Diikuti dengan Kris, lalu Luhan dan akhirnya semua mengikutinya. Sampai wajah Suho terkotori oleh krim putih. Dia sendiri tertawa mendapati wajahnya akan kotor sekarang. Benar-benar menyenangkan. D.O dan Jaehyun meletakkan kue ke meja yang berada diruang tengah. Gadis bertubuh semampai itu mencolek sedikit krim kue. Kemudian mendekati Suho masih sibuk membersihkan wajahnya dengan sapu tangan pemberian Sehun. Anak yang lain berkumpul di meja makan menyiapkan segala makananannya. Selangkah, dua langkah, semakin dekat ke wajah Suho. Tapi…

“Apa yang kau lakukan, jagi?” Suho tiba-tiba menarik tangan Jaehyun mendadak. Membuat keseimbangan Jaehyun terganggu. Tanpa diduga tubuhnya terhuyung. Namun, Suho segera menangkap pinggang Jaehyun yang otomatis memperkecil jarak mereka berdua. Jaehyun melebarkan matanya begitu tahu apa yang barusan terjadi. Wajah Suho tepat didepannya. Mata pria itu menatapnya dalam. Tak lama Suho menempelkan kedua pipinya ke wajah Jaehyun. Menyebabkan pipi Jaehyun tak luput dari krim kue. Bukannya dia yang ingin mengerjai Suho malah dia yang dikerjai.

“Bagaimana kau menyukainya kan?” Suho melepas rengkuhannya dari Jaehyun. Kedua tangan Jaehyun menyentuh pipinya. merasakan krim yang menempel banyak. Dia menggerutu sebal. Suho tahu sebentar lagi Jaehyun pasti akan marah. Segera ia mengambil langkah seribu menghindari amukan Song Jaehyun dengan meninggalkan senyuman jahil di hadapan kekasihnya.

“KIM JOON MYUN!”

-kkeut

Iklan

2 tanggapan untuk “Happy Joonmyun Day

  1. Baekyeol tetep aja pengacau ye di sini…. dimana-mana mereka pengacau/?
    dih kasihan itu si joonma -.-a tapi seru itu perayaan ulang tahunnya…
    manager ekso di sini kok baik/? hakhak di sini manager yg kurus bukan manager abstrak yg biasa ikut ke foto pas di bandarakan? hakhakhak….

    oke nice story thor….^^

    Suka

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s