Analisi Transaksi


Analisis transaksi merupakan tahap awal yang harus dilakukan sebelum melakukan pencatatan. Ada tiga hal yang harus dilakukan dalam analisis transaksi, yaitu mengidentifikasi:a.  Apakah transaksi tersebut merupakan transaksi keuangan. Transaksi dikelompokkan sebagai transaksi keuangan kalau transaksi tersebut mempengaruhi posisi aset, hutang, dan modal.

b.  Rekening apa yang dipengaruhi, bertambah atau berkurang, didebet atau dikredit.

c.  Berapa besar nilai yang akan dicatat.

Contoh analisis terhadap transaksi yaitu analisis terhadap faktur pembelian barang, slip bukti transfer, bukti penerimaan dan pengeluaran kas. Tujuan analisis transaksi sebenarnya dimaksudkan untuk menentukan akun-akun mana yang sesuai untuk didebetkan dan / atau dikreditkan.

Umumnya transaksi artinya satuan aktivitas yang terdiri dari sub-sub aktivitas. Transaksi harus punya integritas. Artinya, satu saja sub-aktivitasnya gagal dilakukan, maka keseluruhan transaksi harus dibatalkan, dan sistem harus kembali ke keadaan sebelum transaksi mulai.

Contoh: Kalau kamu transfer uang menggunakan ATM paling ngga ada dua aktivitas terlibat. Bank mendebet rekening kamu, dan kemudian, bank mengkredit rekening tujuan. Kalo proses kreditnya gagal, proses debetnya juga harus dibatalkan.

Iklan

Berikan komentarmu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s