Rohingya: Disaat Kita Tengah Bersama-sama menjadi Penonton Tragedi Kemanusiaan


A Border that Breaks

Processed with VSCO with a2 preset“Rohingya Migrants From Myanmar, Shunned by Malaysia, Are Spotted Adrift in Andaman Sea” ~ The New York Times

Di tahun 2015, beberapa ratus pengungsi Rohingya terkatung-katung di selat Melaka, hingga terhanyut di perairan Indonesia. Terpanggil oleh rasa kemanusiaan, sekelompok nelayan Indonesia kemudian membawa mereka mendarat di Aceh. Etnis minoritas dari Myanmar ini menjadi tajuk berita yang terdengar hingga pelosok-pelosok Indonesia. Di kala itu, saya baru saja menuntaskan penugasan saya di Pakistan, Doctors Without Borders kemudian meminta saya ke Aceh untuk melakukan assessment dan mendisain program kesehatan yang dibutuhkan oleh pengungsi. Itu adalah persinggungan pertama saya dengan salah satu krisis kemanusiaan yang paling terpinggirkan dalam sejarah kita.

Cerita para pengungsi Rohingya menarik perhatian saya, epilog hidup mereka tergambarkan penuh dengan duka, nilai mereka sebagai manusia seakan tidak ada harganya. Dari semua krisis kemanusiaan yang pernah saya temui di berbagai belahan dunia, krisis Rohingya layaknya catatan kaki di kamus besar kemanusiaan, tertulis…

Lihat pos aslinya 1.289 kata lagi

Iklan

Lelah


©pinterest

Yesung – Jineul (OC)

Satu teguk aku tenggak habis. Setetes terakhir dari dua cup kopi yang aku minum. Yesung masih belum datang.

Lanjutkan membaca “Lelah”

Lamaran


Yesung – Jongjin – Jineul (OC)

Beberapa kali pria itu melirik ke kaca jendela caffe miliknya. Merapikan baju yang kini digunakan. Sesekali menghirup parfum yang sudah digunakannya sekarang.

Ini pemberian Jineul. Wajar Yesung sekarang menggunakannya. Setelah menerima hadiah dari Jineul, pria itu langsung menemui kekasihnya, keesokan hari. Lanjutkan membaca “Lamaran”

Aku Janji


Aku berjalan tergesa melewati beberapa orang di lorong tempatku bekerja hingga. Aku hampir menabrak Ayoung yang jelas melihatku terburu-buru.

Lanjutkan membaca “Aku Janji”

Kado Terindah


Yesung – Jongjin – Jineul  – Jisoo 

Satu minggu ini, perasaan pria tersebut tengah dilanda kekhawatitan. Pasalnya ini karena efek tak bertemu akhir-akhir ini dengan Jineul

Lanjutkan membaca “Kado Terindah”

Aku Mencintaimu, Ibu


Sembilan Agustus 

Sekilas aku memandangi sosok wanita paruh baya yang sangat aku kenali.

Dia ibuku, wanita paling aku cintai. Dia tersenyum tulus padaku. Lagi-lagi aku masih berada di dimensi ruang lain. Selain aku mengalami under pressure saat aku ingin mengutarakan lebih banyak hal. Aku akan kembali pada ruangan ini.

Lanjutkan membaca “Aku Mencintaimu, Ibu”

Bukan Milikku – Bertemu Lagi


Prev : Bukan Milikku – Prolog  – Bermula 

Sudah menginjak lima hari dan akhir pekan ini Hani mengendarai mobil di tengah jalan yang cukup ramai.  Hari Jum’at masih terasa seperti hari senin. Terus saja ramai dengan kendaraan yang hilir mudik di jalan raya. Setengah menguap dia menginjak pedal gas pelan menuju ke arah bandara. Lanjutkan membaca “Bukan Milikku – Bertemu Lagi”