Surprise Hankyung


Title       : Surprise Hankyung | Author   : Choi Ji Neul | Rating    : General | Genre     : Romance, Comedy | Length     : Ficlet | Cast        :  Hankyung, Super Junior’s member.

Baru saja Jineul dan Hankyung tiba di Korea bertolak dari Beijing. Jineul menuju lobby hotelyang ia inapkan bersama Hankyung. Ia melirik ke kori dan ke kanan mencari prianya itu.

“Ah, itu dia.”serunya. Lalu ia menghampiri laki-laki yang tengah duduk sembari menyesap cappucino-nya. “Hei, sudah daritadi?”Jineul langsung duduk berhadapan dengan Hankyung. Yang ditanya hanya mengangguk. Jineul mengernyit heran. “Kita mau kemana sih malam ini?” Hankyung menurunkan kacamata hitamnya.

“Aku mau mengajak kau ke suatu tempat, Ji.”

“Kemana memangnya? Jangan buat aku penasaran, Han.” Pria itu hanya terkekeh pelan menahan tawanya.

“Ikut sajalah. Kau hanya perlu menikmatinya.”

“Maksudmu ap. . . .” belum selesai bicara Hankyung sudah menarik tangannya. Ternyata membawanya ke parkiran. Sampai dimobil Hankyung membukakan pintu untuk Jineul. Beralih ke bangku kemudi. Menstarter mobil dan menuju ke suatu tempat.

20 menit kemudian.

 

Mobil berhenti. Jineul tahun dimana mereka berdua berada. “Kenapa tak bilang kalau membawaku kemari?”Hankyung hanya tersenyum.

“Kita keluar. Aku ingin mengajak kau kesana.” Hankyung menunjuk suatu tempat.

Ternyata ditaman depan Namsan Tower. “Baiklah aku akan keluar sekarang.” Hankyung mengenggam tangan Jineul. ‘Kenapa dia membawaku kesini?’ batin Jineul.

Kaki mereka terhenti di tengah taman. Mereka berdua berpijak diatas kumpulan bungan mawae berbentuk hati. Jineul terkejut. Sekarang di hadapannya hanya ada Hankyung. Untunglah taman itu tak terlalu banyak orang. Jineul tersenyum.

“Kenapa kau tak bilang ?”

“Kalau aku bilang namanya bukan kejutan.”Hankyung mengelus puncak kepala Jineul

lembut.

“Aku mengajakmu kesini ingin memberikanmu ini.” Hankyung lalu mencari sesuatu di saku mantel. “Tunggu sebentar.” Jineul penasaran apa yang dicari Hankyung.

“Kau mencari apa, Han?”

“Nah, ketemu. Tutup matamu sekarang.”

“Hah, buat apa?”

“Udah cepet tutup matamu.” Jineul menutup matanya. Di kepalanya dia masih penasaran apa yang diberikan Hankyung. Tangan kirinya terasa sedang digenggam Hankyung. Jari manisnya merasa dingin. Seperti ada hyang terganjal disitu.

“Sekarang buka matamu, Ji.” Jineul terpana. Dia dibuat terkejut kembali oleh ulah Hankyung. Air matanya mulai mengalir. Ditangannya terpasang cincin emas. Jineul memeluk Hankyung. Pria tersebut mengelus punggung wanitanya.

“Terima kasih Han. Kau sudah buat aku serangan jantung.”

“Jangan berlebihan aku hanya bisa memberikanmu ini.” Hankyung mempererat pelukannya di tubuh Jineul.

“Tidak ini sudah sangat indah. Terima kasih.”

“Bukan. Aku harusnya berterima kasih. Kau sudah mencintaiku, menyayangiku, dan menerimaku apa adanya. Menerimaku sebagai Hankyung, pria biasa. Terima kasih kau sudah menemaniku sampai hari ini. Selama setahun ini. Mendampingiku, selalu berada disampingku dan mendukung apa yang aku putuskan selama itu baik untukku. Thank you so much, ji.”

Hankyung mengelus rambut Jineul.

“Terima kasih juga kau sudah membuatku merasa bahagia jika didekatmu. Sudah menerimaku yang hanya wanita biasa.”

“Tidak kau wanita yang istimewa dimataku.” Pelukannya semakin erat. Hankyung tidak tahu bahwa Jineul tersenyum. Dia merasa bahagia berada di dekat Hankyung.

Bahunya masih terasa basah karena airmata Jineul. “Masih saja menangis. Cengeng.”

Jineul melepas pelukannya. Menatap sendu wajah Hankyung, memukul dada pria itu pelan.

“Bodoh, aku terharu. Kau itu pria yang penuh kejutan.”

“Haha, aku kan selalu bisa membuatmu kejutan yang indah. Udah deh jangan nangis lagi. Jelek tuh kan.”

Jarinya mengusap airmata Jineul yang masih membekas dipipinya.

“Hankyung, jangan menggodaku.” Pria itu tertawa. Memeluk kembali kekasihnya. Jineul membalas pelukan Hankyung. ”Terima kasih sudah membuat kejutan untukku hari ini.”

Hankyung melepas pelukannya. Menggenggam kedua tangan Jineul erat. “Kau tahu kita sudah melewati tahun baru ini. “

“Benarkah?” Hankyung membimbing Jineul duduk di bangku taman. Mereka duduk dibangku itu.

“Aku lupa, Han.” Hankyung menoyor kepala Jineul pelan.

“Mulai deh pikunnya.”

“Aduh, sakit tahu.”

Mereka berdua terdiam saling menatap mata. Hankyung menggenggam bahu Jineul “Ji, aku sangat mencintaimu. Kau tahu kau sangat berharga bagiku. Wanita yang aku tahu bahwa hanya mencintaiku.”

Lagi-lagi suasana diam. Hankyung memajukan kepalanya. Memegang dagu Jineul. Tiba-tiba Jineul tersenyum dan “Hahahahahaha, Han, kau sangat lucu.” Pria di hadapannya hanya menatap heran.

“Kau merusak suasana tau.” Jineul menyadari itu langsung memegang kedua pipi Hankyung.

“Ya, ampuuun. Hankyungku marah.” Diluar dugaan Hankyung menepis tangan Jineul.

“Lepas. Ini tak lucu, Ji.” Jineul langsung cemberut menundukkan kepalanya.

“Maaf deeeeh. Sebenarnya aku malu habis kau melihatku seperti itu.”Suasana kembali hening.

“Jineul. . .” Hankyung memanggil namanya. Jineul mendongakkan kepalanya.

“Hmm.”Ternyata wajah Hankyung sudah beberapa senti dari wajahnya dan CHUU—-

Hankyung mencium bibirnya. Singkat namun manis. Sangat terasa dibibirnya. Jineul memegang bibirnya. Sekarang dia hanya bisa melongo. Hankyung langsung tersenyum dan tak bisa menahan tawanya melihat tingkah kekasihnya setelah ia menempelkan bibir basahnya di bibir Jineul.

“Haha, kau kemapa, Ji? Kaget.” Hankyung memiringkan kepalanya masih melihat wajah Jineul. Wajahnya terasa panas. Ia yakin pasti wajahnya teerlihat memerah. Lalu “Ya ! kau buatku kaget tau ga?” tak sangka Jineul malah mendorong badan Hankyung. Hampir saja Hankyung terjungkal kalau saja tangan kanannya tak bisa menahan berat badannya. Dia akhirnya bisa bangun.

“Hey, kenapa kamu marah sih? Seharusnya senang aku cium. Muaaaah !”Jineul dibuat kaget lagi. Hankyung mencium bibirnya lagi.

“HANKYUUUUNG !”

“Hahahahaha, wajahmu lucu, sayang.”

“uuuuh, menyebalkan. Aku malu.”

Hankyung menahan badan Jineul. Memegang bahunya. Lagi. “Kenapa harus malu, sayang?” Aku ini kekasihmu.” Jineul menundukkan kepalanya. Menatap jarinya yang saling bertautan. Menutupi rasa gugupnya bila Hankyung bicara seperti itu. Jujur ia malu.

“Tetap saja aku malu, han.”

“Oh, apa kau merasa terbuai dengan ciumanku?”

“Aiiiish, sudah lah.”

“Tapi kau menyukainya kan? Jangan bohong nanti aku cium lagi loooh.” Hankyung mendekat ke arah Jineul. “Ya ! Jangan mendekat.”

Wajah Hankyung sudah berada disamping Jineul. “Mau lagi tidak?”

“Sudah cukup. Han, kau mesum sekali hari ini.”

“Biarin aku kan mesum-in kamu..”

“Haaan, jangan mulain lagi.

Tiba- tiba ponsel Hankyung berdering. Jineul merasa selamat atas dia bisa terhindar dari Hankyung. “Ah, siwon.”Serunya.

“Aku masih sama Jineul. Kenapa?”

“. . . .”

“Ya, aku akan kesana sebentar lagi.”

“. . . .”

“Tenang saja. Aku tahu tempatnya kok.”

“. . . .”

“Pasti aku bawa dia.” Mata Hankyung memandang wajah Jineul. ‘Apa’Bisik Jineul. Hankyung hanya tersenyum.

“Oke Tunggu sebentar lagi.” Lekas Hankyung mematikan sambungan teleponnya.

“Ada apa?” Tanya Jineul. Jineul menatap penasaran.

“Tadi ada telepon dari Siwon.”

“Hmm, terus ?”

“Kau tahu selama ini aku tidak pernah bertemu dengan member Super Junior.” Jineul mengangguk.

“Nah, aku rasa malam ini waktu yang tepat. Apalagi malam ini sudah tahun baru sekaligus ini ulang tahun Dongsaengku. . . .”

Belum melanjutkan bicara, Jineul sudah memotongnya.

“OOOOOH, ulang tahun Sungmin oppa, yah?”Hankyung tiba-tiba mendengus kesal. Jineul menyadari itu.

“Kau kenapa, Han?”

“Aku kesal kau hanya menyebut oppa pada member lain. Kepadaku tidak.”

“Hmmmm, ngambeknya mulai deh.”

“Yeee, siapa yang ngambek.”

“Itu ngambek.”

“Sudah ah. Ayo, kita berangkat.  Aku sudah rindu pada mereka.”Hankyung langsung berdiri.

“Tunggu, memang kau sudah kabari ke oppadeul?”Hankyung tertunduk, menghembuskan nafas pelan. Kembali ke tempat duduknya lagi.

“Belum, kok. Aku bilang ke Siwon.Yang lainnya belum tahu sih.”

“Jadi kau mau membuatkan kejutan lagi begitu?” Hankyung tersenyum.

“Ya, aku akan buatkan kejutan buat mereka. Terutama untuk Sungmin.”Jineul pun ikut tersenyum. Dia memeluk ringan kekasihnya itu.

“Ayo.”Hankyung memegang tangan Jineul. Mengajaknya masuk mobil.

Mobil Hankyung terparkir di sebuah caffe. Kebetulan caffe itu sepi. Jadi tak ada yang tahu kalau Hankyung  dan Jineul ke Caffe tersebut. ‘Mungkin sudah tutup’batin Jineul.Mereka berdua jalan sampai didepan Pintu Caffe.

“Handel and Gretel. Nama yang bagus untuk caffe ini.” Seru Jineul. Dia menatap bagian dalam caffe. Terlihat dari luar kalau didalam ramai. Banyak orang ada disana. Jineul membawa sebuah kotak besar berisi kue Ulang tahun Sungmin. Sedangkan Hankyung membawa bingkisan yang sengaja ia bawa dari Beijing.

“Kita harus berapa lama terdiam disini?” Jineul bertanya pada Hankyung yang masih menatap dari luar ke dalam sana. “Ayo, masuk.”

Pintupun terbuka. Mereka mulai masuk. Siwon menyadari kedatangan Hankyung dan Jineul. Pria itu menghampiri Hankyung dan memeluknya erat. Jineul hanya tersenyum. Siwon melihat Jineul. Tersenyum , membungkukkan badan. “Selamat datang. Kau Jineul.” Jineul menganggukkan kepala. “Iya. Salam kenal.”  Jineul balas membungkukkan badannya.

“Hyuuuung, ada Hankyung hyuuung.” Siwon berseru. Semua melihat kearah Hankyung, lalu kearah Jineul. Mereka terlihat kaget kedatangan Hankyung kemari. Memang ini kejutannya Hankyung. Dia yang sudah merencanakan semua ini. Tidak ada yang tahu kecuali Siwon.

Leeteuk memeluknya langsung. “Hankyung-aaah, kami rindu padamu.” Leeteuk menangis. Dia melepas pelukannya. Kulihat Siwon tersenyum. Semuanya seperti dugaannya. Semua member bisa menerima Hankyung kembali.

Jineul ikut berjalan masuk kedalam ke acara yang tengah berlangsung di pojok ruangan. Sangat ramai.

Hee chul menghampiri Hankyung. Suasan terasa tegang. Siapa yang tak tahu? Kalau Heechul-lah yang paling terpukul karena kepergian Hankyung waktu itu. Wajar mereka memang sangat dekat.

Kedua pria itu saling bertatapan. Dan “Hankyung-aaaah, kenapa kau baru kesini kemari? Aku merindukanmu.” Tak menyangka Heechul memeluk Hankyung dan menangis dipelukannya. Jineul merasa terharu.

“Ternyata mereka bisa bertemu kembali, yah?” seorang wanita sudah berada di samping Jineul.

Jineul menoleh. Dia mencoba tersenyum. “Iya, benar.” Menjawab seadanya.

“Terima kasih Jineul. Sudah menemani Hankyung oppa kesini.”Wanita itu berujar.

“Kau tahu namaku?” Jineul menunjuk dirinya sendiri.

“Jelas aku kenal. Kau kan kekasih Hankyung. Dan banyak yang tahu itu. Maksudku di kalangan oppadeul aja.”Jineul menghembuskan nafas lega.

“Kenapa? Kau seperti panik begitu. Takut yah kalau kedengeran oleh orang luar.”

“Hahaha, iya.”

“Kenalkan nama ku Choi Rae Hee.” Wanita itu mengulurkan tangan.

“Aku Jineul, Choi Ji Neul,” Jineul membalas jabatan tangannya.

“Waaaah, kau orang korea juga. Aku kira bukan. Pantas bahasa koreamu fasih.”

“Haha, bisa saja.”

“Kalau begitu. Ayoo, gabung ke sana.” Rae Hee memegang tangan Jineul mengajaknya ke kumpulan yang ramai. Jineul duduk di samping Hankyung. Rae Hee pun duduk di samping Heechul yang memang tepat di samping Hankyung.

Hankyung kemudian berdiri. “Semuanya, terima kasih sudah bisa menerimaku. Akhirnya aku bisa bertemu kalian.”

“Ya ! Hankyung jangan bergurau kami selalu menerimamu kapan saja. Jika kau ingin kemari.” Leeteuk menyahut ucapannya. Leader itu masih menangis tersedu.

“Benar Hyung kau bisa kesini kalau kau ingin. Kami akan menerimamu kapan saja.”

Tepuk tangan riuh setelah Siwon bicara seperti itu. Hankyung membungkukkan badan.

“Terima kasih, memang tak salah kalian memang keluargaku. Bisa dengan senang hati menerimaku. Walau . . .”

“Aiiiisssh, jangan ngomong itu lagi, kau tahu aku malas dengan hal itu.” Ujar Heechul memotong pembicaraan Hankyung.

“Maaf kan aku.” Ucap hankyung sambil menggaruk  kepala yang tak gatal.

“Tak perlu minta maaf, Hyung. Kami juga tau kok. Hmm, bagaimana kalau kita mulai acaranya?” eunhyuk langsung berdiri.

“Tunggu ! Aku membawakan ini. Tarraaaaaa !” Hankyung menggeser tempat duduknya. Sudah ada Jineul di belakang. Membawa kue Ulang tahun dengan lilin yang menyala.

“Sungmin-ah, Happy Birthday. Selamat ulang tahun, dongsaengku. Cepat tiup lilinnya.”

Sungmin yang berada diseberang berjalan ke arah Hankyung dan memeluknya.

“Yah ! Hankyung hyung, kau terlambat memberi selamat. Sekarang sudah hampir jam setengah satu.”Sahut Kyuhyun.

“Tidak apa-apa, Hankyung hyung. Aku selalu bisa menerima pemberianmu kok.” Sungmin menepuk bahu Hankyung pelan.

“Kalau begitu tiup lilinnya dooong.” Heechul berseru dan Semua orang yang ada di Caffe menyanyikan lagu Ulang tahun. Lalu Sungmin meniup Kue Ulang tahun dari Hankyung. Semua bertepuk tangan. “Yeeee, akhirnya. Bertambah umurku.” Semua pun duduk. Mengeliling satu meja.

“Hyung, di sebelah Yeojachingumu.” Eunhyuk menunjukku Jineul.

“Iya, ini yeojachinguku. Namanya Choi Ji Neul.” Hankyung mengenalkan dia.Jineul berdiri dan

membungkukkan badan “Annyeonghaseyo, Choi Ji Neul imnida. Bangapseumnida.”

“Waaaah, kalian serasi.” Wanita di samping Kyuhyun menyahut, “aku menyukai Hankyung oppa. Kalian benar-benar cocok.”ucapnya lagi.

“Ya ! Yeon Hyo. Kau selalu memuji pasangan lain tapi tak pernah memuji kita.”

“Hah, siapa yang mau memuji Kita. Aku hanya menyukainya kok. Cemburuan banget sih.”

“Sudah lah kenapa bertengkar lebih baik kita makan. Hankyung dan Jineul ayo makan. Kalian pasti lapar.” Leeteuk berujar. Lalu merekapun makan bersama.

Jineul berkenalan dengan para kekasih Oppadeul. “Hei, kau Jineul. Kenalkan aku Yoon Yeon hyo kekasihnya Kyuhyun.” Wanita yang tadi mengulurkan tangannya. Jineul menyambutnya.

“Jineul –ah, aku Sue Yeon. Salam kenal ” wanita disampingnya membungkukkan badan.

Yang lainnya pun ikut berkenalan. Jineul bisa berbaur dengan yang lainnya, apalagi dengan para member Super junior.

‘terima kasih Tuhan. Pergantian tahun ini sungguh indah. Menikmati kebersamaan yang hangat.’ Batin Jineul dalam hati. Dari arah lain dia melihat Hankyung bercanda dengan member lain.

Mereka pun berbaur semua. Seperti tak ada yang terjadi. Semua ikut merayakan tahun baru dan ulang tahun Sungmin bersama bercanda, berdansa. Musik pun menyala sampai waktu pagi menjelang.

“Ingat, ucapan ku, Ji. Kita saling melengkapi, berbagi dan membutuhkan. Itu yang membuat kita bersatu. Dan ingat satu lagi. Aku tak akan membiarkan siapapun menghalangi kita berdua.”

 

“Iya, Han. Aku pasti ingat itu. Aku janji akan menjaga hubungan ini. Selalu”

           

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s