How Are You ?


Title : How Are You?  | Author @ferrinamd  | Genre : Sweet, Drama | Rating : General | Length : Oneshot | Main Cast :
Byun Baek Hyun ( Baekhyun – EXO K)

tumblr_m97h8eTMzw1qdo3zco1_500

 

Happy Reading ^^b

Ruangan yang tidak terlalu luas, terpasang cermin besar di salah satu sisi ruangan tersebut. Youngmi mengedarkan padangan di setiap sudut. kakinya mengetuk-ngetuk lantai kayu. Muka manisnya sudah menampakkan rasa bosan melanda dirinya.

“Kemana dia itu? kebiasaan banget sih. Ngaret mulu.” sungutnya. Mengomel sendiri tanpa ada yang mendengar. Ia tengah berada diruangan yang terpasang rapi beberapa gambar poster. Matanya menyapu ke seuluruh poster yang ada disana. Sampai penglihatannya tertumbuk pada satu poster. Gambar 6 pria berpenampilan casual tapi memikat. Terdapat seorang yang tengah ia tunggu dan satu orang yg sampai sekarang ia rindukan. Gadis ini tahu persis siapa pria itu. Meskipun sudah cukup lama mereka berdua tidak saling bertemu.

Derap langkah cepat terdengar. Suara itu semakin dekat, pintu ruangan terbuka. Menampakkan seorang pria tinggi, berkulit agak putih. Dia melihat gadis itu yang berdiri sambil melipat tangan didada. Menatap ke arahnya dengan muka masam.

“Kau tahu sudah berapa menit kau telat, Kai?” Pria itu buru-buru masuk. Berdiri didepan Youngmi. Kedua tangannya seperti memohon

“Maaf kan aku, Nuna. Tadi aku ada latihan bersama member EXO lainnya.”

“Tahu begini lebih baik aku tidak usah datang. Kalau ujungnya kamu masih sibuk latihan.” Youngmi hendak pergi tetapi tertahan oleh tangan pria tersebut yang memegang lengannya erat seolah tidak mau melepasnya..

“Apalagi Kim Jongin?” Youngmi berbalik. Pria yang bernama asli Kim Jongin menarik pelan Youngmi untuk duduk kembali di kursi terdekat.

“Jeongmal Mianhae, Nuna. Aku tidak tahu hari ini ada latihan mendadak. Padahal kan aku sudah janji denganmu.” Jawabnya polos. Wajahnya masih menampakkan muka memelas. Setelah mengajak Youngmi duduk, gadis itu terenyuh. Tidak seharusnya juga ia mengomel pada Jongin, adik sematawayangnya.

“Baiklah. Aku maafkan.” Sontak Kai girang, ia langsung memeluk Nunanya yang umurnya lebih tua 1 tahun darinya itu. Ia merasa sangat senang dan bangga mempunyai Nuna selalu mengerti dirinya, walaupun ia selalu membuat Youngmi kesal. Tapi tak urung membuat Youngmi selalu mengalah dan lebih suka melihat adiknya tersenyum senang seperti saat ini.

“Gomawo,Youngmi Nuna. Kamu memang the best.” Ucap Kai setelah melepas pelukannya dari Youngmi. Lantas memegang kedua pundaknya erat.

“Jangan gombal deh. Cepet sekarang kita mau kemana? Untungnya aku ada waktu kosong untuk bertemu dengan adik ku yg nakal ini.” Youngmin mengacak-acak rambut Kai yang hitam legam. Saudara laki-lakinya masih pantas untuk dijahili. Meskipun dari waktu ke waktu akan selalu ada perubahan dalam dirinya. Tapi tetap saja tidak akan meninggalkan hal yang membuat Youngmi tahu siapa Kai sebenarnya, sifat apa ada yg ada didirinya serta sportifitas yang ia punyai. Dua hal yang tidak hilang darinya hingga sekarang.

“Nuna, kau mengacak-acak rambutku.” Kai merapikan kembali rambutnya yang sedikit berantakan. Kakaknya hanya tersenyum senang menggoda dia layaknya kakak-adik yang lain.

“Kita ke taman aja yuk. Aku mau cerita cerita sama jalan bareng. Udah lamakan kita tidak jalan-jalan lagi, Nuna.” Youngmi mengernyit memandang Kai. Menimbang permintaannya kali ini. Jam masih menunjukkan angka 5 sore masih ada sedikit waktu bersama dengan Kai.

“Boleh juga. Aku sih mau saja. Tapi memangnya kamu tidak latihan lagi? Nanti dicariin sama manager loh.” Kai menggeleng cepat. Dia lekas berdiri. Lalu mengajak kakaknya untuk bangun dari duduknya juga.

“Tenang saja. Aku sudah ijin sama Baekhyun hyung.” seketika Youngmi sedikit terkejut sesaat Kai menyebut nama itu.

“Nuna, kenapa? Kok mukanya begitu dengar nama Baekhyun hyung?” Youngmi mengibaskan tangannya, menggeleng kepala cepat. Dia tidak mau Kai menangkap ekspresi anehnya lebih jauh.

“Tidak apa-apa kok. Ayo cepat kita berangkat sebelum waktumu habis.” Youngmi berjalan lebih dahulu. Saat membuka pintu. Ia tidak menyangka akan berpas-pasan dengan pria yang baru saja diucapkan namanya oleh Kai. Untungnya sang adik berdiri di belakangnya.

“O, Baekhyun hyung. Aku mau pergi sebentar yah. Ijinkan aku sama Seunghwan hyung.”

Baekhyun memandang Youngmi lekat. Begitu sebaliknya. Gadis itu terpaku ikut menatap Baekhyun yang sudah berubah banyak semenjak menjadi teman satu grup bersama Kai.

Baekhyun mengangguk. “Baiklah, jangan lama-lama nanti aku hubungi kamu, Kai.” pria itu menormalkan ekspresi di wajahnya. Menepuk pelan lengan Kai. Pria muda ini mengacungkan jempolnya. “Oke sip. Aku pergi, hyung.” Mereka berdua melewati Baekhyun yang masih terdiam.

“Nuna, ayo jalan. Katanya buru-buru.” Kai mengenggam tangan kiri Youngmi. Ia menarik Youngmi keluar ruangan. Sesekali Youngmi dalam diam melihat ke belakang. Menatap lekat pria itu. Dengan tersenyum miris. Baekhyun melihat dari jauh kepergian kedua kakak beradik itu.

“Ternyata kau tidak berubah sedikitpun.” Bisik Baekhyun tidak terdengar oleh siapapun di ruangan ini.

************

Kedua kakak-beradik itu berjalan beriringan menenteng gelas cup minuman yang dipegang pada tangan masing-masing. Sehabis dari taman tadi, berdua mengobrol mengenai kegiatan mereka selama tidak bertemu satu sama lain.

“Sekarang kau semakin sibuk, Jongin-ah. Aku takut kamu tidak bisa jaga kesehatanmu.” Youngmi menghela napasnya panjang. Lantas memandang Kai yang berada di sebelah kanannya. Pria manis itu pun juga menatap balik.

“Yah, nuna. Jangan gitu dong. Tenang saja aku pasti jaga kesehatan kok.” Kai mengacungkan jempol kanannya sembari mengedipkan sebelah mata. Youngmi terkekeh melihat tingkah adiknya. Tiba-tiba ia kembali menggoda adiknya dengan mengacak rambut Kai lagi dengan sedikit berjinjit. Karena Kai sudah semakin tinggi melebihinya.

“Nuna ! Kau !” Youngmi berlari menghindari serangan dari Kai. Merekapun berdua sampai di gedung tempat mereka bertemu tadi. Suasana mulai sepi tidak ada orang lalu lalang, hanya beberapa yang melewati gedung. Itupun berjalan cepat untuk kembali kerumah masing-masing. Cuaca semakin dingin. Youngmi mengeratkan mantelnya, guna mengurangi hawa dingin yang menerpa dirinya.

Kai masuk mendahului Youngmi yang berada di sampingnya. “Kai, kau kemana saja?” Sahut seorang pria berlari kearahnya. Menghampiri dirinya dan Youngmi.

“Aku tadi habis pergi sama Nuna-ku.” Jawabnya polos. Youngmi membungkuk kepada pria itu. Begitu juga sebaliknya.

“Cepat kembali. Bisa-bisa nanti kamu dimarahi.” Ucap pria tersebut.

“Sebentar, Kyungsoo hyung.” Kai lebih mendekat ke arah Youngmi. Lelaki jangkung itu memegang kedua bahu Youngmi erat.

“Nuna, aku mau balik ke dorm. Sebaiknya nuna juga pulang. Hati-hati dijalan. Sampaikan salamku pada eomma, appa dan Sungmi Nuna.” Kai mengedipkan sebelah matanya kepada Youngmi.

Tiba-tiba Youngmi memeluk adik tersayangnya. Ia mengeratkan pelukannya hingga membuat Kai kaget. Secara tak diduga, seseorang mengawasi mereka berdua bersama Kyungsoo. Wajah lelaki itu terlihat sendu kejadian yang ada didepannya. Sedangkan Youngmi benar-benar berat pergi meninggalkan Kai lagi. Rindunya sudah tidak bisa ia bendung meskipun baru saja mereka saling bertemu melepas rasa kangen diantaranya. hingga tidak disadarinya hingga menangis. Air matanya sudah menguar dari sudut matanya. Mereka berdua melepas pelukannya, Kai melihat itu langsung segera menghapus air mata Nuna-nya.

“Nuna, jangan menangis. Aku makin ga rela kita pisah.” Kai menghela nafas. Youngmi tersenyum lemas.

“Tidak. Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit sedih kita berpisah lagi. Kalau begitu aku pulang. Jaga dirimu baik-baik, Jongin. Aku sampaikan salammu. Saranghae.” Youngmi sekali lagi memeluk Kai. Sampai akhirnya benar-benar lepas.

“Kyungsoo-ssi, tolong jaga adikku baik-baik. Terima kasih. Jongin, aku pulang. Jaljayo.” Youngmi membalikkan badan. Ia pergi dari gedung itu. Sayup-sayup masih terdengar suara Kai meneriaki namanya dan mengucapkan kata sayang padanya.

Youngmi terus berjalan. Pikirannya melayang pada kejadian beberapa menit lalu. Bertemu dengan orang itu. Semakin membuat dadanya kembali sesak. Lagi, ia menangis dalam diam. Hanya suara isakan yang terdengar terbawa angin malam. Ia berhenti ditaman tadi ketika berjalan bersama Kai.

Ia berhenti di bangku panjang. Berniat untuk duduk disana. Youngmi hempaskan dirinya di atas kayu panjang tersebut. Angin malam semakin dingin tetapi ia tetap bergeming dengan pergi dari sini. Tiba-tiba rintik hujan turun menghujani tanah yang telah kering. Salah satu tangan Youngmin bergerak menengadah ke atas langit. Menampung genangan kecil air yang terjatuh ditelapak tangannya.

“Hujan…” Bisiknya dalam gemericik air hujan. Semakin lama, semakin deras hujan turun. Bukan lagi gerimis yang terundang, melainkan hujan yang benar-benar turun.

Sudut bibir Youngmi melengkung ke atas. Membuat senyum di wajahnya. Ia begitu senang ketika hujan turun. Masa bodoh dengan air turun yang membasahi seluruh tubuhnya kini. Yang ada ia hanya diam menikmati dinginnya malam sekaligus hujan yang mengguyur.

Tetapi semakin lama, hujan yang menghujaninya tidak terasa. Ia mendapati bayangan asing berdiri dibelakangnya sambil membawa payung. Youngmi mengamati bayangan itu. Ia yakin bahwa bayang hitam itu terus memandanginya dari balik punggung.

Youngmi lekas menoleh kebelakang. “Byun-ie.” Bisik. Mendapati pria itu kini berada disini. Melihatnya sendiri kehujanan. Ia kelihatan lemah didepan pria ini.

“Kamu belum pulang, youngmi-ah?” Suara berat mengalihkan pandangannya kini. Seorang dibelakangnya kini semakin mendekat. Payung yang berada digenggamannya sudah menaungi mereka berdua. Sengaja memberi keteduhan untuk Youngmi. Memberikan perhatian seperti dulu.

Pria itu duduk disamping Youngmi walaupun tempat duduk basah. Tidak mengurungkan niatnya untuk mendekati gadis tersebut. Matanya terus menatap gerak-gerik lawan jenis didepannya. Kelihatan sekali Youngmi gugup dipandang intens dari mata kecil pria di hadapannya.

Suara petir tiba-tiba menggelegar kencang. Membuat perempuan berambut panjang tersebut memeluk tubuh tegap pria itu. “Baekhyun, aku takut.” Bisiknya lagi. Baekhyun, pria depan Youngmi dengan ragu menggerakkan satu tangannya yang bebas demi membalas pelukan.

“Kamu tidak berubah masih takut dengan petir.” Ucapnya pelan. Tanpa jawaban yang keluar dari bibir tipis Youngmi. Tangan Baekhyun memegang punggung gadis dipelukannya.

‘Bergetar, tubuhnya menggigil.’ Hati Baekhyun membatin. Selintas dipikirannya melakukan gerakan mengelus lembut punggung  dingin Youngmi.

Flashback 

Suara Hujan masih deras, belum beranjak pergi sedikit pun. Memberi kesempatan untuk dua manusia itu untuk mencari berteduh. Masih terdengar petir menyambar mengisi irama hujan serempak turun terus menerus. Youngmi masih memegang erat pinggang Baekhyun. Memeluk tanpa mau melepasnya. Ia masih merasa takut petir keluar dari bilik awan hitam.

“Lebih baik kita berteduh. Nanti kamu sakit.” Seolah menurut,Youngmi melepas pelukannya dari tubuh Baekhyun. Pria itu langsung membawa Youngmi berteduh di ruko terdekat dengan taman dengan mengenggam tangan Youngmi yang tampaknya sedikit pucat. Baekhyun meletakkan payungnya, lalu ia melepas mantel luarnya. Kemudian dikenakannya di tubuh kecil Youngmi.

“Pakai ini, semoga kamu tidak terlalu kedinginan.” Youngmi memandang heran. Lantas pria didepannya apa mungkin tidak kedinginan juga.

“Sudah pakai saja. Aku masih pria kuat. Seperti yang dulu kamu bilang.” Baekhyun membaca pikirannya. Youngmi hanya tersenyum.

Hujan datang tanpa diduga, dua pasangan terburu mencari tempat berteduh. Menghindari tumpahan air yang semakin banyak jatuh. “Kenapa hujan datang tiba-tiba sih,” Gerutuh sang gadis. pria disebelahnya menatap heran.

“Namanya juga hujan. Tidak akan diprediksi kapan datangnya. Jangan marah-marah mulu.”

“Iya aku tahu, Byun Baekhyun. Tapi kan aku kedinginan. Coba tadi kita tidak mampir dulu keperpustakaan. Aku yakin kita tidak kebasahan seperti ini. Lihat bajumu dan aku basah. Menyebalkan.” Pria itu melepas blazer sekolah miliknya. Ia pakaikan kepada perempuan tersebut.

“Sudah ngomelnya, Kim Youngmi. Semoga ini bisa sedikit mengurangi rasa dinginmu.” Gadis berambut sebahu itu menatap heran perlakuan Baekhyun padanya.

“Kok kamu kasih aku belazermu? Kan kamu juga kedinginan. Nanti Songri memarahi aku gara-gara meminjam blazermu.”

“Ya! Kamu ngeremehin aku?  Asal kau tahu saja aku ini pria ku. Jadi kamu tenang saja. Soal Songri, dia tidak akan memarahimu. Aku jamin deh.”  Youngmi menyenggol bahu Baekhyun menggodanya yang sekarang memuji dirinya.

Tapi dalam lubuk hatinya Youngmi senang bisa berada didekat Baekhyun. Bisa bersama seperti ini. Membuatnya semakin menyukai Baekhyun. Yang memang tipikal lelaki setia kepada kekasihnya, apalagi pada sahabatnya

Flashback End

Lama hujan berlangsung, air semakin sedikit turun. Hanya titik-titik air yang berjatuhan. Youngmi menengadahkan tangannya keluar merasakan gemericik air mengenai tangan kanannya. Baekhyun melihatnya pun ikut mengulurkan tangannya. Ikut merasakan dingin air hujan yang turun. Ingatan kembali beberapa waktu lalu. Kejadian mereka berdua, sungguh sangat manis dan tidak pernah dilupakan Baekhyun seorang. Youngmi menoleh kesamping, melirik Baekhyun tepat dia menutup mata. Benar-benar menikmati air mengenai tangannya.

“ Kau menyukainya?” tanya Youngmi. Baekyun membuka matanya. Beralih menatap Youngmi tepat dekat disampingnya.

“ Ya, aku menyukainya. Sudah lama aku tidak seperti ini.” Gadis itu hanya mengangguk mengerti. Wajar kalau memang ia jarang keluar apalagi sekarang ini. Akhir-akhir ini dia semakin sibuk dengan kegiatannya. Sampai lulus sekolah saja dia dan Baekhyun tidak pernah berkomunikasi lagi. Terakhir dia menghubungi Youngmi, bahwa dia mengikuti lomba menyanyi, dan menang. Singkatnya setelah lomba itu dia ditawari untuk bergabung menjadi penyanyi. Jadilah seperti sekarang, impiannya hampir tercapai.

“Akhirnya kita bertemu lagi, Byun-ie.” Ucap Youngmi. ‘Byun-ie’  panggilan dikhususkan dari Youngmi untuknya. Sedangkan Baekhyun tersenyum mendengar Youngmi masih mengingat panggilannya dulu sewaktu di sekolah menengah atas dulu.

Masih dengan memainkan air hujan yang turun sudah tidak begitu deras. Ditemani suara gelegar petir tidak begitu kencang. Perasaan tidak beraturan dirasakan Youngmi. Dia tidak menduga akan bertemu dengan Baekhyun – lagi.

“Benar. Aku kira tidak akan bertemu denganmu lagi. Tahu sendiri aku sangat sibuk dengan latihan-latihan setelah aku ikut pelatihan.” Youngmi menjadi pendengar dalam diam. Tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Dirinya hanya ingin menjadi pendengar bagi sahabatnya, sekaligus pujaan hatinya.

“Ternyata benar Kai. Ani, Kim Jongin maksudku. Dia adikmu. Selama ini aku tidak tahu kalau kau mempunyai adik. Wajah kalian sekilas sama. Jongin mengingatkan aku pada…” Baekhyun menggantungkan kalimatnya. Berusaha memikirkan kata-kata selanjutnya yang akan ia keluarkan. Tapi ujungnya, tidak ada. Bibir Baekhyun kembali terkatup rapat. Padahal jelas terlihat wajah Youngmi penasaran dengan kelanjutan pembicaraan Baekhyun.

Seketika terdiam, tidak ada yang melanjutkan bicara. Angin malam mengisi kekosongan diantara mereka. Sekali lagi, Youngmi merapatkan mantel milik Baekhyun. Sang pemilik hanya menunduk, sesekali melirik wajah cantik Youngmi dari sudut matanya.

“Mengingatkan siapa?” tanya Youngmi. Tanpa memandang kearah Baekhyun. Pria itu hanya mendesah, melepas rasa gugup yang melandanya kali ini.

“Hmm, apa kamu merindukanku?” tanya Youngmi sekali lagi. Kalimat itu keluar begitu saja dari bibirnya. Seolah-olah menggambarkan kepercayaan dirinya kalau Baekhyun memang merindukannya.

Hujan sudah mulai berhenti, hanya rintik kecil yang jatuh terlepas dari awan hitam gelap. Keadaan semakin menampakkan hawa dingin. Youngmi memajukan langkahnya dari tempat ia berdiri. Kedua tangannya menengadah ingin merasakan lagi air hujan yang turun. Tetapi hanya setitik air jatuh ditelapak tangannya. Kepalanya menoleh kekiri dan kanan melihat keadaan sekelilingnya.

Lalu berbalik, melihat Baekhyun tertangkap basah menatapnya daritadi. “Byun-ie, sepertinya aku terlalu percaya diri sampai bilang kamu…”

“Tidak,, bukan seperti seperti itu. Aku memang merindukanmu. Aku sangat rindu pada Kim Youngmi. Sahabatku dari dulu dan wanita yang selalu mengerti aku. Youngmi-ah, aku…” Sela Baekhyun. Akhirnya dia mengakuinya, bisik Youngmi dalam hati.

“Apa? Kamu mau bilang apa?” tanya Youngmi. Ia mulai mendekati Baekhyun. Berdiri didepannya persis. Menegakkan badannya dengan pria tersebut. Setidaknya ia tidak terlihat pendek oleh Baekhyun.

“Aku. . . menyukaimu.”

JGER… suara petir berbunyi lagi. Langsung saja Youngmi menutup kedua telingannya dengan tangan. Bunyi suara petir masih sedikit terdengar. Terselip rasa takut yang kembali menghantui Youngmi. Dia benar-benar tidak menyukai petir. Itu membuat ia trauma pada hal itu. Mengingat hal yang pernah ia alami sewaktu kecil.

“Jangan menutup telingamu. Itu tidak baik.” Baekhyun melepas kedua tangan Youngmi.

“O, maaf aku refleks. Tadi kamu bilang apa?” pria didepannya menghela nafas. Berpikir keras cara menyampaikan isi hatinya pada Youngmi. Gadis yang selama ini ia pikirkan. Walaupun dulu ia berhubungan denga Songri, yang notabene sahabat dekat Youngmi. Tapi, itu hanya muslihatnya agar bisa melihat dan berdekatan dengan Youngmi. Kalau memang kedua gadis itu hampir setiap waktu bersama. Meskipun Baekhyun dan Songri berdua. Mereka berdua tidak merasa risih dengan kehadiran Youngmi. Sekarang Baekhyun merasa ia mencintai Youngmi. Setelah putus dari Songri itu tidak membuatnya terlalu menyesali hubungannya yang sudah berakhir. Malah ia menjadi lebih dekat dengan Youngmi setelah putusnya mereka bersama dengan hari kelulusan sekolah.

Baekhyun tidak jahat tapi dia membohongi dirinya selama ini. Ia terlalu malu untuk menyampaikan isi hatinya kepada Youngmi setelah lama ia bersahabat dengannya tumbuh rasa yang lebih untuk memiliki hati gadis didepannya kini.

“Aku mencintaimu, Youngmi. Jeongmal Saranghae, Kim Youngmi.” Kata-kata itupun keluar juga. Meluncur begitu saja. Perubahan wajah Youngmi begitu terlihat. Tidak menyangka Baekhyun akan melangkah sejauh ini. Selama ini ia hanya mengetahui Baekhyun menganggap sahabat. Walaupun Youngmi mengharap lebih, itu hanya angan belaka. Dan sekarang bagaikan mimpi. Bangunkan Youngmi bila ini memang mimpi di siang hari.

Kedua tangan Baekhyun memegang pergelangan tangan Youngmi. Menggenggamnya erat. Menyalurkan perasaan yang selama ini ia pendam. Beberapa waktu yang telah mereka lewati bersama. Biar kenangan pahit itu tenggelam termakan masa semakin hari semakin terpendam. Dan tidak akan pernah muncul lagi.

Air mata kembali mengaliri kedua pipi putih Youngmi. Keluar begitu saja bersama perasaannya yang bercampur aduk. Tidak menghiraukan sekeliling mereka berdua. Beruntung jalan semakin sepi dan gelap malam semakin terasa. Dinginnya air hujan tidak terlalu ia rasakan hanya perasaan hangat yang merambah ke sekujur tubuhnya melalui sentuhan tangan Baekhyun. Berharap ini akan berlalu sangat lama. Hingga Youngmi bisa merekam setiap detik bersama Baekhyun dengan kedua matanya.

“Youngmi-ah, kenapa menangis? Uljima. Jangan menangis lagi seperti tadi bersama Jongin. Itu membuatku sedih.” Pria berambut coklat itu menghapus air mata yang masih tersisa. Youngmi memegang kedua tangan Baekhyun dengan masih mengenggam pipinya.

“Byun-ie, nado. Saranghae. I love you, my angel.” Kata-kata itu keluar tanpa dapat ia tahan. Tak tahu harus berkata apalagi. Hanya kata itu mewakili  perasaannya saat ini.

Arrasso, aku tahu itu.” Perlahan jarak wajah mereka mengecil berganti helaan nafas yang terputus. Karena rasa dingin bercampur rasa gugup yang melanda keduanya. Mata Youngmi tertutup, menghalau rasa gugupnya dan menanti apa yang terjadi selanjutnya. Bibir Youngmi tersentuh sedikit lagi oleh bibir Baekhyun. Daaan…

Suara petir berbunyi kembali. Dan Youngmi sontak memeluk Baekhyun. Ia benar-benar takut. Petir seakan menggodanya dengan Baekhyun. Pria itu menahan perasaannya tidak bisa mencium Youngmi pertama kalinya. Yang ada ia hanya dapat pelukan semata. Sungguh menguji kesabarannya.

Baekhyun mengelus punggung Youngmi yang masih basah karena kehujanan. “Jangan takut ada aku yah?” bisiknya tepat di telinga Youngmi. Yang mendapat anggukan lemah dari gadis tersebut.

Sedetik kemudian pelukan mereka berdua terlepas. Keduanya menatap satu sama lain. Hanya tatapan mata yang menelusuri hati masing-masing dari mereka.

“Sebaiknya kita pulang. Orang-orang pasti khawatir kamu menghilang tanpa izin. Benarkan?” Youngmi tersenyum manis. Baekhyun terlihat kikuk mendengar ucapan Youngmi sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Baiklah. Ayo pulang. Sepertinya hujan sudah berhenti.” Baekhyun sedikit menjauh mengambil payungnya. Kemudian kembali kepada Youngmi yang melepas mantel miliknya mengibas-ngibas guna mengeringkan mantel tersebut dari air hujan. Meskipun tidak sepenuhnya berhasil mengering.

“Kenapa dilepas mantelnya?”

“Oh, mantelmu jadi kebasahan karena aku pakai.”

“Tidak apa-apa. Kan mantelnya bisa ngurangin rasa dingin. Jadi basahnya pindah ke mantel milikku.” Youngmi tertawa melihat Baekhyun. Dia memang tidak berubah dengan leluconnya yang khas.

Arrasseo , aku akan pakai lagi. Ayo pulang.” Youngmi kembali memakai mantel Baekhyun. Berjalan mendahului pria yang lebih tua darinya 4 bulan darinya.

“Young-ie, tunggu.”Baekhyun menyamakan jalannya dengan Youngmi. Beriringan bersama dengannya membuat ia deg-degan. Tanpa pikir panjang, dia menarik tangan kanan Youngmi yang tergantung bebas. Memperat pegangannya, seperti tidak ingin melepas sama sekali. Gadis di sebelahnya melepas senyum tulut menerima perlakuannya.

“Senang yah bisa pegangan sama artis rookie terkenal. Kapan lagi kaaan bisa seperti ini?” Goda Baekhyun sambil mengedipkan mata kirinya ke arah Youngmi.

“Ih, ga mau deh. Terima kasih, lebih baik aku pegangan sama Jongin. Daripada sama kamu.” Ternyata Youngmi melepas genggaman Baekhyun. Lalu berlari menghindar dari Baekhyun.

“Ya! Kim Youngmi. Awas kau.” Mereka berdua berlari kecil merasakan kebersamaan bersama. Tanpa ada yang menganggu. Tapi disudut sana, seseorang menatap mereka berdua tanpa diketahui. Tersenyum tulus dari lubuk hatinya. Kemudian berbalik melawan arah tanpa menengok ke belakang. Dengan memegang payung transparan miliknya. Berjalan meninggalkan tempat itu tanpa ada beban.

 keutt

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s