He’s Mine


Title : He’s Mine | Author @ferrinamd  | Genre : Romance, Sweet, Fluff | Rating : General | Length : Ficlet | Main Cast : Kim Jong Woon ( Yesung – Super Junior )

Alunan nada-nada piano itu mengalun merdu. Menciptakan suasana menenangkan hati. Aku melihatnya masih menekan tuts-tuts piano itu. Tangannya bergerak lincah. Tahu akan nada berikut yang ia mainkan. Kedua matanya tertutup menikmati alunan nada yang ia ciptakan pada sebuah piano antik.

Aku sebagai penonton yang menikmati pertunjukan yang ia buat khusus untukku. Musik itu berhenti. Kepalanya menoleh ke arahku. Tepat menatap kedua mataku. Sedetik kemudian senyuman mengukir pada bibir tipisnya. Aku mengalihkan pandanganku, bila berlama-lama melihat wajahnya aku bisa benar-benar terpesona akan senyumannya yang selalu menghangatkan hati dan membuatku terbang karena senyumannya.

Wajah ku masih berpaling darinya. Terdengar suara derak lantai, tanda ada seseorang yang berjalan. Makin lama suara itu semakin mendekat ke arahku. Aku memejamkan mata, merasa takut apa yang akan terjadi setelah ini.  Suara jejak sepatu terhenti. Aku melihat kebelakangku. Benar, ada bayangan orang. Itu dia. Dia memang kemari. Kedua tangan kokoh memegang pipiku. Mengubah arah pandanganku menjadi tertuju padanya. Wajah nya dekat denganku. Tepat di depan mataku. Sangat dekat.

”Bagaimana permainan pianoku?” Tanyanya lugas kepadaku. Aku masih mengamati wajahnya serta tangan yang masih memegang wajahku.

”Bagus. Aku menyukainya.” Jawab ku jujur. Permainannya memang handal. Banyak yang bilang kalau permainan pianonya bagus. Dia terdiam. Menatapku tajam kedalam mataku. Seperti mencari jawaban apakah aku bohong atau tidak berkata seperti itu.

”Benarkah. Bagus kalau begitu.” Ucapannya membuatku lega. Tapi tidak dengan perilakunya kali ini. Wajahnya semakin mendekat ke arahku. Aku memejamkan mata, kupegang kedua tangannya yang masih memenjara wajahku. Berniat untuk melepasnya, tak bisa.

Dia tidak ingin melepas tangannya dariku. Mataku masih terpejam, aku merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirku. Melumatnya dengan hati-hati. Menghisap bibir atas dan bibir bawahku secara bergantian. Aku membuka mata, aku melihatnya memejamkan mata. Menikmati apa yang ia lakukan padaku. Begitupun aku menikmati setiap perlakuan yang ia berikan. Tidak ada nafsu didalamnya hanya sentuhan lembut. Dia memperlakukanku dengan hati-hati. Sedetik kemudian ia melepas bibirnya dariku. Kembali menatapku tajam, lalu tersenyum. Aku menyentuh bibirku setelah berciuman dengannya. Aku gamang detik ini. Untuk pertama kalinya dia mencium bibirku dan ini ciuman pertamaku. Memang aku berharap dia sebagai ciuman pertamaku. Dan itu menjadi kenyataan hari ini.

”Aku mencintaimu. Sungguh.” Ucapnya. Aku masih menatapnya. Bibirku tak bisa membalas ucapannya. Dia melepas pegangan tangannya dariku. Kemudian berdiri setelah tadi membungkuk dihadapanku.

”Ayo, kita pulang. Aku ingin mengajakmu ke tempat lain lagi.” Ucapnya tersenyum (lagi). Dia meraih tangan kanan ku, mengajakku berdiri juga. Aku menurutinya. Kemudian kami berjalan, ia menuntun ku hati-hati turun dari tangga.

//

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s