Happy ZiTao Day


Title : Happy ZiTao Day

Author : @ferrinamd 

Genre : Fluff

Rating : Teen

Length : Oneshot

Main Cast : Huang Zitao (Tao EXO-M)

taaaooooo          

   Langit mulai berubah menjadi jingga. Memberikan kehangatan yang berarti. Lyn melihat jam dipergelangan tangannya. Dia berdecak sebal menunggu bis yang tidak datang. Selang beberapa menit bis sebelumnya yang tidak ia naiki karena keterlambatan dirinya. Dia membawa bingkisan besar. Sebuah hadiah, sebuah boneka panda besar sengaja ia berikan sebagai kado ulang tahun Tao, kekasihnya. Banyak yang memberikan boneka panda pastinya. Boneka ini khusus ia pesan sendiri. Didalam badan boneka panda tersebut jika ditekan akan mengeluarkan bunyi suara dirinya sendiri. ‘My lovely panda, i love you forever. God bless you. Keep success with EXO and healthy. Huang zitao, Wo Ai Ni Men.’ kata-kata itu yang dia ucapkan. Sederhana memang, namun baginya itu cukup. Tao orang yang mudah tersentuh dan pria itu menghargai apapun pemberian orang tersebut. Lyn pun tulus memberikannya. ‘Semoga ini menjadi barang istimewa bagi Tao’ -batin Lyn. Semakin lama menunggu, bis tidak kunjung datang. Lebih baik dia menumpang taksi saja. Lyn beranjak meninggalkan halte bus. Dan berdiri ditrotoar , memberhentikan taksi yang lewat. Lyn menaikinya dan memberitahukan tujuan. Lalu taksi itu berjalan pelan membelah jalanan yang padat.

Lyn bernafas lega, ia dapat sampai di dorm EXO tepat waktu. Diambil ponsel dari tas tangan yang dibawa. Lyn menelpon Tao yang katanya sedang berada di gedung SM.

“Tao,”

“Ah, Lyn. Kamu sudah sampai?”

“Ne aku sudah sampai. Kamu masih digedung SM?”

“Masih, kemungkinan masih lama. Mau menunggu?” Lyn menghela nafas. Padahal dia ingin langsung memberikan pada Tao tanpa harus menunggu. Membuang waktu saja saja. Tapi mau bagaimana lagi dia tidak mau memaksa Tao dan member EXO lainnya untuk segera pulang. Bisa-bisa mereka dimarahi habis-habisan.

“Lyn, Lyn,” suara Tao memanggilnya. Membuat Lyn tersadar dari lamunannya.

“Ah iya Tao. Aku tunggu deh.” Tao merasa tidak enak membiarkan Lyn menunggu.

“Kau bersama Dyan?” Lyn menggeleng yang tidak akan terlihat oleh Tao sendiri.

“Ani, aku sendirian. Tidak enak kalau aku minta ditemani dia setiap bertemu denganmu,Tao.” pria diseberang sana tersenyum. Dia tahu itu akan sangat merepotkan kalau Lyn selalu meminta tolong Dyan agar bisa bertemu dengannya.

“Oh, baiklah. Kamu tunggu saja didekat caffe sebelah gedung dorm EXO. Aku kabari saat pulang nanti.” Lyn tersenyum lega. Ia kira Tao akan memarahinya tahu dia pergi sendiri menemui Tao. Biarkan dia berusaha sendiri untuk bertemu kekasihnya yang seorang member rookie boyband itu. Pasti banyak fans yang datang ke gedung itu. Atau mereka mungkin akan mengikuti mobil mereka sampai ke dorm. Bisa saja, Tao harus berpikir keras agar bisa menemui Lyn.

“Okay, aku tunggu. See you,” ucap Lyn dibalas gumaman dari Tao. Yang akhirnya memutuskan sambungan telepon mereka berdua.

*****

          Dikembalikannya ponsel miliknya ke dalam tas. Lyn bermaksud untuk mengunjungi caffe sebentar. Sekedar memesan hot chocolatte dan muffin strawberry favorite-nya. Setelah memesan, ia mencari tempat duduk yang strategis. Jatuh pada tempat duduk di sudut ruangan caffe ini. Cukuplah buat sedikit menjauhi kerumunan fans jika ada yang mengetahui kemana Tao pergi setelah dari gedung SM.

Lyn menyesap coklat hangatnya, sambil memakan sepotong demi sepotong muffin yang memasuki mulutnya. Menikmati sensasi lembut, dan manis bersamaan pada lidahnya. Memberikan Lyn dalam khayalan melayang merasakan manisnya muffin perpaduan strawberry dan krim yang sangat pas. Gadis itu tersenyum menggemaskan. Tidak seperti biasanya malam ini dia begitu senang. Jelas saja ini ulang tahun Tao,

“Ah! aku hampir lupa.” Lyn memanggil waitress dan ia kembali memesan muffin coklat merupakan kue favorite Tao. Pria berhidung mancung itu memang menyukai coklat. Tapi tunggu dia kan juga harus memesan Cappucino buat Tao. Masa Lyn hanya memesan makanan tanpa minuman. Dia pun akhirnya beranjak meninggalkan tempatnya sekarang. Beberapa menit pesanan sudah selesai ia kembali ke tempatnya. Tapi dari jauh dia melihat tempat duduknya tidak lagi kosong. Sudah ada seseorang. Memakai Newsboy Cap miliknya dengan masker bercorak leopard. Lyn tidak perlu kaget. Karena dia sudah tahu siapa yang datang. Lyn terkekeh melihat sosok tegap yang ternyata dengan sembarang meminum coklat hangat pesanan Lyn. Setelah membuka maskernya.

“Baru datang?” tanya Lyn sudah duduk bangkunya. Pria didepannya tersenyum lebar. Menampakkan gigi rapinya, serta matanya yang semakin memperlihatkan eye smile andalannya. Kantong matanya yang tampak tidak menghilangkan ketampanannya sama sekali. Itu yang membuat Lyn menyukai Tao. Kharismanya dengan mata yang sayu nan tajam.

Yes, nyonya Huang.” Lyn tergelak mendengar panggilang Tao untuknya.

“Kenapa tertawa?” tanya Tao heran.

“Aku bukan istrimu Tao,” jawab Lyn. Dirinya belum bisa menyandingkan nama marga Tao. Baginya sebelum benar-benar menjadi istri seorang Huang Zitao. Tidak menutup kemungkinan kalau Lyn sekarang tersanjung. Wajahnya memerah mendengarnya. Tao benar-benar membuat gadis itu merasa tetap nyaman berada disampingnya.

“Tapi kau pasti akan jadi istriku. Tenang saja, sayang,” Lyn kembali tergelak. Tawanya hampir terdengar, jika Tao tidak segera mengingatkannya dengan memegang tangannya sambil berdecak memperingati.

“Ah, maaf. Kau membuatku tertawa Tao,”

“Kamu selalu tertawa bila kugoda. Bukannya membalas juga,”

“Gitu saja marah. O, ini ada Cappucino. Minumlah, aku yakin kamu belum minum hangat malam ini,” sahut Lyn menyodorkan cangkir hangat untuk Tao minum.

Xiexie,” Lyn tersenyum. Pria itu langsung meminum minuman pemberiannya. Mata Tao terpejam, kembali terbuka. Menghela nafasnya dalam dan ia hembuskan.

“Aaaaah, hangat. Sudah lama aku tidak meminum coffe.”

“Kasian sekali, sayangkuuu. Untung aku ingat denganmu. Ini aku belikan muffin juga makanlah,” Lyn menyuruh Tao memakan muffin coklat. Dia kembali teringat sesuatu. Belum Tao memotong kue, Lyn sudah mencegat tangan kanan Tao.

“Jangan dimakan dulu,” Tao mengernyit heran. Tiba-tiba Lyn langsung berdiri dan mendekati Tao duduk disampingnya. Lyn memeluk Tao dari sampingnya. Pria berambut hitam pekat itu terenyak kaget. Lyn memeluknya erat.

“Ya! Ya! Nanti kalau ada yang melihat malu,” Lyn menikmati pelukannya pada badan Tao. Tubuh pria ini terasa hangat dalam pelukannya. “Hangat,” Tao kembali tertawa. Tidak ada salahnya dia memeluk gadis didekatnya. Lalu tangan Tao tergerak melingkari pinggang Lyn. Membalas pelukan Lyn masih menikmati pelukannya sendiri. “Lebih hangat?” tanya Tao sembari mengelus punggung Lyn lembut. Ia hanya mengangguk. Terlalu nikmat untuk melepasnya.

“Huang Zitao, Seng Ri Kuai Le, my panda. God bless U. Sukses bersama EXO dan jaga kesehatanmu . Tetap sehat.” Lyn mengucapkannya hampir berbisik. Tapi Tao mendengarnya dengan sangat jelas. Pria bermata sayu itu tersenyum senang. Hati terasa berbunga, perasaan membuncah menjadi letupan-letupan kecil dalam dadanya. Jelas ia sangat menyayangi Lyn. Gadis yang selama ini menyayanginya, mendukungnya dan selalu berdoa untuknya selain orang tuanya. Tao semakin mengeratkan pelukannya. Tao sangat menyayangi Lyn. Kelelahan yang menderanya seakan hilang tergantikan tangis bahagia. Benar, sedetik kemudian mata Tao berair. Terlalu terharu dan terbawa suasana. Dia tidak boleh menangis, dia harus tahan air matanya mendesak keluar. Apa daya, air sungai berjatuhan di kedua pipinya. Menimbulkan isakan kecil dari hidungnya. Lyn kaget mendengar isakan tersebut. Ia membiarkan Tao menangis. Lelaki ini memang cengeng tapi dia tahu Tao selalu bisa menunjukkan ekspresinya. Lewat tangisan mau itu bahagia, terharu, sedih dan kecewa, Lyn selalu bisa tahu apa yang terjadi pada Tao.

Uljimma~” Sekarang Lyn yang mengelus punggung Tao memberinya kekuatan untuk tidak menangis lagi. Terharu boleh, tapi kalau ujungnya dia menangis semakin menjadi. Bisa-bisa Lyn bisa kerepotan menenangkan Tao. Lyn menarik diri dari pelukan Tao. Melihat wajah pria China tersebut. Menghapus air mata Tao yang tidak sedikit, cukup membekas dikedua matanya.

“Udah aaah begitu aja nangis,” Goda Lyn sedikit meledek Tao. Tapi Tao hanya terkekeh sembari menghapus  air mata yang tersisa. “Aku terharu tahu,” Rengek Tao. Dalam keadaan begini Tao terlihat kekanak-kanakan tapi membuat Lyn gemas. Tanpa perlu izin Tao pun, tangan Lyn bergerak mencubit gemas pipi Tao.

Aigooo, uri panda, manja,” Tao mendelik sebal.

“Kamu tidak bisa diajak romantis, sayaaang,” Lyn memajukan bibirnya (pura-pura) tidak senang dengan pernyataan Tao.

“Tuhkan ngambek lagi. Padahal aku mau kasih kado loh,” Lyn berdiri berpindah tempat duduk berganti posisi di hadapan Tao.

“Memang kamu kadoin aku apa?” tanya Tao penasaran. Lyn ber-smirk mendengar Tao ingin melihat hadiah diperuntukkan buatnya.

“Mau tahu, apa mau tahu saja?” goda Lyn.

“Lyn jangan bercanda, aku serius.” Tao terpancing setelah tergoda dengan gombalan Lyn. gadis itu tertawa kecil, dekik kecil di pipi kanannya nampak. Menjadikannya semakin manis untuk dipandang. Tao memang diam-diam mengagumi dekik kecil milik Lyn. Ia benar-benar menyukai gadis pujaannya.

“Baiklaaaah, tapi jangan membukanya sebelum sampai dorm. Aku malu jika kamu membukanya didepan ku. Lebih baik buka secara diam-diam,” Tao menggodanya dengan tampang jahil. Lyn menyesal bilang seperti tadi. Habis Tao serius mengatakan ingin mengetahui hadiah darinya. Terpaksa kan Lyn bilang sebelum Tao kesal.

Ne, ne, ini kadonya. Masih aku bungkus kuharap kamu membukanya nanti dikamar,” harap Lyn padanya.

“Okay, aku buka nanti. Sekarang kita makan. Mari makaaan~” Seru Tao langsung melahap muffin coklat kesukaannya. Lyn menutup mulutnya menahan tawa yang hampir keluar. Takut Tao akan kesal melihat Lyn menertawakannya.

“Kau tidak memakan muffinnya. Apa perlu kusuapi?” Lyn terbelalak, tapi kemudian dia menggeleng halus tanpa bermaksud menolaknya terang-terangan.

“Makanlah, kamu pasti lapar,” titah Lyn. Tanpa berpikir panjang Tao langsung melahap muffin-nya.Hingga habis tidak tersisa.

“Sudah habis,” Tao tersenyum kepada Lyn yang masih memandangnya lekat.

“Aku tahu aku tampan. Tidak usah segitunya melihatku. Aku juga tahu kamu mencintaiku, kamu tenang saja,” goda Tao. Kedua pipi Lyn memerah, kepalanya tertunduk. Rasanya Lyn ingin sembunyi dari sini. Tao selalu tahu titik lemahnya, yaitu dengan menggodanya.

Pria itu berdiri dari duduknya menghampiri Lyn. Tao merendahkan tubuhnya. Lalu mengarahkan ponselnya tinggi. Bermaksud selca berdua bersama Lyn. “Lyn lihat kamera !” Lyn mendongak sudah mendapati bunyi kamera dari ponsel. Tao segera melihat hasi jepretannya. Sontak Tao tertawa, naun Lyn segera memukul lengan Tao agar tidak tertawa terlalu keras.

“Lihat, wajahmu polos sekali. Tidak ada ekspresinya,” goda Tao. Lyn menggembungkan pipinya. Dia sebal jika Tao mengajak selca bersama secara tiba-tiba selalu jelek hasilnya.

“Hapus Tao, itu merusak image-ku,” rengek Lyn berusaha menggapai ponsel milik Tao. Tapi bukan Tao namanya jika tidak berhasil menggodanya. Dia menjauhi ponsel miliknya dari jangkauan Lyn.

“Tidak bisa, kau sangat lucu disini sayang aku menyukai foto ini.” Lyn berdecak kesal,

“Kamu selalu menyukai foto-foto seperti itu, Tao.” Tao mencubit gemas pipi Lyn.

“Betul sekali. Itu kamu tahu. Aku simpan fotonya.” Tao menyimpan foto ‘dadakan’ tersebut dalam ponsel putihnya. Dan dia mengulurkan tangan pada gadis dihadapannya.”Mari kira pulang.” Lyn seketika bingung Tao meminta pulang bersama. Namun ia ingat, ini pasti sudah malam. Tao pasti khawatir bila terlalu lama disini. Dia tidak akan sempat mengantarnya pulang. Lyn menerima uluran tangan Tao. Sang pria menggenggam erat tangan halus Lyn mengajaknya berdiri.

“Aku yang bawa kadonya,” sahut Tao senang. Kemudian mereka berdua keluar dari caffe berpegangan tangan. Tak lupa sebelumnya Tao memakai masker dan juga kacamata hitam yang tadi ia simpan didalam tas selempangnya. Lyn tersenyum menatap Tao. Walaupun wajah Tao tertutupi. Kharismanya tidak luput sedikitpun. Itu yang selalu Lyn sukai. Pantas saja Tao selalu berhasil membuat wanita manapun terpikat pada pesonanya. Sampai hari ini, ia tidak perlu khawatir Tao mencintainya.

“Kamu kenapa sayang?” Tao menyadari tatapan sendu Lyn padanya. Mereka masih berjalan tapi Lyn sudah tidak fokus pada langkahnya. Hingga Lyn sedikit limbung, Tao dengan cekatan membantu Lyn kembali berdiri normal.

“Aku tidak apa-apa. Kamu tenang saja. Ayooo, kita pulang,” Sekarang Lyn yang jalan mendahuluinya tanpa melepas genggaman tangan Tao. Pria itu hanya tersenyum lembut memandang kekasihnya dalam diam.

*****

Tao sudah tiba didorm. Setelah tadi ia mengantar Lyn pulang sampai apartemennya.  Bertepatan sekali ketika suasana dorm sudah agak sepi. Tao masuk kedalam, dan beralih menuju dapur ada Lay dan juga Chen yang tengah mencuci piring-piring kotor. ‘Pasti mereka baru berpesta.’ -batin Tao.

Gegeeeee~” Sahut Tao. Serempak dua kakak lebih tua darinya itu menoleh. meneliti Tao dari atas sampai bawah. “Kau sudah pulang?” Tao mengangguk. Ia berjalan menghampiri keduanya. “Lyn memberiku hadiah.” Tao memamerkan barang yang ia bawa , mengangkatnya tinggi-tinggi.

“Lyn?Pacarmu maksudnya?” Tao mengangguk. Tao lupa kalau dia jarang menceritakan Lyn didepan member EXO. Hanya ada beberapa yang tahu, termasuk Lay. Chen hanya menatap heran omongan Lay dan juga Tao.

“Tao, sudah punya pacar?” Tao mengangguk tanpa dosa. Chen terenyak, dia tidak menyangka Tao punya kekasih. Pria pemalu seperti dia punya pacar. Yang Chen tahu Tao tidak pernah bercerita kalau dia punya kekasih. “Tao kau berhutang cerita padaku,” Chen berjalan melewati Tao dengan sedikit menjahili magnae EXO-M tersebut. Mengacak rambut Tao jahil.

“Gege, kau merusak rambutku.” Tao cemberut sambil merapikan rambutnya.

“Sudah sana tidur. Besok kita latihan lagi,” titah Lay menepuk bahu Tao berjalan melewati adik kesayangannya.

Gege !” Panggil Tao. Lay berhenti, dan berbalik menatap Tao sekilas. “Gomawoyo sudah memberikan aku ijin tadi pada manager hyung.” Tao berterima kasih pada Lay. Dialah yang memberikan akses untuk Tao keluar dari dorm beberapa menit yang lalu setelah mereka kembali dari gedung SM. Lay tersenyum.

“Lain kali ajak Lyn datang kemari, Aku tidur duluan,” Lay akhirnya benar-benar pergi meninggalkan Tao sendiri didapur. Hanya gumaman dari Tao. Dia mengendap-endap memeriksa kalau ada yang datang ke dapur. Setelah semua benar-benar aman, Tao duduk perlahan, dan meletakkan bingkisan itu. Sebelum itu Tao menghela nafas dalam dan menghembuskannya sepelan mungkin. Tangannya dengan telaten membuka bungkusan kado. Tampak didepannya sebuah boneka panda besar mencuat dari kertas kado yang sudah ia buka hampir setengahnya.

Saat hendak ia sentuh tepat diperut panda tersebut. Muncul suara seorang gadis yang sangat ia kenal. Baru saja tadi ia berkencan dengannya. ‘My lovely panda, i love you forever. God bless you. Keep success with EXO and healthy. Huang zitao, Wo Ai Ni Men.’ Selesai, pesan singkat yang tersimpan didalam boneka panda besar. Segera dipeluk boneka erat-erat.

I love you too, sayang~”

HAPPY ZI TAO DAY

BKTiQX1CYAAupTj

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s