I Love You (sequel I Meet You, Tao.)


Title : I Love You (sequel I Meet You, Tao.)  | Author @ferrinamd  | Genre : Romance, Fluff | Rating : General | Length : One Shot | Main Cast : Huang Zi Tao ( Tao – EXO M)

 

Dia masih memelukku erat. Tanpa memikirkan disekitarnya. Aku merasa nyaman ketika dia memelukku. Tao melepas pelukannya . memandang mataku dalam.

“Kau baik-baik saja?” aku mengangguk. Mulutnya mengembangkan senyum manis. Aku balik bertanya. “Kau bagaimana? Baik?” senyumnya hilang seketika. Aku amati wajahnya.

“Kau kenapa? Bilang padaku?” aku khawatir dia ada apa-apa. Kebiasaannya tak pernah bilang sesuatu selalu ia sembunyikan. Aku memegang bahunya. Lalu menuju punggung.

“Ah !” aku kaget. Orang sekitar kami menatap kami. Dan menghampiri kami berdua. “Tao kau kenapa?” tanya Dyan panik. Aku tak mengerti ini ada apa. Tiba-tiba Kris menghampiri Tao, begitu juga Xiu Min dan beberapa member lain.

“Tao kau kenapa?” , “ Apa masih sakit?” , “Punggung mu sakit lagi?” Tao diberondong pertanyaan yang tak aku mengerti aku bingung. Aku menatap Tao khawatir. Dia hanya menatap ku nanar. Dan berpaling menatap member lain sambil berujar

“Aku gapapa kok. Punggung ku udah ga terlalu sakit. Hanya masih nyeri.” Xiu Min mengajak Tao duduk di sofa yang berada di dekat kami. Beberapa member mengikutinya.

“Sebaiknya kau duduk dahulu. Agar tak sakit lagi. Sebentar lagi kita pulang. Lebih baik kau segera beres-beres.” Xiu Min beranjak dari tempatnya.

“Baik gege. Beri aku waktu sebentar.” Xiu Min hanya mengangguk lalu pergi. Ternyata Xiu Min memang baik. Meski aku lihat kalau wajahnya terlihat dingin tapi dia perhatian.

“Tao, kau harus cepat-cepat dan seger beres-beres.” Ucap kris, Tao mengangguk. “Okey, gege.”

Kris kemudian pergi meninggalkan kami. Dyan yang berada disampingku. Menepuk pundakku.  “Lyn, aku harus pergi dulu. Ada yang ingin aku urus sebentar.Maaf aku harus pulang.” Dyan berdiri. Aku pun berdiri juga. Tao mengikuti kami. “Memang kau mau kemana? Buru-buru sekali.” Tanya Tao yang berada disampingku. Dia seolah tak suka bila Dyan pergi. Wajar kami berdua memang datang bersama untuk melihat Tao. Tapi Dyan malah ingin pulang.

“Maaf Tao, aku benar-benar harus buru-buru. Ada sedikit urusan yang harus kuselesaikan. Aku duluan Lyn.” Dyan memelukku. Dia tersenyum padaku dan berbisik “Selamat berdua dengan Tao.” Ah~tau maksud Dyan dia sengaja membiarkanku dan Tao berdua. Dasar Usil.

“Tao, aku duluan yah, maaf banget. Bye, jaga Lyn yah.” Dyan memeluk Tao dan pergi meninggalkan kami berdua. Setelah perginya Dyan. Suasana menjadi canggung. Aku duduk di sofa lagi. Tao mengikuti ku. Kami diam.

“Dyan sudah pulang. Kau tak apa sendiri?” Aku menatap wajahnya yang memandang kedepan. Seperti memikirkan sesuatu. Aku tak suka seperti ini. Apa dia tak menyukai aku disini?

“Ah~ tidak apa kok. Aku kan kesini karena undangan mu. Jadi aku datang.”

“Oh, begitu. Kau baik-baik saja kan?” dia menunduk melihat ke bawah.

“Aku baik-baik saja. Hmm, kau kenapa Tao? Sepertinya kau sedang sakit. Punggungmu kenapa? Kenapa kamu ga bilang…” Belum aku menjawab dia sudah memotong kata-kataku.

“Aku ga apa-apa. Hanya sedikit cedera. Kalau aku bilang padamu. Aku takut kau khawatir.” Tao menatapku. Aku pun begitu. Matany menatap mataku dalam. Kenapa dia takut aku khawatir? Wajarkan aku khawatir. Tandanya aku masih perhatian. Dia menyebalkan.

“Kenapa takut? Kau menyebalkan.aku perhatian denganmu. Jadinya aku khawatir. Kau aneh, Tao.” Aku menghempaskan badanku ke sofa. Bersandarkan diri disana. Menghembuskan nafas berat. Aku tak suka melihat Tao seperti itu. Dia selalu menyembunyikan perasaannya tanpa oranglain tahu. Menyiksa diri sendiri saja.

Melihat itu Tao juga bersandar. Menatap ku lagi, tapi aku mengacuhkannya. Dia seperti tau kalau aku sedang kesal. Tiba-tiba dia memegang tangan kiri tepat disebelahnya. Menggenggamnya erat. “Maaf,  aku ga bilang. Tapi memang aku ga mau lihat kau khawatir. Cukup aku saja.”

“Itu namanya egois.” Aku masih merasakan tangannya. Ibu jarinya mengelus tanganku. Tao jangan buat aku jadi gugup.

“Aku tahu aku salah. Aku minta maaf.”

Aku pun menatapnya setelah dia bilang seperti itu. O, kenapa mukanya jadi sendu begitu. Tao aku hanya kesal saja. Tak marah padamu. Jangan sedih J

Tangan kananku bergerak memegang tangannya yang memegang tangan kiriku. Mengelusnya. “Tenang saja. Aku ga marah kok. Aku Cuma kesel saja. Senyum dooong.” Dia tersenyum lagi. Senyumnya selalu membuatku tenang. “Nah gitu. Itu baru namanya Tao.” Tao mengelus kepala lembut setelah aku berkata seperti itu.

“Aduuuh, jangan bikin berantakan dong. Nanti jelek aku.”

“Ga. Tetep cantik kok.”
“Aduh, gombal deeeh mulai.” Dia tertawa.sangat manis. Aku lupa, aku mengeluarkan ponselku.

“Tao, aku minta fotomu sendiri yah. Kan lagi tampan gini kamu. Yah?”

“Haaah, dasar. Emang aku ga tampan setiap harinya?”

“Hmm, engga tuh.” Sontak dia menjitak pelan kepalaku.

“A, Tao kau ini, sakit.” Aku mengelus kepalaku. Dia mulai kan.

“Makanya jangan mengejekku.” Tao mehrong didepanku.

“Dasar jail.” Ujarku. Aku mengotak atik ponselku. Nah, ketemu kamera.

“Tao ! ayo berpose. haha~” dia pun berdiri dan siap mengambil gaya favoritnya dan KLIK~

Dia sangat tampan. Sayangnya Tao terlihat lelah keliatan dari matanya. Kantung matanya keliatan sekali. Aku prihatin padanya. Aku melihat fotonya sejenak.

“Hey, lama sekali, Lyn coba lihat.” Ponselku diambil Tao. Dia melihat fotonya. Dia tersenyum pahit. Aku tahu dia seperti tahu kalau dia begitu terlihat seperti kelelahan di foto itu. Aku menatap mukanya seksama. Dia yang menyadari itu balik menatapku seakan tau apa yang aku pikirkan.

“Kau tak usah terlalu khawatir aku baik-baik saja. Aku lihat lihat yah ponselmu.” Aku menghela napas pelan. Tao menelusuri ponselku. Benar saja dia melihat galeri ku. Yang perlu kalian tau. Ada beberapa foto Tao di ponselku. Dia tersenyum sendiri.

“Kenapa kamu? Senyum sendiri.”

“Tidak, ternyata kau banyak menyimpan fotoku.”

“Ah, ga kok. Aku ga simpen.”

“Jangan bohong aku sudah melihatnya. Nih.” Dia menunjukkan foto itu padaku.

“Ketahuan kan ternyata kau menganggumi.” Padahal sebenarnya memang aku mencintainya.

“ih, GR kamu itu.” Dia masih tertawa renyah. Aku ikut tertawa. Dia gemar sekali menggodaku. Dari dulu masih sama saja. Aku menyukai dia seperti ini. Sekarang pun juga, selalu terlihat polos dan apa adanya. Aku makin mencintainya.

Saat aku masih berdua dengan Tao. Lay mendatangi kami dia menatap Tao, kemudian menatapku lama. Aku merasa gugup. Ada apa denganku?

Tao yang menyadarinya langsung menanyakan Lay. “O, gege ada apa?”

Lay beralih ke arah Tao dan bicara kepada Tao. Sepertinya rahasia sampai menjauh begitu padaku. Aku melihat ke arah mereka berdua. Lama sekali. Tak lama beberapa member menghampiri mereka berdua. Chen, Luhan, dan yang lain. Aku tak terlalu hafal dengan mereka.aku sedikit menjauh, member yang lainnya menatap kearahku. Seperti ingin tahu kenapa aku disini. Tapi mereka terlihat ragu menanyakan itu padaku. Aku berusaha menghilangkan kegugupanku. Bersenandung kecil.

Akhirnya aku duduk di sofa lagi. Setelah tadi berdiri memfoto Tao. Aku melihat ponselku. Memang banyak foto Tao yang aku simpan. Sampai-sampai Tao menggodaku. Dia pasti tau kalau aku menyayanginya. Tao menghampiriku. Duduk disampingku. Menyampaikan sesuatu.

“Lyn, lebih baik sekarang kau pulang sebentar lagi aku ingin pulang. Beres-beres dulu.”

“Ah, yaudah aku pulang deh, kau jaga diri yah Tao.” Aku menepuk bahu pelan. “Take a rest. Istirahatlah setelah pulang.” Ucapku lagi.

Dia tersenyum mendengar ucapanku itu. Dia memegang tanganku lagi. Aku berdiri diikuti dia. Kok dia menatapku seperti itu? Mau bilang sesuatu padaku tapi ga tau apa.

“Tao aku pulang. Bye.” Aku melepas tangannya tapi dia tak melepas malah menarikku kedirinya. Dia memelukku erat. Sesaat kemudian dia melepas pelukannya mendongakkan wajahku ke arahnya. Yang tingginya tak terlalu jauh padaku. Sangat dekat. Dan CUP !

Tao mencium dahiku cepat. Sontak aku membelalakkan mata. Tak percaya apa yang ia lakukan. Member lain yang melihatnya malah bersorak seperti habis menonton adegan romatis gratis.

God, aku maluuuu >,< -batinku.

Aku memegang pipiku. Kuyakin pipiku memerah atas perlakuannya. Tao tertawa melihat tingkahku. Malah mengacak rambutku. “Jangan malu begitu.” Bisiknya di telingaku.

“Sudah pulang. Hati-hati yah.” Ucapnya. Aku melihat member yang lain. Lihat ! Kris memberikan jempol pada Tao. Lay yang baru aku lihat dia menatapku sambil tertawa. Yang lainnya tertawa. Aaah, aku malu.

“Baik aku pulang. Bye.” Langsung saja aku ngeloyor pergi tanpa melihat reaksi mereka lagi. Aku berbalik setelah menjauh dari mereka. Tao masih menatapku yang pergi menjauh darinya. Tersenyum lembut. Dia seperti mengucapkan sesuatu padaku

“I love you.”~

Iklan

2 tanggapan untuk “I Love You (sequel I Meet You, Tao.)

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s